Tutup Iklan

WISATA KLATEN : Ada Kendala, Eks TPA Jomboran Belum Siap Dijadikan Taman

WISATA KLATEN : Ada Kendala, Eks TPA Jomboran Belum Siap Dijadikan Taman

SOLOPOS.COM - Pengguna jalan melintas di eks lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Jomboran, Desa Jomboran, Klaten Tengah, Klaten, Rabu (18/10/2017). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)

Bekas TPA Jomboran akan dijadikan taman.

Solopos.com, KLATEN –Lahan bekas tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Jomboran diproyeksikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Namun, upaya terkendala oleh sampah di eks TPA yang dinilai masih aktif.

Kepala Desa Jomboran, Agung Widodo, mengatakan tanah kas desa seluas sekitar satu hektare itu dijadikan TPA selama 26 tahun. Padahal, menurut perencanaan TPA itu hanya dimanfaatkan selama 15 tahun. TPA lantas ditutup pada 2014 lalu.

“Sekarang TPA sudah ditutup. Kami inginnya lahan itu dimanfaatkan jadi ruang terbuka hijau atau taman,” kata dia, saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (18/10/2017). Upaya itu, menurut Agung, terkendala oleh status sampah yang masih aktif.

Saat musim penghujan, kata dia, TPA ditumbuhi aneka tanaman menyelimuti bukit sampah. Sedangkan, saat kemarau TPA mengeluarkan asap dan tak jarang terbakar. “Sementara ini enggak ada dampak-dampak lingkungan ke warga termasuk bau. Asal enggak dibongkar enggak bau,” ujar dia.

Pemulihan lahan, lanjut Agung, bisa dilakukan dengan pemindahan sampah terlebih dahulu. Lalu, lahan digali dan diisi tanah baru yang lebih baik. “Kalau langsung dibikin RTH saya khawatir tak jalan karena tanahnya berubah,” kata Kades.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum-Penataan Ruang (DPU-PR) Klaten, Anwar Shodiq, mengatakan rencana pembangunan taman atau RTH sudah disampaikan Kades kepada DPUPR. DPUPR menyarankan agar rencana itu disampaikan kepada Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda).

“Harapan kami, rencana kemudian bisa mendapatkan dana dari bantuan khusus keuangan. Tapi saya enggak tahu saat ini bagaimana kelanjutannya,” ujar dia.

Ia menjelaskan DPUPR saat ini masih memiliki kepentingan di lahan bekas TPA Jomboran. Namun, saat ini konsentrasi tengah fokus pada menyelesaikan persiapan TPA Troketon. “Nanti kalau ada anggaran lebih atau persiapan operasional TPA Troketon dan lainnya usai, kami baru bisa ke Jomboran. Sekalian menunggu sampahnya mati karena saat ini sebagian masih aktif,” terang Shodiq.

Berita Terkait

Berita Terkini

Buron 10 Tahun Pembalakan Liar Adelin Lis Ditangkap di Singapura

Buronan sekaligus terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis yang 10 tahun ini disasar Kejaksaan Agung akhirnya ditangkap imigrasi Singapura.

Waspada! Ada 26 Kasus DBD di Madiun Pada 2021

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Madiun cukup tinggi pada tahun 2021, Dinkes mencatat ada 26 kasus DBD di tahun ini.

Jakarta Lanjutkan Uji Coba PTM saat Ledakan Covid-19

Jakarta tetap melanjutkan uji coba pembelajaran tatap muka atau PTM di tengah lonjakan kasus penularan Covid-19, dua pekan terakhir ini.

Ada Orang Kena Serangan Jantung? Begini Pertolongan Pertamanya

Pertolongan pertama menjadi kunci harapan hidup seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Vaksinasi Publik 18+ Siap Bergulir Di Solo, 12 Kelurahan Jadi Prioritas

Pemkot Solo segera menggulirkan vaksinasi Covid-19 bagi publik usia 18 tahun ke atas dengan prioritas 12 kelurahan.

Penerjun Payung Protes Jelang Kick Off Prancis vs Jerman

Laga Grup F Piala Eropa (Euro) 2021 Jerman versus Prancis di Allianz Arena di Munchen diawali aksi protes penerjun payung.

Konsumen Diberi Kemudahan, Agar Sukses Berbisnis Home Appliance

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya, termasuk bisnis home appliance atau perabotan rumah tangga.

Jalani Isolasi Mandiri, BCL Merasakan Sejumlah Gejala Covid-19

BCL merasakan sejumlah gejala saat hari ketiga karantina.

PLN Jamin Tak Ada Pemadaman Listrik Rumah Sakit & Faskes

PLN berupaya memastikan keandalan pasokan listrik, dan mencegah pemadaman listrik, khususnya tempat-tempat vital penanganan pasien Covid-19.

Rating TV Indonesia: Tayangan Sinetron Masih Digemari

Tayangan sinetron sepertinya masih mendominasi rating TV Indonesia.

Selamat! Wali Kota Madiun Terima Penghargaan Nirwasita Tantra dari Kementerian LH dan Kehutanan

Maidi menuturkan penghargaan Nirwasita Tantra 2020 ini diberikan karena Kota Madiun dianggap berhasil menata kota dengan memperhatikan lingkungan.