WNI DITANGKAP DI BRUNEI : Bukan Kelompok Radikal, Peluru Dimasukkan Oleh Anaknya

WNI DITANGKAP DI BRUNEI : Bukan Kelompok Radikal, Peluru Dimasukkan Oleh Anaknya

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Amunisi (Foto: Dokumentasi)

WNI yang ditangkap di Brunei karena membawa peluru ternyata dikerjai anaknya sendiri.

Solopos.com, JAKARTA -- Pemerintah memastikan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan di Brunei Darussalam karena membawa barang mencurigakan tidak terlibat dengan kelompok radikal manapun.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan anak Rustawi Tomo Kabul sengaja memasukkan peluru dan benda mencurigakan lainnya ke dalam tas orang tuanya yang akan berangkat umrah.

“Anaknya sudah mengakui dan BIN [Badan Intelijen Negara] sudah mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut,” kata Menteri Tedjo di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Menteri Tedjo menuturkan anak Rustawi mengaku kesal dengan keberangkatan orangtuanya untuk umrah karena keinginannya tidak pernah dipenuhi. Hal itu membuat si anak berinisiatif memasukkan benda mencurigakan ke dalam tas ayahnya.

Pemerintah Brunei Darussalam sebelumnya bersedia untuk menyelesaikan persoalan warga negara Indonesia dengan yang tertangkap membawa peluru dengan baik bersama pemerintah.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brunei Darussalam telah menerima notifikasi terkait penahanan tiga orang WNI yang melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Jeddah, Arab Saudi menggunakan penerbangan Royal Brunei.

Penahanan tersebut dilakukan karena ketiga WNI tersebut kedapatan membawa barang yang mencurigakan, termasuk beberapa butir peluru di dalam tas/koper yang dibawanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

H+1 Lebaran Jalanan Wonogiri Kok Ramai, Ternyata Ini Alasannya

Arus lalu lintas di Wonogiri pada H+1 Lebaran atau hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021) terpantau ramai lancar. Banyak warga yang berwisata maupun bersilaturahmi.

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.