Wisatawan dari Luar Kota Serbu New Kemukus Sragen, Begini Suasananya

Wisatawan dari luar kota mulai menyerbu objek wisata The New Kemukus di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sejak Selasa (3/5/2022).

 Pengunjung menikmati pemandangan di promenade Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Rabu (4/5/2022). (Espos/Wahyu Prakoso)

SOLOPOS.COM - Pengunjung menikmati pemandangan di promenade Objek Wisata Gunung Kemukus, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, Rabu (4/5/2022). (Espos/Wahyu Prakoso)

Solopos.com, SRAGEN — Wisatawan dari luar kota mulai menyerbu objek wisata The New Kemukus di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sejak Selasa (3/5/2022).

Pantauan Solopos.com, Rabu (4/5/2022), wisatawan berdatangan mulai pukul 16.00 WIB. Umumnya, warga mengendarai kendaraan pribadi, seperti mobil dan sepeda motor.

PromosiMengenal Achmad Baiquni, Ahli Nuklir Pertama Indonesia Kelahiran Solo

Kendaraan yang datang ke The New Kemukus didominasi pelat nomor luar kota. Mereka datang bersama keluarga untuk melihat destinasi wisata dengan konsep baru tersebut.

Penanggung Jawab objek wisata The New Kemukus Sragen, Marcellus Suparno, mengatakan jumlah pengunjung belum begitu banyak pada Senin (2/5/2022). Dia mencatat 1.436 pengunjung pada Senin.

Jumlahnya meningkat menjadi 3.022 pengunjung pada Selasa. Kemudian, jumlah pengunjung pada Rabu (4/5/2022) siang sekitar 400 sampai 500 orang.

Baca Juga : 300 Keluarga Tak Perlu Bayar Tiket Masuk Kemukus Sragen, Kok Bisa?

“Dengan adanya libur panjang, harapan kami bisa mencapai 15.000 orang pengunjung mulai Senin [2/5/2022] sampai Minggu [8/5/2022]. Namun, dua hari ini masih minim,” paparnya.

Dia mengatakan sempat terjadi kepadatan arus kendaraan selama 30 menit sepanjang jembatan sampai pintu masuk. Penyebabnya, ada sejumlah pengunjung yang memarkir kendaraan di sekitar pintu masuk.

Alasan lain, lanjutnya, banyak pengunjung datang pada Selasa sore. “Lebaran kedua mungkin banyak berkunjung ke tempat simbah lalu main ke New Kemukus. Pengunjung kebanyakan dari Sragen, Solo, Semarang, dan luar kota lain sebagian kecil,” kata dia.

Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Samudra Indah, Sulfian, 45, menjelaskan kondisi wisata The New Kemukus ramai selama dua hari terakhir.

Baca Juga : Ketemu Puan & Menteri PUPR, Bupati Tagih Rampungkan New Kemukus Sragen

Menurutnya jumlah pengunjung sama seperti ketika New Kemukus viral setelah revitalisasi. Banyak warga penasaran dengan citra baru Gunung Kemukus.

“Dampaknya kepada pedagang sekitar diuntungkan. Anggota kami ada 37 orang namun saat Lebaran yang aktif berjualan kurang dari itu,” ungkapnya.

Kapolsek Sumberlawang, Iptu Joko Warsito, menjelaskan Polsek Sumberlawang melakukan patroli secara intens ke sejumlah objek vital di Sumberlawang, termasuk kawasan New Kemukus.

Personel Polsek Sumberlawang menyebar di pintu masuk, area parkir, dan promenade.

Baca Juga : Pemkab Sragen Lirik 3 Desa Ini untuk Menunjang Wisata New Kemukus

Polisi mengingatkan pengunjung untuk memakai masker selama berwisata. Mereka menyampaikan imbauan menggunakan pengeras suara.

“Masyarakat banyak yang datang ke sekira pukul 16.00 WIB. Mereka kebanyakan melakukan selfie serta ingin menikmati pemandangan air Waduk Kedung Ombo,” ujarnya.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.

Investor Swasta Lirik Potensi Wisata Wonogiri, Ini Respons Bupati Jekek

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, merespons kehadiran investor swasta di bidang wisata untuk ikut membangun destinasi wisata di wilayah tenggara Provinsi Jawa Tengah itu.

Video Viral Wali Kota Gibran Punguti Sampah di CFD Solo

Aksi Wali Kota Gibran Rakabuming Raka memunguti sampah di kawasan CFD Solo viral di media sosial.

Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono Dimakamkan di Tanah Kelahiran Sragen

Jenazah mantan Bupati Wonogiri, Oemarsono, dimakamkan di tanah kelahiran Dukuh Cungul RT 035, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah pada Senin (23/5/2022).