WISATA: Mengusir Penat di Pantai Kukup
Suasana Pantai Kukup (JIBI/Harian Jogja/Tri Wahyu Utami)
Suasana Pantai Kukup (JIBI/Harian Jogja/Tri Wahyu Utami)

Selain suara debur ombak yang menenangkan hati, Pantai Kukup juga menyajikan pemandangan laut landai berpasir putih. Wisatawan juga bisa menangkap ikan hias di sela-sela karang berlumut hijau .

Nama Pantai Kukup sudah tidak asing lagi. Pantai ini menjadi pantai andalan Kabupaten Gunungkidul kedua setelah Pantai Baron. Letaknya 1 kilometer sebelah timur Baron, yakni di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, atau 25 kilometer dari Wonosari.

Setelah melewati jalan yang berliku-liku sampailah di tempat pemungutan retribusi. Dari sana, Anda akan dipandu papan yang mengarahkan ke Pantai Kukup. Saat memarkir kendaraan, pantai sudah terlihat anggun. Pagi hingga sore, ombak cenderung landai sehingga bibir pantai sangat cocok untuk beragam aktivitas menghilangkan rasa penat.

Pantai Kukup memiliki pulau karang yang dihubungkan jembatan. Di atas pulau ini dibangun sebuah pondok untuk berteduh dari terik matahari. Dari sana, pemandangan laut luas dan keindahan bibir pantai terlihat dengan jelas.

Tak kalah mengasyikkan, pengunjung bisa menghabiskan waktu berburu ikan hias di pinggir pantai yang ditumbuhi karang kecil tergenang air laut dangkal. Karang-karang ini menjadi rumah biota laut mulai dari ikan berwarna-warni, kepiting,  hingga rumput laut dan lumut hijau.

Areal ini kerap dimanfaatkan untuk menangkap ikan hias. Dengan menggunakan jaring kecil seharga Rp5.000 per buah yang banyak dijual oleh pedagang di seputaran pantai, anak-anak hingga dewasa bebas berburu ikan.

Jenis ikan di pantai ini beragam, mulai dari ikan bustun, kepe-kepe, butane, trigger, scorpion, buntal, dan masih banyak lagi. “Setiap hari ada ikan hias, meskipun setiap hari pengunjung menangkapnya. Jam 11.00-18.00 air surut, ikan kelihatan semua,” kata Sumatno, Sekretaris Sarlinmas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Wilayah II Baron, Gunungkidul yang sehari-hari menjaga pantai Kukup.

Salah satu pengunjung, Purwito asal Kebakramat, Karanganyar, Surakarta mengaku senang berkunjung ke Pantai Kukup. Ini adalah pengalaman pertama bersama keluarga besarnya. Anak dan dua keponakannya asyik menjaring ikan. Sesekali Purwito juga larut ikut nyemplung. “Asyiknya bisa berburu begini,” katanya.

Ikan-ikan hasil tangkapan dimasukkan dalam plastik yang didapatkan gratis saat membeli jaring ikan. Ikan-ikan itu tampak berwarna-warni dalam plastik bening. “Ikan ini kan hidupnya dalam air laut, sayangnya kalau dibawa pulang pasti mati,” tambah lelaki berusia 35 tahun itu.

Beberapa pengunjung pantai memang membawa pulang ikan hias hasil buruannya, tapi ada pula yang hanya senang berburu lalu memasukkannya lagi ke dalam air laut. Sebelum laut pasang, sambil mencari ikan hias, pengunjung bisa langsung mandi di air laut yang tenang tampak jernih.

Tapi perlu diwaspadai karena banyaknya ikan hias di bibir pantai ini mengakibatkan ubur-ubur kerap luput dari perhatian pengunjung. Ubur-ubur berwarna biru menggelembung bisa menyengat tubuh dan menyebabkan sesak napas.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho