Tutup Iklan

WISATA SOLO : TSTJ Sebut THR Sejak Awal Memang Tak Serius

WISATA SOLO : TSTJ Sebut THR Sejak Awal Memang Tak Serius

SOLOPOS.COM - Pengunjung THR Sriwedari mengantre masuk wahana monorel, Sabtu (18/7/2015). (Ivanovich Aldino/JIBI/Solopos)

Pengelola TSTJ menyebut manajemen THR sejak awal tak serius ingin pindah.

Solopos.com, SOLO -- Pengelola Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) menilai sejak awal manajemen Taman Hiburan Remaja (THR) Sriwedari memang tidak berniat pindah ke kebun binatang tersebut.

Hal itu terlihat dari manajemen THR yang tak juga menyerahkan berkas yang diminta TSTJ walaupun THR sudah menyetujui persyaratan awal itu. (Baca: htBatal Pindah ke TSTJ, Tamat Sudah Riwayat Sriwedari)

Di sisi lain, THR yang berada di bawah pengelolaan PT Smart Solo diketahui adalah sebuah perusahaan yang dimiliki orang Perancis. Hal itulah yang membuat TSTJ mengetatkan aturan sehingga ke depan tak ada masalah yang muncul.

Anggota Dewan Pengawas TSTJ, Sutarto, mengatakan tawaran TSTJ sudah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 6/2010 tentang Pendirian TSTJ. Mereka juga mengacu pada perda  tentang pajak dan retribusi.

“Dewan Pengawas belum bisa memberi rekomendasi kepada Direktur TSTJ terkait kerja sama dengan THR karena berbagai hal,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com di sela-sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) di Baobab Safari Resort, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (13/10/2017).

Lelaki yang berprofesi sebagai advokat di Kota Solo itu memaparkan pembicaraan THR dengan TSTJ baru sebatas sharing. Manajemen TSTJ menyodorkan tawaran yang secara formal mengacu perda.

Namun, belum ada pencarian solusi terbaik, Direktur PT Smart Solo, Sinyo Sujarkasi, buru-buru menggelar konferensi pers mengumumkan mundur dari rencana kerja sama. “Padahal, kalau dilihat lebih jauh, dalam perda ada klausul yang menyatakan kalau Wali Kota memiliki kewenangan menentukan nilai pajak dan retribusi. Seharusnya, kalau memang ada kemauan, hal semacam itu bisa dibicarakan,” tuturnya.

Menurut dia, prosedur yang sama juga berlaku untuk calon investor lain termasuk PT Cikal Bintang Bangsa Jakarta yang saat ini mengerjakan Taman Pelangi. Ia membandingkan PT Cikal Bintang Bangsa yang merupakan pemain baru di Solo saja berani mengambil langkah, tetapi PT Smart Solo yang sudah berkiprah 32 tahun justru mundur sebelum membuat negosiasi.

Lebih lanjut, ia membeberkan PT Smart Solo dimiliki bukan orang Indonesia. PT itu dimiliki seorang berwarga neraga asing bernama Richard. Hal itu membuat klausul dalam Undang-undang (UU) Penanaman Modal Asing (PMA) berlaku.

“Kami sebenarnya siap mengkaji regulasi terkait PMA kalau THR serius masuk kemari. Saya katakan, fakta pemilik PT Smart Solo adalah orang asing jarang diketahui orang lain,” kata dia.

Sutarto mengutarakan THR sebenarnya sudah sepakat menyerahkan berbagai berkas yang diperlukan TSTJ sekitar sebulan lalu atau pada September 2017. Batas waktu penyerahan ditentukan dua pekan setelah pertemuan.

TSTJ meminta akta pendirian PT Smart Solo, surat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART), perpajakan, dan berkas lainnya.

“Sampai hari ini berkas-berkas itu sama sekali belum diserahkan. Kami memang memerlukan semua berkas tersebut agar tidak ada masalah bagi TSTJ di masa mendatang,” katanya.

Ia berkesimpulan THR memang tidak memiliki niat pindah ke TSTJ sejak awal. Semua proses yang berlangsung menunjukkan THR tidak serius menjalin kerja sama dengan TSTJ.

“Padahal, semua calon investor juga kami wajibkan menyerahkan berkas sejenis,” tutur dia.

Direktur TSTJ, Bimo Wahyu Widodo Dasir Santoso, mengatakan manajemen TSTJ dan Pemkot Solo menjalankan prosedur sesuai aturan yang berlaku. TSTJ memiliki standar untuk memroses kerja sama dengan pihak mana pun.

“Ini saya masih konsentrasi mengikuti Rakernas PKBSI di Pasuruan,” terangnya dalam pesan Whatsapp kepada Solopos.com, Jumat.

Berita Terkait

Berita Terkini

Soal Perusakan Makam Di Mojo Pasar Kliwon, Ini Kata Kapolresta Solo

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan tentang langkah polisi dalam penanganan kasus perusakan makam di Kelurahan Mojo.

Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan 5G Pertama di Solo, Ini Keunggulannya

PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) meluncurkan layanan 5G komersial pertama di Solo pada Selasa (22/6/2021).

Tambah Lagi, Total 107 Karyawan Pabrik Sepatu di Jaten Terpapar Covid-19

Karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Jaten yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah menjadi 107 orang.

Lengkapi Barang Bukti, Polisi Sragen Ubek-Ubek Jamban Cari Celana Dalam Bocah Korban Pencabulan Sukodono

Polisi Sragen mengubek-ubek jamban untuk mencari celana dalam milik bocah korban pencabulan di Sukodono sebagai barang bukti,

Daihatsu Luncurkan Rocky 1.2L Terbaru di Indonesia

Daihatsu Rocky 1.2L merupakan hasil pengembangan putra-putri Indonesia melalui tim R&D PT.Astra Daihatsu Motor (ADM).

Waspada! 35 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Di Klaten Tak Punya Komorbid

Sebanyak 35% dari total jumlah pasien positif Covid-19 Kabupaten Klaten yang meninggal diketahui tidak memiliki komorbid.

Heboh Ivermectin untuk Pengobatan Covid-19, Bagaimana Faktanya?

Menanggapi kabar itu, Badan POM menjelaskan penggunaan Ivermectin untuk pengobatan Covid-19.

Perusakan Makam di Solo Dilakukan Anak-Anak, Pemerhati Anak: Ini Tanggung Jawab Bersama!

Pemerhati Anak, Ketua Sahabat Kapas, Dian Sasmita, menanggapi perusakan makam yang dilakukan oleh sepuluh anak-anak di Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

BPCB Jateng Tutup Candi Ceto dan Sukuh Karanganyar, Ada Apa Ya?

BPCB Jateng menutup objek wisata Candi Sukuh, Candi Ceto, dan Museum Sangiran Klaster Dayu, Karanganyar, mulai 22 Juni hingga 2 Juli.

Habis Kunker, Puluhan Anggota DPRD Bantul Jalani Swab PCR

Anggota Dewan menjalani swab PCR karena Ketua DPRD Bantul dan salah satu anggota Komisi B dinyatakan positif Covid-19 seusai kunker.

Mangkrak 1 Tahun, Begini Kondisi SDN 2 Kragilan Sragen yang Disiapkan untuk Isolasi Pasien Covid-19

Bangunan SDN 2 Kragilan, Kecamatan Gemolong, Sragen, sudah tidak terpakai sejak setahun terakhir akan digunakan untuk tempat isolasi.

Terlambat Naik, Penjala Ikan di Banjarnegara Ini Terjebak di Tengah Sungai

Seorang penjala ikan di sungai serayu, Desa Bandingan, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara yang terjebak di tengah arus aliran deras sungai.