Gambar desain jembatan kaca Tirtonadi, Solo. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SOLO -- Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) hampir menyelesaikan proyek pembangunan jembatan kaca Bendung Tirtonadi Solo. Namun meski proses pembangunannya telah mencapai 95% lebih, BBWSBS nantinya tak akan langsung membuka jembatan kaca setelah 100% jadi.

Konsultan Supervisi Proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 3 (Kali Pepe Hulu), Mohammad Abdullah, menyebut jembatan inspeksi Bendung Tirtonadi bisa jadi baru diresmikan Februari 2019 mendatang. 

"Untuk jembatan inspeksi ini, kami targetkan pembangunannya bisa selesai bulan ini. Cuma untuk peresmiannya, kami belum ada informasi lebih lanjut. Kemungkinan peresmian baru bisa dilakukan pada sekitar bulan Februari 2019. Peresmian kemungkinan besar dibarengkan sama pekerjaan lain di Solo," jelas Doel, sapaan akrab Mohammad Abdullah, saat diwawancarai solopos.com, Rabu (24/10/2018).

Doel meminta masyarakat yang ingin menjajal jembatan inspeksi Bendung Tirtonadi untuk bersabar. Menurut dia, BBWSBS berencana membuka jembatan inspeksi untuk umum, tapi terbatas. Jembatan inspeksi akan dibuka pada hari dan jam tertentu demi menunjang keselamatan dan fungsi jembatan.

“Sudah ada rencana jembatan inspeksi akan dibuka untuk umum dengan waktu terbatas. Untuk teknisnya, kami masih perlu membahasnya lagi. Yang jelas, pemanfaatan jembatan inspeksi untuk umum perlu dibatasi karena berkaitan dengan keamanan dan fungsi utamanya sebagai jalur pengecekan Bendung Tirtonadi,” kata Doel.

Doel memastikan BBWSBS batal membangun jembatan inspeksi Bendung Tirtonadi dengan mayoritas menggunakan material kaca. Jembatan inspeksi penghubung wilayah bantaran Kelurahan Manahan dan Nusukan dibangun dengan perpaduan antara material kaca, pelat grid, dan membran. eksi.

“Enggak jadi total pakai kaca. Pertimbanganya terkait masalah pemeliharaan. Di mana kami memandang penggunaan material pelat griduntuk lantai dan membran untuk atap ini lebih efisien. Tapi kami yakin jembatan inspeksi ini tetap menarik untuk keperluan wisata sungai,” jelas Doel. 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten