Wisata religi di Semarang digalakkan dalam Haul Soen An Ing yang lokasinya berdekatan dengan kawasan prostitusi.

Solopos.com, SEMARANG – Warga Kampung Taman Sri Kuncoro, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang, bakal menggelar hajatan besar, Sabtu (10/3/2018). Hajatan itu tak lain adalah acara Haul Soen An Ing yang digelar di kompleks permakaman desa tersebut.

Setidaknya ada ratusan tamu undangan yang berasal dari kalangan pejabat yang hadir di acara yang kali pertama digelar itu. Mereka akan membacakan doa di kompleks permakaman salah satu tokoh atau ulama asal Tionghoa yang dipercaya pernah menyebarkan agama Islam di Kota Semarang.

Maksum Pinarto, ulama keturunan Tionghoa asal Semarang akan didapuk menjadi pengisi tausiah dalam haul yang digelar di lokasi yang berdekatan dengan kompleks prostitusi atau pelacuran Sunan Kuning tersebut.

Ketua RT 006/RW 002, Kampung Sri Kuncoro, Sayem, menyebutkan Haul Soen An Ing nanti akan mengundang tak kurang dari 100 pejabat pemerintahan baik di tingkat kelurahan hingga kota. Bahkan, rencana Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, juga turut diundang di acara yang digelar mulai pukul 09.00 WIB itu.

“Sesuai kesepakatan warga setempat dan Penerbad, Haul Soen An Ing nanti bertujuan untuk membangkitkan nilai sejarah yang ada di kawasan Sunan Kuning. Biar orang tahu bahwa Sunan Kuning bukan hanya kawasan prostitusi, tapi ada juga makam seorang ulama yang perlu mendapat perhatian pemerintah,” tutur Sayem saat dijumpai Semarangpos.com di rumahnya, Senin (6/3/2018).

Dua orang pekerja tengah memperbaiki gapura permakaman Soen An Ing sebagai persiapan haul yang digelar Sabtu (10/3/2018) nanti.
Dua orang pekerja tengah memperbaiki gapura permakaman Soen An Ing sebagai persiapan haul yang digelar Sabtu (10/3/2018) nanti.

Sayem pun berharap acara haul itu bisa memunculkan wisata religi di kompleks permakaman Soen An Ing yang selama ini pamornya redup karena berdekatan dengan kawasan prostitusi Sunan Kuning.

“Inginnya warga ya kompleks permakaman Soen An Ing bisa seperti Gedung Batu [Sam Poo Kong] yang menjadi petilasan Ceng Ho. Kalau di sana bisa kenapa di sini tidak?” terang Sayem.

(Baca juga : Perjuangan Warga SK Ubah Image Prostitusi Jadi Wisata Religi)

Keberadaan makam Soen An Ing di Bukit Argorejo, Kampung Sri Kuncoro, hingga saat ini masih menjadi misteri. Belum ada literatur sejarah yang menceritakan sosok Soen An Ing yang populer disebut oleh warga Semarang sebagai Sunan Kuning.

Banyak yang menyangka jika Sunan Kuning yang dimaksud adalah sosok Raden Mas Garendi atau yang dipopuler dengan nama Amangkurat V, Raja Kasunanan Kartasura. Namun, tidak ada sumber sejarah yang pasti yang menyebutkan jika Sunan Kuning yang dimakamkam di Kampung Sri Kuncoro merupakan Amangkurat V.

Kendati demikian, banyak yang meyakini bahwa Soen An Ing yang dimakamkam di Taman Sri Kuncoro merupakan salah seorang ulama penyebar agama Islam di Semarang. Hal itu dipertegas dengan adanya nisan bertuliskan salah satu tokoh Walisogo, Sunan Kalijaga, dan Sunan Ambarawa yang terletak bersebelahan dengan petilasan Soen An Ing atau Sunan Kuning.

Pada era 1963, makam Soen An Ing sangat ramai dikunjungi peziarah yang mencari berkah. Namun, setelah itu peziarah yang berdatangan semakin sedikit menyusul berdirinya kompleks prostitusi di kawasan tersebut hingga saat ini.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten