WISATA KLATEN : Ini Yang Jadi Pengganggu Ekosistem Rawa Jombor

WISATA KLATEN : Ini Yang Jadi Pengganggu Ekosistem Rawa Jombor

SOLOPOS.COM - Sejumlah warga bergotong royong membersihkan eceng gondok di rawa jombor, Krakitan, Bayat, Klaten, Sabtu (28/5/2016). Eceng gondok di rawa jombor dinilai sudah mengganggu ekosistem perairan tersebut. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Wisata Klaten, Rowo Jombor terkendala eceng gondok dalam pengembangan wisata.

Solopos.com, KLATEN--Perairan rawa jombor yang memiliki luas 190 hektare di Krakitan, Bayat, Klaten terancam tertutupi eceng gondok dalam satu tahun ke depan. Pertumbuhan eceng gondok di rawa jombor dinilai mengganggu ekosistem di perairan tersebut.

Kepala Desa (Kades) Krakitan, Nurdin, mengatakan eceng gondok yang ada saat ini sudah menutupi sepertiga rawa jombor. Pembersihan rawa jombor mendesak dilakukan secara berkesinambungan.

“Seperti hari ini [kemarin], warga krakitan dan sekitarnya dengan relawan serta jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengadakan kegiatan resik-resik. Kegiatan ini patut didukung dan harus dilakukan secara bertahap. Jangan berhenti di sini. Soalnya, pertumbuhan eceng gondok di sini sudah sangat parah. Kalau tidak sering dibersihkan, kami memperkirakan satu tahun ke depan rawa jombor akan tertutupi eceng gondok,” kata Nurdin, saat ditemui wartawan di kompleks rawa jombor, Sabtu (28/5/2016).

Nurdin mengatakan kegiatan bersih-bersih eceng gondok kali terakhir berlangsung tahun 2012. Setelah itu, kegiatan bersih-bersih eceng gondok tidak pernah dilakukan. Selain mempengaruhi ekosistem, eceng gondok di rawa jombor juga tidak bisa diolah menjadi bahan kerajinan yang bernilai ekonomi, seperti bahan membuat tas, sandal, dan yang lainnya.

“Panjang eceng gondok di sini kurang memenuhi pasaran [minimal 30 centimeter]. Di sini, tidak ada yang ahli mengolah eceng gondok untuk diubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi. Eceng gondok ini juga mengganggu keindahan pemandangan di kawasan warung apung di rawa jombor. Kami pasrah dengan kondisi ini,” katanya.

Hal senada dijelaskan warga yang berdomisili di kawasan rawa jombor, yakni Basuki, 50. Upaya manual yang dilakukan warga dalam membersihkan eceng gondok dinilai belum dapat berjalan maksimal.

“Pertumbuhan eceng gondok sangat cepat. Sebagai warga, kami hanya berharap kegiatan resik-resik terus dilakukan ke depan. Agar eceng gondok di sini hilang,” katanya.

Camat Bayat, Edy Purnomo, mengatakan warga yang menggantungkan hidupnya di rawa jombor sangat banyak. Hal itu seperti para petani ikan, pemilik warung karamba, dan lain sebagainya.

“Eceng gondok di sini memang menjadi persoalan klasik. Eceng gondok di sini bisa dicacah dan dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau pakan ternak,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ini Alternatif Tujuan Wisata Lebaran Jateng...

Masyarakat Jateng bakal tetap bisa melancong bersama keluarganya selama libur Lebaran 2021, termasuk ke Desa Wisata Sepakung.

Shin Tae-yong Panggil 5 Pemain Gabung Timnas Indonesia U-23

5 Pemain tersebut adalah M Adi Satryo (PSS Sleman), Ilija Spasojevic (Bali United), Rizky Ridho (Persebaya), Ady Setiawan (Persebaya), dan Didik Wahyu W (Tira Persikabo).

Waspada, 18 Juta Orang Nekat Mudik Lebaran!

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan berdasarkan survei masih ada sekitar 7% warga yang akan memaksakan diri mudik Lebaran 2021.

Perpanjang PPKM Mikro Dipastikan Berdampak ke Pariwisata Jateng

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memperpanjang PPKM Mikro hingga 17 Mei 2021 dan dipastikan berdampak ke sektor pariwisata Jateng.

Ratusan Pemudik Masuk Solo Saat Pengetatan, Ada Yang Positif Covid-19

Sekitar 500 pemudik sudah masuk ke Kota Solo selama masa pengetatan mudik sejak 22 April lalu, salah satunya terkonfirmasi positif Covid-19.

Larangan Mudik Dimulai, Jalan Tol Layang MBZ Ditutup

Vera mengatakan penutupan Jalan Layang MBZ dilakukan untuk pengendalian transportasi yang bertujuan membatasi pergerakan arus lalu lintas keluar dan masuk Jabotabek.

Salatiga Tutup Pasar Tiban & Objek Wisata

Pemkot Salatiga menutup fasilitas umum yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa Lebaran 2021, termasuk pasar tiban dan objek wisata.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Kamis 6 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Kamis, 6 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Mobil Rombongan Pemudik Hantam Truk di Jalan Tol Madiun

Sebuah minibus pengangkut rombongan pemudik terlibat kecelakaan menabrak truk di jalan tol Madiun Km. 603 A dari arah barat ke timur.

Tingkatkan Kompetensi Lulusan, Politeknik Negeri Madiun Siap Upgrading 6 Prodi D3

Direktur Jenderal Pendidikan  Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Wikan Sakarinto, mengatakan kebijakan program studi D3 ditingkatkan menjadi Sarjana Terapan atau D4 ini diharapkan disambut baik seluruh perguruan tinggi vokasi.

Kekinian Banget! Kafe Di Pasar Nguter Sukoharjo Ini Sajikan Jamu Dengan Nama-Nama Unik

Kafe jamu di Pasar Nguter, Sukoharjo, yang diresmikan Puan Maharani pada 2019 menyajikan aneka minuman dengan nama unik.

6-17 Mei, KAI Batasi 20 Perjalanan KRL Jogja-Solo

KAI Commuter membatasi operasional kereta rel listrik atau KRL Jogja-Solo, dan KA Prameks dalam kurun waktu 6-17 Mei 2021.