WISATA WONOGIRI : Pengelola WGM Tambah Wahana Baru, Ini Bentuknya
Hartati menunjukkan pagar sepeda onthel kepada anaknya yang digendong di arena outbound di kawasan Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM), Sabtu (30/7/2016). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Wisata Wonogiri, objek wisata Waduk Gajah Mungkur bertambah wahana berupa arena outbound.

Solopos.com, WONOGIRI--Kawasan Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur (OW WGM) Wonogiri memiliki arena outbound seluas 300 meterpersegi (m2) yang siap dioperasikan. Arena outbound tersebut bersegmentasi anak-anak hingga dewasa.

Pantauan Solopos.com, Sabtu (30/7/2016), arena outbound berada di sisi barat lapangan OW WGM. Lokasi dikelilingi pagar yang terbuat dari rangka sepeda onthel, seperti bagian velek, rangka utama, standrat atau besi penyangga, pedal, setang, dan sebagainya. Bagian-bagian sepeda itu dirangkai sedemikian rupa dan bercat warna-warni. Di lokasi tersebut terdapat sejumlah sarana permainan, seperti jalur flying fox, dua kolam, ban-ban mobil yang digantung, dan sebagainya. Arena outbound dibangun Pengurus Koperasi Bina Satwa Sejahtera.

Ketua Pengurus Koperasi Bina Satwa Sejahtera Wonogiri, Pandoyo, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu, menyampaikan arena outbound dibangun menggunakan dana hibah dari Kementerian Koperasi (Kemenkop) senilai Rp500 juta pada 2015. Namun, saat itu pembangunan belum bisa selesai 100 persen. Pengurus melanjutkan proyek dengan membangun 10 unit kamar mandi, sumur dalam sedalam 80 meter, dan sarana pendukung lainnya dengan dana swadaya koperasi pada 2016.

“Arena outbound kami beri nama Bistra Outbound Camp. Bistra akronim dari nama koperasi, yakni Bina Sejahtera. Arena outbound sudah siap dioperasikan. Kami segera mempromosikan kepada masyarakat Wonogiri dan sekitarnya,” kata Pandoyo.

Dia melanjutkan arena outbound satu-satunya yang dikelola koperasi di Wonogiri itu diperuntukkan bagi kelompok anak-anak hingga dewasa. Pihaknya sudah memiliki delapan instruktur terlatih yang siap memberikan berbagai permainan penuh tantangan bagi peserta. Sebelumnya para instruktur mendapat pelatihan dari konsultan wisata di Jogja selama tiga hari. Setelah itu mereka mempraktikkan kemampuan mereka dengan melibatkan kelompok anak-anak SD sekitar OW WGM di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri.

“Khusus permainan flying fox belum bisa kami jalankan. Kami masih akan membeli peralatan pendukung lainnya, seperti berbagai tali dan sarana pengaman,” imbuh Pandoyo.

Persyaratan agar bisa memanfaatkan fasilitas Bistra Outbound Camp cukup mudah. Kelompok peserta minimal harus beranggotakan 20 orang dan membayar biaya masuk senilai Rp50.000-Rp60.000/orang. Biaya itu khusus bagi anak-anak. Biaya bagi peserta dewasa saat ini masih dikalkulasi. Permainan berlangsung maksimal selama tiga jam. Peserta akan mendapat nilai tambah. Selain dapat menikmati berbagai permainan tantangan, peserta juga dapat menikmati keindahan WGM yang legendaris dan berbagai wahana di objek wisata setempat.

“Yang unik dari arena outbound kami yakni pagarnya. Pagar dibuat dari rangka sepeda onthel yang dirangkai [dilas]. Pagar itu bagian tak terpisahkan dari arena,” ujar dia.

Pengunjung OW WGM Wonogiri asal Banjarnegara, Edi, menilai arena outbound yang berada di kawasan wisata seperti Bistra Outbound Camp jarang ada. Dia menilai pengelola pintar memanfaatkan kawasan wisata untuk menjaring pengunjung.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom