Wisata Tubing Menjing Sukoharjo Ditutup Sementara Karena Arusnya Deras
Kondisi arus di Sungai Menjing, Gayam, Sukoharjo, deras sehingga aktivitas tubing ditutup sementara. Foto diambil Jumat (28/2/2020). (Solopos/ Indah Septiyaning W.)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Wisata tubing di wilayah RW 009 Kampung Menjing, Kelurahan Gayam, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo, ditutup sementara waktu.

Selain untuk pembenahan, penutupan sementara itu dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan air akibat tingginya curah hujan belakangan ini.

Koordinator lapangan sekaligus operator Wisata Tubing Kali Menjing Erick Bhakti Susilo yang akrab disapa Erick Motolowo mengatakan arus sungai meningkat dan sangat deras dengan intensitas hujan yang tinggi belakangan ini.

Ada Pabrik Pupuk Palsu di Pracimantoro, Bupati Wonogiri Mengaku Kecolongan

Kondisi ini dinilai tidak memungkinkan untuk operasional tubing karena bisa mengancam keselamatan pengunjung.

"Jadi tubing kami tutup sementara sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Kami akan melihat faktor alam dulu, kalau masih hujan ya tidak dibuka dulu," kata dia saat dijumpai wartawan di rumahnya, Jumat (28/2/2020).

Erick mengatakan selama ini tubing yang dikelola warga dibuka setiap hari Sabtu, Minggu, dan libur nasional. Rata-rata jumlah pengunjung di hari tersebut mencapai 150 orang.

Pendapatan dalam sebulan sekitar Rp1,5 juta. Secara otomatis penutupan sementara tubing membuat pendapatan tersebut mandek.

Uji Coba Persis Solo Vs Semen Padang Batal Digelar Akhir Pekan Ini

"Pendapatan selama ini kami gunakan untuk pengembangan wisata tubing," katanya.

Pengembangan dilakukan seiring mulai meningkatnya jumlah pengunjung yang menikmati tubing. Selain tubing, pengelola bersama pemerintah kelurahan mengembangkan wisata lain seperti wahana outbond dan sekolah hijau.

Pengelola memanfaatkan penutupan tubing untuk melakukan pembenahan sekaligus evaluasi. Evaluasi itu meliputi sumber daya manusia, peralatan, dan kelayakan sarana prasarana wisata.

Karakter sungai dan mitigasi potensi bencana dari banjir juga dipetakan. "Kami perlu lebih mengenali karakter sungai dan mitigasi potensi bencana banjir dan sebagainya," katanya.

Polisi Kantongi Identitas Pria Nyaris Perkosa Ibu Rumah Tangga di Sukoharjo

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto meminta masyarakat menghindari sungai dan saluran irigasi karena rawan kecelakaan air hingga menimbulkan korban jiwa.

Peringatan tersebut dikeluarkan BPBD mengingat kondisi sungai sekarang memiliki debit tinggi dan arus deras dampak dari musim hujan.

"Kondisi sekarang di sepanjang aliran sungai, kali, dan saluran irigasi memiliki tingkat bahaya tinggi," katanya.

Rumah Warga Sambirejo Sragen Hangus Dilalap Api

Dia mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di sungai dan saluran irigasi.

“Misal kalaupun melakukan aktivitas di sungai atau saluran irigasi seperti tubing pastikan kondisi tempat aman. Perhatikan pula arusnya,” lanjutnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho