Wonogiri Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka Tapi dengan Pembatasan
Ilustrasi kembali ke sekolah. (Freepik)

Solopos.com, WONOGIRI -- Asisten Setda Wonogiri Bidang Pemerintan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Teguh Setiyono, menyatakan setiap pelonggaran kegiatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 lebih baik dikaji Satgas di daerah terlebih dahulu, termasuk soal pembelajaran tatap muka atau PTM.

Hal itu diungkapkan Teguh saat dimintai tanggapan soal keputusan pemerintah bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dimulai pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau pada awal 2021.

Apabila nanti pembelajaran tatap muka akan diberlakukan di daerah, dia menilai tetap perlu mendasarkan pada risiko penularan Covid-19 di setiap kecamatan.

Songsong Pembelajaran Tatap Muka, Epidemiolog Sumbang Saran...

"Sekolah yang berada di wilayah dengan risiko penularan Covid-19 tinggi atau masuk zona merah, lebih baik tidak menjalankan PTM terlebih dahulu," jelasnya, Minggu (22/11/2020).

Dia menguraikan pemberlakuan pembelajaran tatap muka berdasar risiko penularan Covid-19 penting karena sejumlah alasan. Pertama, mengapresiasi kinerja pemangku kepentingan atau stakeholder di wilayah zona hijau dan kuning dalam mengantisipasi penularan Covid-19.

Kedua, sebagai cambuk sekaligus motivasi bagi pemangku kepentingan di wilayah zona merah dan oranye, agar meningkatkan upaya pencegahan penularan Covid-19.

Protokol Kesehatan Ketat

Sebab, faktanya masih ada warga yang mengabaikan protokol kesehatan. Akibatnya, terjadi penularan.

“Becermin dari simulasi di SMAN 2 Wonogiri dan SMKN 2 Wonogiri, PTM bisa berjalan cukup lancar dengan menjalankan protokol kesehatan ketat. Berdasar evaluasi, guru, murid, dan wali murid merespons kegiatan cukup baik,” kata pejabat yang juga bagian dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Wonogiri itu.

Terpisah, Sekretaris Disdikbud Wonogiri, Sriyanto, menyampaikan hal senada. Dia menilai pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap perlu pembatasan, seperti pembatasan berdasar risiko penularan Covid-19, jumlah siswa, durasi kegiatan, dan lainnya.

UMK Wonogiri 2021 Rp1,827 Juta, Pengusaha Bertahan Sekuat Tenaga

Pada prinsipnya, PAUD-SMP di Wonogiri siap melaksanakan PTM apabila hal tersebut sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat. Sekolah-sekolah di Wonogiri sudah lama mempersiapkan pembelajaran tatap muka dengan pembatasan tertentu.

Kesiapan itu baik secara sarpras, pengaturan jarak tempat duduk, dan standar operasional prosedur (SOP).

“Uji coba PTM pernah akan kami laksanakan. Tapi waktu itu uji coba tidak direalisasikan karena SMAN 2 Wonogiri dan SMKN 2 Wonogiri melaksanakannya terlebih dahulu. Kedua sekolah itu bisa jadi role model [contoh] buat pelaksanaan PTM di PAUD-SMP nanti,” ujar Sriyanto.

Jawaban Keresahan Orang Tua

Dia melanjutkan kebijakan Mendikbud tersebut adalah jawaban atas keresahan orang tua yang selama ini tak bisa selalu mendampingi dan mengawasi anak selama di rumah.

Tak sedikit orang tua yang mengeluhkan hal tersebut. Namun, di sisi lain ada juga orang tua yang khawatir jika anak mengikuti pembelajaran tatap muka.

Hari Ini Dalam Sejarah: 23 November 1174, Ayyubiyah Taklukkan Suriah

Diberitakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menyatakan pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dimulai pada semester genap tahun ajaran 2020/2021 atau pada awal 2021.

“Kalau pun sekolahnya dibuka bahwa orang tua masih bisa tidak memperkenankan anaknya untuk datang ke sekolah untuk melakukan tatap muka. Jadi hak terakhir dari siswa individu walaupun sekolahnya sudah mulai tatap muka masih ada di orang tua,” kata Nadiem melalui keterangan virtual pada Jumat (20/11/2020), seperti dikutip Bisnis.com/JIBI.

Mandat itu tertuang dalam Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom