Ilustrasi angin puting beliung. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, WONOGIRI – Warga Wonogiri diminta mewaspadai angin puting beliung selama musim penghujan. Angin kencang dapat mengakibatkan sejumlah kerusakan, tak hanya merusak atap rumah, tetapi bisa merobohkan rumah, menumbangkan pohon, merobohkan baliho, dan lainnya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, menyampaikan saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan. Dia mengimbau warga menyiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan bencana, termasuk puting beliung.

“Pohon yang sudah sangat tinggi dan rantingnya menjulur lebih baik dikepras. Terlebih yang di dekat hunian. Tahun lalu tak sedikit pohon tumbang yang menimpa rumah. Saat hujan lebar jangan berada di dekat baliho atau berteduh di dekat pohon,” kata Bambang Haryanto kepada Solopos.com, Selasa (3/12/2019).

BPBD mendorong pembentukan desa tangguh bencana (destana). Dengan begitu desa akan mampu mengelola penganggulangan bencana secara mandiri. Tak hanya tanggap darurat, tetapi juga dapat mengurangi risiko bencana.

Hingga akhir November lalu sudah ada 88 destana yang terbentuk. Delapan desa masuk kategori destana utama, dua destana madya, dan 78 destana pratama. Anggaran pembentukan bersumber dari APB desa masing-masing.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang merusak 13 rumah di Girimarto dan Slogohimo, Wonogiri, Senin (2/12/2019) sore. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Warga diimbau waspada dan mengantisipasi kemungkinan bencana karena penghujan sudah tiba.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten