Tutup Iklan

Witpari Gagas Bantuan Etalase Produk UMKM Karanganyar

Wirausaha Tangguh Bumi Intanpari (Witpari) menggagas perluasan akses pemasaran melalui pembuatan etalase atau rak display produk.

 Pemasangan etalase display UMKM Kabupaten Karanganyar. (Istimewa)

SOLOPOS.COM - Pemasangan etalase display UMKM Kabupaten Karanganyar. (Istimewa)

Solopos.com, KARANGANYAR — Pelaku usaha perdagangan sekaligus produsen berbagai produk usaha kecil yang tergabung dalam Wirausaha Tangguh Bumi Intanpari (Witpari) menggagas perluasan akses pemasaran melalui pembuatan etalase atau rak display produk.

Etlase ini dititipkan ke pusat oleh-oleh, pusat kuliner, dan tempat strategis lainnya. Dalam rak etalase tersebut akan dipajang hasil produk khasdari Kabupaten Karanganyar untuk memperluas jangkauan pemasaran.

Ketua Witpari Karanganyar, Yenni Maula Chrisliana, mengatakan bantuan itu terus digagas dengan berbagai pihak. Witpari membuka pintu kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperbanyak jumlah etalase UMKM Karangnayar.

Baca Juga : 3 E-Commerce Dampingi 50 UMKM Solo Hingga Mahir Jualan Online

“Semoga pengadaan etalase  ini menjadi pembuka rezeki bagi para pelaku usaha perdagangan dan produsen di level mikro di tengah pandemi yang masih mewabah hingga saat ini,” ujar Yenni, Jumat (22/10/2021).

Pengadaan etalase dimaksud untuk membantu memperbaiki nasib para pelaku UKM dan pedagang kecil di wilayah Kabupaten Karanganyar. Terlebih perekonomian masyarakat Bumi Intanpari yang ditopang oleh pertanian telah menumbuhkan banyak wirausahawan, termasuk di dalamnya usaha-usaha yang berkaitan dengan produk olahan makanan.

Cukup banyak usaha kecil menengah di Karanganyar yang mengambil segmen produk makanan/minuman olahan sebagai mata pencaharian mereka. Banyaknya tempat Wisata juga memberikan peluang bagi pelaku UMKM Karanganyar memasarkan produk di berbagai tempat wisata. Atau bahkan tempat-tempat pendukung pariwisata lainnya seperti hotel, restoran, pusat oleh-oleh maupun rest area.

Baca Juga : Kompor Bikinan Lulusan SMP asal Klaten Laris di Pasar Online

Witpari mengapresiasi Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Karanganyar yang telah memfasilitasi produk-produk UKM tersebut agar tembus ke pasar modern melalui akses ke toko-toko dan pusat belanja di Bumi Intanpari.

“Program etalase display diharapkan mampu menambah minat dan daya tarik konsumen lantaran sudah dibranding sebagai produk binaan Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Karanganyar,” ujar Yenni.

Bagi pihak yang ingin ikut bekerja sama program ini, Witpari masih membuka peluang. Termasuk program corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di Soloraya. Cukup dengan mengontak pengurus Wipari di sekretariat di Perum Manggeh Anyar Blok C.1/No.9, RT 004/RW 013 Lalung Karanganyar atau kontak di nomor 081804593609.


Berita Terkait

Espos Plus

Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

+ PLUS Mengenal Prawirodigdoyo, Sosok Penunggang Kuda di Simpang 4 Karanggede

Kebanyakan warga salah kaprah dengan menganggap patung penunggang kuda di simpang empat Karanggede Boyolali adalah Pangeran Diponegoro, padahal sosok penunggang kuda itu adalah Raden Tumenggung Prawirodigdoyo.

Berita Terkini

Tanah Dikeruk Untuk Proyek Tol, Warga Pedan Klaten Blokir Jalan

Warga Dukuh Blasinan, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Klaten, dengan kegiatan pengerukan yang dilakukan tanpa sosialisasi dan memakan sebagian lahan warga.

Kongres ke-41 di Solo, Syarikat Islam Didorong Fokus Ekonomi Halal

Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, menyebut potensi ekonomi halal luar biasa, namun belum banyak dikembangkan. Ia mendorong Syarikat Islam menjadi pelopor ekonomi halal.

Edarkan Sabu-Sabu, 2 Warga Solo dan Boyolali Dikukut Polisi

Satres Narkoba Polresta Solo berhasil menangkap dua pengedar sabu-sabu saat bertransaksi di Pucangsawit, Jebres, Solo. Kedua tersangka masing-masing warga Klego, Boyolali dan Laweyan, Solo.

Gegara Puntung Rokok, Rumah Warga Karangmojo Tasikmadu Ludes Terbakar

Nyaris semua perabotan di rumah Samiyati di Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar, ludes dilalap api yang diduga berasal dari puntung rokok yang membakar kasur.

Harga Cabai Rawit Merah di Sragen Meroket, Tembus Rp57.000/Kg

Musim hujan membuat cabai lebih cepat membusuk. Kondisi ini membuat harganya menjadi naik, seperti yang terjadi di Sragen.

Hadiri Pramuka Berselawat, Ganjar Ketemu Habib Syech di Solo

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menghadiri acara Pramuka Berselawat yang diisi Habib Syech di Kota Solo.

Lowongan Perangkat Desa di Sragen Bertambah Jadi 228 Kursi

Kabag Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Sragen menekankan pentingnya transparansi dan taat aturan dalam menjalankan seleksi perangkat desa agar tak menimbulkan masalah.

Ini Alasan Semua Rumah di Dusun Ginade Wonogiri Menghadap ke Selatan

Semua rumah di Dusun Ginadewetan dan Ginadekulon, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupaten Wonogiri, menghadap ke selatan.

Satukan Perbedaan, Ketum PKR Tuntas Subagyo Gelar Doa Lintas Agama

Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, menekankan pentingnya toleransi antarumat beragama di Indonesia yang plural.

Atap 2 Ruangan SDN 1 Toyogo Sragen Disangga Bambu, KBM Siswa Dipindah

Kepala SDN 2 Toyogo, Sambungmacan, Sragen, khawatir jumlah siswa sekolahnya akan berkurang karena kondisi gedung yang rusak.

Diduga Kena Jebakan Tikus, Nenek Pikun Asal Sragen Ditemukan Meninggal

Nenek diduga pikun, Tugiyem, 72, warga Sidoharjo, Kabupaten Sragen, ditemukan meninggal di area persawahan, Sabtu (4/12/2021) diduga karena tersetrum jebakan tikus beraliran listrik.

Forum Kades Sragen Gandeng Praktisi Kaji Perbup Pengelolaan Aset Desa

Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Sragen berupaya mengambil langkah hukum untuk bisa mendorong Bupati mengkaji ulang Perbup No, 76/2017 yang dinilai merugikan mereka.

Harga Tanah di Solo Lebih Ngeri Lagi Lur, Capai Rp65 Juta/M2

Berikut ini terdapat informasi harga tanah di Kota Solo, Jawa Tengah, yang ada mencapai Rp65 juta per meter persegi.

Harga Tanah di Solo Baru Capai Rp25 Juta/M2, Minat Beli Lur?

Harga tanah di kawasan modern Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, ada yang mencapai Rp25 juta per meter hlo, minat beli enggak lur?

Ada Peristiwa Mistis 1970 di Balik Asal Usul Makamhaji Sukoharjo

Di balik asal usul Desa Makamhaji di Sukoharjo, Jawa Tengah, ada peristiwa mistis yang terjadi pada tahun 1970-an. Apa itu?

Dibanding Colomadu, Harga Tanah di Solo Baru Lebih Ngeri Lur!

Ternyata segini hlo harga tanah di Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Enggak ada apa-apanya dengan Colomadu, Karanganyar!