Wonogiri Kembali Masuk Zona Kuning Covid-19, Bupati Jekek: Ini Luar Biasa

Selama pandemi berlangsung, Wonogiri pernah masuk dalam zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

 Ilustrasi virus corona. (Vecteezy)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi virus corona. (Vecteezy)

Solopos.com, WONOGIRI Kabupaten Wonogiri kembali masuk zona kuning atau risiko rendah dalam persebaran Covid-19. Namun demikian, Pemkab Wonogiri terus melakukan upaya percepatan vaksinasi.

Berdasarkan catatan Solopos.com, Wonogiri kali terakhir masuk zona kuning persebaran Covid-19 sekitar 11 bulan lalu, tepatnya Oktober 2020. Setelah itu Wonogiri selalu masuk zona merah atau oranye dalam persebaran Covid-19. Wonogiri kembali masuk zona oranye pada 12 September 2021.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, membenarkan kali terakhir Wonogiri masuk zona kuning pada Oktober tahun lalu. Selama pandemi berlangsung, Wonogiri pernah masuk dalam zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Baca juga: Vaksinasi Buruh Wonogiri Capai 85%, Sejumlah Perusahaan Masih Antre Vaksin

“Ini capaian yang luar biasa. Kami memohon kepada seluruh pihak untuk lebih menguatkan lagi, lebih menjaga lagi agar stabilitas capaian zona kuning ini bisa bertahan. Syukur bisa turun ke hijau,” kata dia di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Jumat (17/9/2021).

Upaya untuk mempertahankan zona risiko rendah itu merupakan salah satu cara untuk kembali pada satu perilaku normal. Di antaranya di sektor pendidikan, ekonomi, keagamaan, sosial, kebudayaan dan lain-lain.

Kembalinya Wonogiri ke zona kuning, kata Bupati, karena dalam penanganannya ada kerja kolektif beberapa pihak, seperti Satgas, elemen masyarakat, tokoh agama, perangkat desa hingga Ketua RT dan RW.

Baca juga: Bupati Pastikan Pelajar SMP Wonogiri Mulai Divaksin Covid-19 Pekan Depan

“Mereka berkomitmen dan sudah terbangun untuk memerangi Covid-19 dengan baik. Deklarasi dan sosialisasi yang mereka lakukan merupakan salah satu upaya menegakkan disiplin prokes,” ungkap dia.

Memantau Capaian Vaksinasi

Pria yang akrab disapa Jekek itu mengatakan pihaknya tengah fokus untuk memantau capaian vaksinasi yang digelar di 25 kecamatan di Wonogiri. Vaksinasi dilakukan di setiap kecamatan untuk mempresentasikan program pemerintah sekaligus mengedukasi warga agar pada pemahaman yang sama.

Ia mengatakan selama satu pekan ini vaksinasi di Kabupaten Wonogiri selalu menyentuh 16.000 lebih dalam satu hari. Vaksinasi dilakukan setiap Senin hingga Sabtu. Menurutnya, Wonogiri baru saja menerima 14.000 vial vaksin Sinovac yang bisa digunakan untuk 140.000 sasaran.

“Vaksinasi kami kejar terus sampai 75% warga di Wonogiri sudah divaksin dan terbentuk herd immunity, minimal itu. Terlebih saat inu animo masyarakat untuk vaksin luar biasa,” kata Jekek.

Baca juga: PTM di Wonogiri Tak Kunjung Digelar, Begini Pendapat Ketua DPRD


Berita Terkait

Berita Terkini

Kenapa Solo Tidak Jadi Daerah Istimewa Seperti Yogyakarta?

Kenapa Solo Tidak Jadi Daerah Istimewa Seperti Yogyakarta? Begini jawaban dan penjelasan dari sejarawan dari UGM.

Partai Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Acara deklarasi dipimpin Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid, diikuti para pengurus DPC Partai Gerindra se Jateng.

Pengusaha Warung Apung Rawa Jombor Klaten Usul Dapat Ruang 1,5 Hektare

Usulan itu disampaikan setelah mereka mendapatkan sinyal jika warung apung dan pemancingan masih bisa beraktivitas di badan waduk waktu penataan dan revitalisasi Rawa Jombor yang mulai bergulir.

Dari Ponpes Al Qohar Klaten, Tas Kanvas Melalang Buana hingga Eropa

Khusnul mulai serius menjadikan hobi menjahitnya menjadi ladang usaha membikin tas pada 2011 lalu sembari membantu mengelola ponpes.

Bu Bupati, Car Free Day Sukoharjo Kapan Dibuka?

Penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Vaksinasi Pelajar Usia di Atas 12 Tahun di Solo Selesai

Pemkot Solo belum mendapatkan petunjuk soal vaksinasi untuk pelajar di bawah usia 12 tahun.

Kadisdik Solo: Pulang Sekolah Siswa Harus Langsung Pulang

Kepala Disdik Solo Etty Retnowati mengatakan temuan siswa yang terpapar Covid-19 tak selamanya bernilai negatif.

Jumlah Ponpes di Klaten Terus Meningkat, Kini Mencapai 100-an

Pengembangan sistem pendidikan di ponpes membuat banyak warga memilih memondokkan anak mereka.

Selvi Ananda Saat Ditanya Soal Penata Busana Pribadi: Emang Saya Artis?

Selvi mengatakan selama ini menata sendiri semua kebutuhan busananya, dan ia menyiapkannya sehari sebelum acara.

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

Lega, Hasil Tracing Belasan Murid dan Guru SMPN 4 Solo Negatif Covid-19

Disinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan diambil usai hasil tracing tersebut, pihak SMPN 4 Solo masih menanti arahan Disdik.

Khawatir Klaster Baru, Bupati Cabut Izin Acara Konferwil IPPAT Jateng

Pemkab Sukoharjo mencabut izin penyelenggaraan Konferwil IPPAT Jateng karena dinilai melanggar aturan terkait jumlah peserta acara dan khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Lacak Kontak Erat, Guru dan Murid SMPN 8 dan SMPN 4 Solo Di-Swab PCR

Pada Jumat (22/10/2021), sekitar 310 siswa plus guru di SMPN 8 Solo menjalani tes swab PCR sebagai tindak lanjut munculnya 11 kasus positif dalam tes acak di sekolah tersebut,

Baru 2 Hari Polres Karanganyar Gelar Doa Bersama, Ada Kecelakaan Lagi

Satlantas Polres Karaganyar pada Rabu (22/10/2021) menggelar doa bersama memohon agar tidak ada lagi kecelakaan. Hanya dua hari berselang, terjadi lagi kecelakaan.

Boyolali Kirim 5 Atlet ke Peparnas Papua XVI

 Para atlet dari Boyolali ini akan bertanding untuk cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, menembak, dan atletik.