Tutup Iklan

WNI GABUNG ISIS : Antisipasi ISIS, Warga Solo Diawasi Sampai Tingkat RT

 Sejumlah anggota Sapol PP Sukoharjo menghapus gaffiti ISIS di kawasan Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Selasa (5/8/2014). (Iskandar/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Sejumlah anggota Sapol PP Sukoharjo menghapus gaffiti ISIS di kawasan Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Selasa (5/8/2014). (Iskandar/JIBI/Solopos)

WNI gabung ISIS kini menjadi momok. Kini, setiap lurah dan pengurus RT/RW diminta mengawasi warganya.

Solopos.SOLO — Seluruh pengurus RT/RW di wilayah Solo diminta aktif mengawasi segala bentuk kegiatan di lingkungan masing-masing. Mereka juga diminta mendata setiap penduduk yang datang dan pergi untuk mengantisipasi berkembangnya paham radikal seperti Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Kota Solo.

Sekretaris Daerah (Sekda) Solo Budi Suharto ketika dijumpai Solopos.com di Balai Kota, Kamis (25/3/2015) petang, mengatakan telah meminta lurah untuk mendata penduduk termasuk kontrakan dan indekos di lingkungan masing-masing.

Dari lurah, instruksi ini nanti akan ditindaklanjuti sampai ke tingkat RT/RW. Dia menegaskan pendataan penduduk dilakukan bukan lantaran mencurigai siapa penghuni rumah tersebut, namun sebagai langkah antisipasi masuknya kelompok radikal termasuk ISIS Indonesia. Selain itu mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban.

“Keterlibatan RT/RW mengawasi wilayahnya sangat penting. RT/RW harus aktif ketika ada kegiatan yang mencurigakan di lingkungannya langsung melaporkan,” katanya.

Sekda juga mengatakan telah menerjunkan petugas perlindungan masyarakat (linmas) untuk memantau dan mengawasi kegiatan ke wilayahannya. Tak hanya itu, Pemkot Solo semakin mengintensifkan penyuluhan, utamanya kepada pelajar terkait paham radikal.

Penyuluhan ini dilakukan lantaran masuknya Kota Solo di Indonesia yang berpotensi berkembangnya kelompok radikal. Apalagi, dia mengatakan adanya beberapa peristiwa yang terjadi di Solo, termasuk dekalarasi dan bermunculannya lambang ISIS.

Menurutnya, perlu dilakukan upaya pencegahan berkembangnya paham radikal tersebut. Upaya itu antara lain dengan melakukan penyuluhan dan mengoptimalkan forum keagamaan yang ada. “Kita lakukan komunikasi persuasif,” terangnya.

Suharso mengatakan sasaran penyuluhan paham radikal lebih mengarah kepada pelajar di Kota Solo. Hal ini dinilai sangat penting mengingat pelajar masih dalam kondisi labil sehingga mudah untuk dipengaruhi. “Kami melakukan deteksi dini penyebaran paham radikal di Solo. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi kemunculan gerakan radikal,” katanya.

Dia mengatakan diperlukan peran serta masyarakat dalam mengantisipasi gerakan radikal. Tentunya juga mengantisipasi paham yang tidak sejalan dengan pemerintah.


Berita Terkait

Berita Terkini

Dukung Kinerja Pelaksanaan APBN, KPPN Klaten Terapkan Fresh Office

KPPN Klaten siap mendukung perluasan fungsi Kanwil Ditjen Perbendaharaan sebagai Regional Chief Economist.

MPR Marah Anggaran Berkurang, Menkeu: Fokus Corona!

Kemarahan MPR dipicu tindakan Sri Mulyani yang dua kali tidak hadir memenuhi undangan MPR umtuk membahas pemotongan anggaran tersebut.

Perputaran Uang Penangkaran Jalak Bali di Klaten Rp12 Miliar per Tahun

Dari ratusan penangkar Jalak Bali, 199 penangkar atau sekitar 90 persen terdapat di Klaten.

Pemkot Jogja Bentuk Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hingga RW

Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja membentuk koordinator sukarelawan pemadam kebakaran se-Kota Jogja yang tersebar di 45 kelurahan.

UMK Jateng 2022 Ditetapkan, Rata-Rata Naik 0%, Paling Tinggi Sukoharjo

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, telah menetapkan UMK 2022 untuk 35 kabupaten/kota di Jateng yang kenaikannya rata-rata sangat minim.

Pencairan Dana Bermasalah, KSP Sejahtera Bersama Ditegur Pemkot Solo

Pemkot Solo memberikan teguran dan peringatan kepada KSP Sejahtera Bersama Regional Solo agar segera menyelesaikan pembayaran uang simpanan anggotanya.

Hari AIDS Sedunia, Para Pesohor Ini Tunjukkan Kepedulian

Ada sejumlah pesohor tunjukkan kepedulian terhadap HIV/AIDS.

Sukoharjo Hari Ini: 1 Desember 2013, Pelaku Gendam Dihajar Massa

Delapan tahun lalu, tepatnya pada 1 Desember 2013, warga Makamhaji, Sukoharjo, ramai-ramai menangkap dan menghajar terduga pelaku gendam.

Tren Kasus HIV/AIDS Pada Ibu Hamil di Sragen Naik 4 Tahun Terakhir

Hingga awal Desember 2021 ini terdapat 20 kasus baru HIV/AIDS pada ibu hamil di Sragen.

71 Jalak Bali Penangkaran Klaten Dilepasliarkan ke Pulau Dewata

Sesuai Permenhut No P.19/Menhut-II/2005 tentang Penangkaran Tumbuhan dan Satwa Liar, penangkar wajib mengembalikan minimal 10 persen dari hasil penangkaran habitat alam.

Hari AIDS Sedunia, WOM Finance Serahkan Bantuan ke Yayasan Lentera Solo

Untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, WOM Finance menyerahkan bantuan ke Yayasan Lentera Nusantara Solo.

Serba Serbi Covid-19 Omicron, Jangan Panik Tetap Waspada!

Inilah serba-serbi varian baru virus corona penyebab Covid-19, Omicron, yang saat ini menyebar di Afrika.

Kapal Bermuatan Pupuk Kebakaran di Perairan Cilacap

Sebuah kapal bermuatan pupuk mengalami kebakaran di perairan Teluk Penyu, Cilacap.

Gass! Xiaomi 12 Bakal Pakai Chipset Snapdragon 8 Gen 1

Bos Xiomi Lei Jun mengumumkan Xiomi 12 bakal didukung chipset terbaru Qualcomm yakni Snapdragon 8 Gen 1.

Piala Soeratin Segera Dimulai, Jateng Ada 29 Peserta

Kompetisi Piala Soeratin U-17 Asprov PSSI Jateng 2021 resmi dimulai 6 Desember 2021. Sebanyak 29 peserta sebagai wakil kota dan kabupaten dipastikan mengirim wakil mereka.