Wonogiri Waspada Longsor  

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, WONOGIRI—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri meminta warga yang bermukim di wilayah rawan longsor lebih waspada. Intensitas hujan saat ini sudah tinggi. Air hujan dapat menyebabkan longsor sewaktu-waktu.

Sementara itu, fenomena tanah bergerak di Dusun Joho, Desa Gedawung, Kecamatan Kismantoro, meningkat intensitasnya. Hal itu ditandai dengan putusnya satu kawat seling pancang pada ujung alat sistem peringatan dini (EWS).

Menurut pantauan BPBD, alat EWS menunjukkan pergerakan tanah berada di level 24 sentimeter (cm) dari semula 21 cm pada 21 Februari lalu. Tak hanya itu, di lokasi dekat EWS terpasang juga terjadi penurunan tanah mencapai lebih dari dua meter. “Putusnya kawat seling itu mengindikasikan adanya peningkatan pergerakan tanah. Akibatnya, kini tersisa dua kawat seling yang masih berfungsi,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto, kepada Espos, Sabtu (23/2).

Sebagai antisipasi, warga di sekitar lokasi dievakuasi ke posko pengungsian yang disediakan yakni dua rumah warga dan satu tenda milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dapur umum juga didirikan. Posko itu dihuni oleh 23 keluarga. “Mengingat kondisi di wilayah masih terjadi hujan, warga tetap diperintahkan untuk mengungsi. Warga juga dilarang melakukan aktivitas di lokasi yang berpotensi rawan tanah bergerak,” ujar Bambang.

Selain di Dusun Joho, wilayah lain yang rawan longsor yakni Dusun Biting, Desa Tegalrejo dan Dusun Galih, Desa Sumber, keduanya di Kecamatan Purwantoro. Kondisi lereng bukit di dusun itu tidak stabil dan secara periodik menunjukkan pergerakan.

Di Biting dan Galih hingga Minggu (24/2), belum terjadi pergerakan tanah lagi. Kali terakhir lereng di lokasi itu bergerak pada penghujan tahun lalu. Lebar rekahan tanah terparah di Biting mencapai 1 meter dan panjang hingga 400 meter. Bahkan, Bambang menyebut lokasi itu kondisinya seperti tanah bergerak di Ponorogo, Jawa Timur, yang akhirnya longsor dan menewaskan sejumlah orang, pada 2018. Kondisi yang sama juga terjadi di Dusun Galih. Tahun lalu lereng di Galih bergerak hingga sedalam 2,5 meter. Kondisi tersebut membuat 371 warga mengungsi. Kendati demikian, Bambang mengimbau warga ekstra waspada. Jika ada pergerakan tanah dia meminta mereka langsung mengungsi secara mandiri.

Camat Kismantoro, Joko Purwidyatmo dan Camat Purwantoro, Joko Susilo, hingga berita ini ditulis belum dapat dimintai informasi terkini tentang kondisi tanah bergerak di wilayah mereka.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Persis Solo Jadi Tim Unggulan Liga 2, Rival Punya Motivasi Tambahan

Atta Halilintar menegaskan timnya tetap optimistis meski berada di Grup C yang notabene grup neraka.

Pengumuman! PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya

Program PLN yang menawarkan diskon tambah daya kepada para pelanggannya ini diluncurkan untuk menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Haduh! Dua Cincin Nyangkut di Alat Kelamin Suami, Kok Bisa Sih?

Waduh seorang suami di Malaysia harus dilarikan ke rumah sakit karena alat kelami atau penisnya tersangkut dua buah cincin.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Ansari Kadir, Dulu Sering Gagal Bisnis Kini Punya 100 Outlet

Kini Sang Pisang telah memiliki 100 outlet termasuk di Malaysia.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Sponsor Persis Solo Berlimpah, Ini Jumlah dan Macamnya

Keberadaan Kaesang Pangarep bak magnet yang mendorong Persis Solo memiliki finansial berlimpah.

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.

Gubernur Anies Larang Rokok Dipajang, Produsen Menjerit

Seruan Gubernur direalisasikan dalam bentuk penindakan oleh Satpol PP DKI Jakarta.

Waduh! Antrean Warga Mengular di Sentra Vaksinasi XT Square

Pendeknya durasi di hari Jumat akibat ibadah salat membuat warga berlomba datang lebih dulu hingga antrean mengular.