Ilustrasi Jalan Malioboro Jogja (Pictagram)

Solopos.com, SOLO – Seorang wisatawan keberatan dengan harga nasi gudeg yang disantap di warung lesehen depan Pasar Beringharjo atau kawasan Malioboro Jogja. Merasa harga makanannya terlalu mahal, wisatawan tersebut melapor kepada Kantib Pasar Beringharjo, Sabtu (8/6/2019).

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, wisatawan dari Klaten, Jawa Tengah, itu membayar Rp106.000 untuk empat porsi nasi gudeg. Dia agaknya kaget dengan total makanan yang harus dibayar karena si pemilik warung tidak memasang daftar harga.

Mendapat laporan itu, petugas Kantib Pasar Beringharjo langsung mendatangi warung lesehan yang dimaksud untuk meminta menjelasan. Setelah dicek, ternyata harga yang diberikan sesuai dengan yang tertera dalam daftar harga.

Kejadian unik tentang harga makanan yang naik di momen libur Lebaran 2019 itu menuai beragam tanggapan dari netizen. Ada yang merasa harga tersebut wajar. Namun, tak sedikit pula netizen sependapat dengan si wisatawan yang menganggap harga nasi gudeg tersebut mahal.

“Gudeg itu memang mahal. Memangnya kayak bikin sop. Air mendidih dicampur sayur plus bumbu langsung matang,” komentar pengguna akun Facebook Fera Mustika Saksono di fanpage Solopos.com, Rabu (12/6/2019).

Pembeli bisa dituntut karena mencemarkan nama baik. Bisa dilaporkan atas dasar perbuatan yang merugikan orang lain. Pedagang di bawah asosiasi pedagang kaki lima Indonesia [Apkli] memiliki AD/ART,” sambung Suhadi Amd.

Lebaran itu wajar semuanya mahal. Aku kemarin beli cilok Rp5.000 dapat elapan butir. Padahal hari biasa sebiji cuma Rp500,” imbuh Lilis Nurma Suryanto.

Untuk empat porsi sudah wajar. Apalagi di kawasan Malioboro,” sahut Aisyah Nur Afifah.

Menurut keterangan pelapor, dia membeli dua nasi gudeg plus ayam dengan harga Rp35.000 per porsi dan nasi gudeg plus telur seharga Rp30.000 per porsi. Dia juga membeli dua botol air mineral seharga Rp6.000 per kemasan. Jadi, total yang dibayarkan Rp142.000.

Sementara menurut keterangan pedagang, harga dua nasi ayam masing-masing Rp30.000, dua nasi telur masing-masing Rp17.000 dan air mineral masing-masing Rp6.000. Sehingga totalnya sesuai dengan harga yang diberikan, yakni Rp106.000.

Kabid Penataan, Pengembangan dan Pendapatan Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Gunawan Nugroho, mengatakan kesalahan penjual tersebut adalah tidak memasang daftar harga. Sebelumnya ia juga telah mengimbau untuk semua pedagang di Malioboro agar memasang daftar harga. Hal ini bertujuan agar konsumen bisa tahu dan menghitung sendiri berapa harga yang harus dibayarkan, sehingga tidak merasa dijebak.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten