Wonogiri Terima Bantuan 2.000 Alat Rapid Test, Bakal Sasar Siapa Saja?
Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa (tengah), bersam Forkompinda Wonogiri menerima bantuan alat-alat kesehatan yang digunakan untuk penanganan Covid-19 di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa (25/8/2020). (Solopos/M. Aris Munadar)

Solopos.com, WONOGIRI -- Kabupaten Wonogiri menerima bantuan sebanyak 2.000 alat rapid test dari Provinsi Jawa Tengah, Selasa (25/8/2020). Tak cuma alat rapid test, Pemprov juga mendistribusikan alat kesehatan lainnya.

Selain mendapat bantuan 2.000 alat rapid test, Pemkab Wonogiri juga mendapatkan 1.000 hazmat dan hand sanitizer. Kemudian Pemprov juga memberikan 520 alat viral transport medium (VTM).

Dilantik Jadi Pj Sekda Sukoharjo, Widodo Siapkan Langkah Strategis Atasi Dampak Pandemi Covid-19

VTM merupakan alat untuk menyimpan spesimen pasien berupa lendir hidung dan tenggorokan yang akan dilakukan uji swab untuk dikirim ke laboratorium tempat pengujian.

Wakil Bupati Wonogiri, Edy Santosa, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, beberapa waktu lalu ke Kecamatan Manyaran, Wonogiri. Dalam kunjungan tersebut sempat melakukan rapat terbatas terkait penanganan Covid-19.

Pengurus PKK, Kader Kesehatan, & Karang Taruna di Sragen Diminta Ikut Bimtek di Tengah Pandemi

Ia mengatakan, bantuan tersebut digunakan untuk penanganan dan pencegahan Covid-19. Sehingga dapa menunjang program Gubernur Jateng, yakni Jogo Tonggo dan Jogo Anggota. Karena TNI dan Polri juga terlibat aktif dalam penanganan Covid-19. Maka juga digunakan untuk Jogo Anggota.

"Tentunya kami berterimakasih kepada Gubernur atas bantuan yang diberikan. Ini merupakan bentuk perhatian kepada Wonogiri," kata dia kepada wartawan di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Selasa.

Cegah Kerumunan, Berkas Pengajuan Bantuan Rp2,4 Juta Karanganyar Tak Dicek dan Langsung Dikumpulkan

Bantuan tersebut, lanjut dia, bakal didistribusikan ke unit atau kantor pelayanan publik, seperti Puskesmas dan Disdukcapil.

Selain itu, yang menjadi sasaran utama lainnya yakni para pelaku perjalanan. Karena mereka rawan terpapar Covid-19. "Kami sudah persiapkan skema pendistribusiannya. Dalam prosesnya melibatkan TNI dan Polri juga," kata Edy.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom