Wong Sragen Tagih Janji Pemkab Soal Alus Dalane Gampang Sandang Pangane

Warga Sragen di kawasan utara Bengawan Solo mengeluhkan jalan rusak yang lama tak tersentuh perbaikan. Mereka menagih slogan Alus Dalane Gampang Sandang Pangane yang digaungkan Pemkab.

 Jalan Tengaran di Desa Katelan, Tangen, Sragen yang menghubungkan Desa Srawung, Kecamatan Gesi, Sragen, sepanjang 3 km rusak parah. Foto diambil belum lama ini. (Istimewa/Sri Wahono)

SOLOPOS.COM - Jalan Tengaran di Desa Katelan, Tangen, Sragen yang menghubungkan Desa Srawung, Kecamatan Gesi, Sragen, sepanjang 3 km rusak parah. Foto diambil belum lama ini. (Istimewa/Sri Wahono)

Solopos.com, SRAGEN — Slogan Alus Dalane Gampang Sandang Pangane atau Halus Jalannya Mudah Sandang dan Pangannya yang digaungkan Pemkab Sragen belum sepenuhnya terwujud dalam realitas.

PromosiRehabilitasi Pencandu Narkoba Lebih Efektif Secara Sukarela

Setidaknya demikian yang dirasakan warga Sragen di kawasan utara Bengawan Solo. Banyak ruas jalan penghubung antarkecamatan di utara Bengawan Solo yang rusak cukup arah. Namun hingga saat ini belum tersentuh perbaikan. Oleh karenanya mereka menagih janji Pemkab.

Wakil Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas) Sri Wahono, menyebut ada empat jalan penghubung antarkecamatan yang rusak parah. Empat ruas jalan itu di antaranya Jalan Bugel di Desa Dukuh, Kecamatan Tangen menuju ke Dukuh Bawang di Desa Polen,g Kecamatan Gesi dan Jalan Mlale menuju Bago Lohmandi Ngepringan di Kecamatan Jenar.

Baca Juga: Jalan Menuju Warung Apung WKO Rusak, 2 Tahun Belum Diperbaiki

Kemudian Jalan Made Gabus, Kecamatan Ngrampal menuju ke Kedungupit, Kecamatan Sragen Kota; dan Jalan Tengaran Katelan, Kecamatan Tangen ke Srawung, Kecamatan Gesi.

“Selain itu ada Jalan Denanyar-Towo-Pule yang menghubungkan ke Desa Bangsri, Geyer, Grobogan, sudah disurvei pegawai DPU [Dinas Pekerjaan Umum] Sragen. Kerusakan jalan itu sudah cukup lama, ada yang sudah 9-10 tahun. Seperti Jalan Tengaran-Srawung itu sudah rusak parah selama sembilan tahun,” kata Wahono saat dihubungi Solopos.com, Kamis (6/1/2022).

Wahono menyatakan dengan banyaknya jalan rusak, pihaknya mendesak Pemkab Sragen supaya jalan-jalan itu diperbaiki. “Kasihan masyarakat yang patuh bayar pajak namun fasilitas umum rusak tidak segera diperbaiki. Dulu slogannya Alus Dalane Gampang Sandang Pangane. Slogan itu harus dibuktikan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Sragen, Albert Pramono Soesanto, mengakui belum semua jalan di Sragen kondisinya baik. Hanya 81% atau 1.020,25 km jalan yang baik.  Sisanya 19% di antaranya dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat.

Albert mengatakan tahun ini Pemkab Sragen sudah mengalokasikan anggaran Rp37,836 miliar untuk rekonstruksi, rehabilitasi, peningkatan, dan pemeliharaan jalan dan jembatan. Ada 11 ruas jalan yang akan dibangun dan dua jembatan yang akan dilebarkan tahun ini.

Sementara jalan dari Made di Gabus Ngrampal hingga ke Karangudi yang nantinya tembus ke Kedungupit akan dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK) reguler senilai Rp1,9 miliar. Pembangunan jalan lainnya dilakukan berdasarkan skala prioritas.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

RSI Surakarta Resmi Luncurkan Layanan BPJS Kesehatan

Adanya layanan BPJS Kesehatan ini bisa meningkatkan pelayanan kepada seluruh pasien RSI Surakarta sesuai prosedur pelayanan yang berlaku.

2 Perempuan Diduga Pelaku Prostusi Online Ditangkap di Indekos Solo

Tim gabungan menangkap dua orang perempuan yang diduga pelaku prostitusi online saat tengah berdua-duaan dengan laki-laki di kamar indekos wilayah Serengan, Solo.

Tengah Malam di Bangunan Tua Rumah Jagal Solo, Serem Lur!

Rumah jagal atau pemotongan hewan di kompleks Kantor DKPP Solo merupakan salah satu bangunan tua dari awal 1900-an yang masih terjaga keasliannya.

Pandemi Belum Berakhir, Tim Gabungan Solo Gencarkan Lagi Razia Masker

Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkot Solo kembali menggencarkan razia masker untuk mengingatkan masyarakat yang mulai abai menerapkan protokol kesehatan padahal pandemi belum berakhir.

Kasus Covid-19 Wonogiri Naik, Jekek Minta PTM 100 Persen Dievaluasi

Jekek menilai perlu ada strategi baru untuk mencegah penularan Covid-19 varian Omicron di lingkungan satuan pendidikan.

Waduh, Banyak Naskah Kuno Berharga di Mangkunegaran Solo Hampir Rusak

Kondisi naskah-naskah atau manuskrip kuno di perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Solo hampir rusak sementara upaya penyelamatan terkendala sarpras.

BBWSBS Hitung Lagi Kebutuhan Anggaran Revitalisasi Rawa Jombor

BBWSBS sebelumnya sudah mengusulkan ke Kemen PUPR agar mengalokasikan anggaran Rp68 miliar untuk kegiatan revitalisasi Rawa Jombor pada 2023.

Giliran Soropaten, Mranggen, & Manjungan Klaten Dapat SK Desa Wisata

Tiga desa yang memperoleh SK bupati Klaten tentang desa wisata, yakni Desa Soropaten, Kecamatan Karanganom; Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, dan Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.

Tambah Terus, 200-An Pemulung Mengais Rezeki di TPA Putri Cempo Solo

Jumlah pemulung yang mengais rezeki di antara tumpukan sampah TPA Putri Cempo Mojosongo, Solo, terus bertambah dari tahun ke tahun,

Sibangga Jadi Wadah Polres Sukoharjo Gali Permasalahan Masyarakat

Kapolres menambahkan permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian melainkan juga ada peran masyarakat di dalamnya.

Molor, Proyek 2021 Jalan Watuondo-Pogog Wonogiri Tak Kunjung Rampung

Hingga Januari ini proyek jalan Watuondo, Kecamatan Bulukerto-Pogog, Kecamatan Puhpelem senilai Rp3,985 miliar belum rampung.

Buat yang Mau Wisata Lampion Imlek, Dapat Pesan dari Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memberikan sejumlah pesan kepada warga yang ingin berwisata menikmati keindahan lampion Imlek di Pasar Gede dan Balai Kota Solo.

Kasus Naik Lagi, Jekek: Covid-19 Enggak Bisa Ditangkal dengan Akik

Joko Sutopo menegaskan Covid-19 tidak dapat ditangkal hanya dengan akar bahar, akik, atau benda lain yang dianggap memiliki kekuatan tertentu.

Duh, Kasus Aktif Covid-19 di Wonogiri Naik Lagi

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wonogiri menilai kasus aktif Covid-19 di Wonogiri naik lagi lantaran penerapan protokol kesehatan kendur.

Penyelesaian Sengketa Lahan Sriwedari Solo Bisa Jadi Legacy Gibran

Penyelesaian sengketa lahan Sriwedari Solo antara Pemkot dengan ahli waris RMT Wirjodiningrat bisa menjadi legacy atua warisan Gibran sebagai Wali Kota kelak.

Bupati Wonogiri Buka Ruang Audiensi dengan Tenaga Honorer

Bupati Joko Sutopo menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui yang dimaksud pemerintah pusat mengenai penyelesaian masalah tenaga honorer dengan batas waktu 2023.