Tutup Iklan

Wisata Kedung Kayang Magelang, Legenda dan Mistisnya Jadi Daya Tarik yang Tak Tertampik

Air Terjun Kadang Kayang berada di antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali. Air terjun ini sangat eksotis dan patut dijadikan sebagai tempat liburan.

 Panorama Air Terjun Kedung Kayang dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu (Instagram/@kedungkayangwaterfall)

SOLOPOS.COM - Panorama Air Terjun Kedung Kayang dengan latar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu (Instagram/@kedungkayangwaterfall)

Solopos.com, MAGELANG — Dikenal dengan kawasan yang kaya akan wisata alam, Kabupaten Magelang menawarkan beragam panorama alam yang dapat menyejukan pikiran dan hati para pengunjungnya, salah satunya adalah Air Terjun Kedung Kayang.

Mengutip laman Instagram @officialwisatamagelang, Rabu (21/07/2021), Air Terjun Kadang Kayang berada di antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Boyolali. Air terjun ini sangat eksotis dan patut dijadikan sebagai tempat liburan.

Dari ketinggian kawasan Air Terjun Kedung Kayang ini,  pengunjung juga dapat menyaksikan panorama alam Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sehingga para pendatang dapat mengabadikan foto keindahan panorama di sana.

Baca Juga: Kerajinan Unik dari Magelang Berbahan Dasar Ijuk Sapu

Namun di balik keindahan yang dimiliki oleh air terjun ini terdapat kisah mistis yang menyelimutinya. Di awali dengan nama air terjun, yaitu Kedung Kayang yang terdiri dari dua kata, ‘Kedung’ berarti air terjun dan ‘Kayang’ berarti langit.

Air terjun Kedung Kayang
Air Terjun Kedung Kayang (Instagram/@kedungkayangwaterfall)

Konon diceritakan bahwa air terjun ini terjadi pertemuan tiga empu sakti, yaitu : Empu Putut, Empu Khalik dan Empu Panggung. Pertemuan para empu ini bertujuan untuk mengadu kekuatan yang disebut ‘Tanding Balang’ yang dalam Bahasa Jawa berarti adu lempar.

Tanding Balang dilakukan oleh ketiga empu saat memasuki bulan Suro dan pada pertandingan tersebut, siapa yang bisa melempar telur angsa ke arah kedung namun masih utuh, akan menjadi pemenangnya. Sayangnya, ketiga telur angsa tersebut pecah dan masuk ke kedung.

Baca Juga: Patenkan Varietas Baru, Pemkab Magelang Riset Padi

Para empu tersebut kemudian menelusuri tebing untuk melihat ke arah kedung dan anehnya tidak ditemukan cangkang telur yang pecah. Dari pecahan telur inilah muncul mata air yang kering. Sejak saat itu, setiap malam Jumat kliwon, bulan Suro, selalu terdengar suara atau alunan gamelan Jawa yang nyaring.

Selain malam Jumat Kliwon, pada Kamis Wage, tepat pada hari pasaran tersebut konon banyak kera yang berkumpul di atas Kedung Kayang. Kemisteriusan Air Terjun Kedung Kayang dengan segala macam legenda dan mitosnya menjadi daya tarik yang tidak bisa ditampik.

Disamping sisi misteri yang berasal dari legenda dan mitos, Air Terjun Kedung Kayang ini juga memiliki daya tarik lain, yaitu satu air terjun yang menyajikan dua spot yang berbeda dan tentu saja menawarkan sensasi yang berbeda pula.

Baca Juga: Ini Dia Masjid Berarsitektur Khas Tiongkok di Magelang

Spot yang pertama adalah menikmati kendahan Air Terjun Kedung Kayang, beserta panorama alam sekitar dari atas air terjun yang terdapat banyak bebatuan. Saat musim hujan, debit airnya sangat keras karena memang sumber mata air di Kedung Kayang ini berasal dari sungai.

Spot yang ke dua berada di area kolam Air Terjun Kedung Kayang. Air yang turun sangat deras sekali, hal itu dikarenakan Air Terjun Kedung Kayang memiliki ketinggian sekitar 40 meter, serta menjadi salah-satu air terjun tertinggi di Jawa Tengah.

Karena memiliki latar pemandangan dua gunung besar di Jawa Tengah, terdapat spot swafoto berupa gardu pandang yang sudah pasti diburu oleh para kaum milenial untuk berswafoto ria. Untuk bisa berswafoto ria di gardu pandang ini, para pengunjung harus membayar Rp5.000 per orang serta jasa fotografer sebesar Rp2.500 untuk satu foto dalam bentuk softfile.

Lokasi dan alamat Air Terjun Kedung Kayang berada di Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Namun selama PPKM Level 1-4 ini, wisata Kedung Kayang masih tutup sampai pemerintah pusat memberikan arahan terkait perenggangan pembatasan.

Berita Terkait

Berita Terkini

Wow! Bupati Grobogan Pegang Tikus Hasil Gropyokan

Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Wakil Bupati Bambang Pujiyanto ikut gropyokan tikus di Desa Pulorejo, Kecamatan Purwodadi.

Dihadiahi Batik Cenderawasih, Ganjar Diundang ke Pembukaan PON Papua

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendapat hadiah berupa batik bermotif burung Cendrawasih dari Rektor Universitas Cendrawasih Papua.

Pensiunan Polisi Viral Jadi Manusia Silver Diberi Pekerjaan Satpam

Pensiunan polisi yang viral karena menjadi manusia silver, Agus Dartono, akhirnya diberikan pekerjaan sebagai petugas satuan keamanan (satpam) di pabrik.

Peroleh 2,6 Juta Vaksin Per Pekan, Jateng Genjot Vaksinasi Remaja

Pemprov Jateng mendapat pasokan vaksin Covid-19 sebanyak 2,6 juta per pekan untuk mempercepat capaian vaksinasi.

Duh! Praktik Prostitusi Gay di Solo Ternyata Juga Layani Threesome

Praktik prostitusi gay di Solo ternyata tak hanya melayani nafsu bejat kaum homoseksual, tapi juga threesome pasangan suami istri (pasutri).

Tragis! Main Hujan-hujanan, Balita Semarang Hanyut di Saluran Air

Musibah dialami seorang bayi berusia tiga tahun atau balita di Kota Semarang yang hanyut terbawa arus di selokan setelah bermain air hujan atau hujan-hujanan.

Prostitusi Gay di Solo Sudah Ada Sejak 5 Tahun, Ini Lokasinya

Polisi menggerebek tempat praktik prostitusi sesama jenis atau gay di Solo yang berkedok tempat pijat dan sudah beroperasi selama lima tahun.

Polisi Selidiki Peran Komunitas LGBT dalam Prostitusi Gay di Solo

Aparat Polda Jateng mendalami peran komunitas homoseksual atau LGBT dalam keberadaan praktik prostitusi gay di Kota Solo yang baru saja dibongkar.

Prostitusi Gay Berkedok Pijat Plus di Solo Digerebek, Segini Tarifnya

Polda Jateng menggerebek tempat praktik prostitusi sesama jenis atau gay di Kota Solo yang membanderol tarif mulai dari Rp250.000.

Berkedok Tempat Pijat, Praktik Prostitusi Gay di Solo Terbongkar

Aparat Polda Jateng mengungkap praktik prostitusi berkedok tempat pijat di sebuah indekos di kawasan Banjarsari, Kota Solo.

Saiful Arifin, Wabup Sekaligus Bos PSG Pati

Nama Wakil Bupati Pati tiba-tiba mencuat karena kobtribusinya dalam sepak bola nasional dengan mengakuisisi klub sepakbola Jawa Timur, PSG Gresik dan mengubahnya menjadi PSG Pati.

Profil PSG Pati, Tim Kuda Hitam Saridin Diakuisisi Atta Halilintar

Klub sepak bola ini dikenal dengan julukan “Kuda Hitam Saridin”. Saridin  merupakan salah satu tokoh yang dihormati di Kabupaten Pati yang dikenal dengan kuda tunggangannya yang berwarna hitam.

Jagone Inyong Kie! Es Lontrong Slawi Seger Legender

Kuliner Tegal kali ini membahas tentang Es Lontrong Slawi yang legendaris dan hanya bisa ditemukan di Tegal.

Tol Kayangan Ini Viral di Medsos Lur, Cek Lokasinya

Tol Kayangan merupakan penghubung Dusun Surodadi dan Dusun Candran, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang sedang viral di medsos.

Pensiunan Polisi di Semarang Ngemis Jadi Manusia Silver, Ini Alasannya

Aksi manusia silver sering kali meresahkan pengguna jalan sehingga menjadi target razia Satpol PP.

Merpati Jaguar di Pekalongan Laku Rp1,5 Miliar, Ini Istimewanya

Kisah unik kali ini tentang seekor merpati Jaguar yang laku terjual seharga Rp1,5 miliar.