Wisatawan sedang menikmati keindahan bawah air di umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten, Senin (13/1/2014). Keindahan bawah air di beberapa umbul (mata air) di Klaten mempunyai potensi yeng cukup besar untuk dikembangkan sebagai obtek wisata. (Sunaryo HB/JIBI/Solopos)
Wisata Klaten, Umbul Ponggok mendapat suntikan dana Rp2,6 miliar. Solopos.com, KLATEN--Pengembangan Objek Wisata Umbul Ponggok melalui Badan Usaha Milik (BUM) Desa Tirta Mandiri terus dilakukan. Ditargetkan, tahun ini pengoperasian umbul itu bisa dilakukan hingga malam. Direktur BUM Desa Tirta Mandiri, Joko Winarno, mengatakan pengembangan dilakukan dengan memperluas lahan parkir. “Untuk penataan kami lakukan pengembangan diluar ke lahan parkir. Supaya lebih nyaman, kami lakukan pentaan di lahan parkir. Kami juga lakukan penataan di dalam kawasan umbul. Kami lakukan penataan agar tidak ada kejenuhan bagi para pengunjung,” kata Joko saat ditemui di Umbul Ponggok, Selasa (16/8/2016). Joko menjelaskan pengembangan kawasan sekitar area umbul dilakukan dengan membangun lantai II yang berada di atas kios-kios sisi selatan umbul. Kawasan kuliner bakal ditempatkan pada satu lokasi . ”Untuk kawasan kuliner kami arahkan ke sisi selatan semua. Sementara, di lantai I khusus untuk pemandian. Biar lantai I itu memang untuk wahana wisata air saja,” ungkapnya. Selain menempatkan kawasan kuliner pada satu sisi umbul, pengembangan juga dilakukan dengan membangun sejumlah kafe. Tujuannya, agar umbul tetap bisa beroperasi hingga malam dan mampu menambah penghasilan BUM desa. Selama ini, umbul tersebut beroperasi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. “Kami bikin agar saat malam itu Umbul Ponggok tetap hidup dengan kehadiran kafe-kafe. Ini kami lakukan bertahap,” ujar dia. Kepala Desa Ponggok, Junaedi Mulyono, menjelaskan pengembangan pada kawasan umbul itu ditarget rampung tahun ini. Guna penataan kawasan Umbul Ponggok, dana sekitar Rp2,6 miliar digelontorkan bersumber dari pendapatan BUM desa. Sementara itu, total pendapatan BUM Desa Tirta Mandiri Ponggok sepanjang 2015 mencapai Rp6,4 miliar. Umbul Ponggok menjadi penyokong utama pendapatan. Selama 2015, pendapatan yang diperoleh dari hasil pengelolaan wisata Umbul Ponggok senilai Rp5,1 miliar. Sementara, unit usaha lain seperti simpan pinjam, air bersih, kios dan kuliner, serta kolam ikan menyumbang pendapatan sekitar Rp1,3 miliar. Junaedi menjelaskan pada 2016 pendapatan BUM Desa Tirta Mandiri ditarget mencapai Rp9 miliar. Selain pengembangan Umbul Ponggok, pada 2016 juga dilakukan pengembangan lokasi lain seperti Objek Wisata Banyu Mili dan membangun usaha air minum dalam kemasan (AMDK). “Kami targetkan juga untuk AMDK tahun ini sudah terealisasi,” katanya.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten