Wisata Kahyangan Wonogiri, Tempat Semedi Panembahan Senopati Mataram

Berdasarkan legenda yang ada, Kahyangan menjadi tempat pesinggahan Penembahan Senopati Mataram.

 Objek Wisata Kahyangan Wonogiri. (Wonogirikab.go.id)

SOLOPOS.COM - Objek Wisata Kahyangan Wonogiri. (Wonogirikab.go.id)

Solopos.com, WONOGIRI — Kabupaten Wonogiri dikenal dengan sejumlah destinasi wisata alam yang memesona. Salah satu objek wisata alam di Wonogiri yaitu Kahyangan.

Objek wisata ini berlokasi di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyoyo. Objek wisata ini berada di ujung tenggara Wonogiri dan berjarak kurang lebih 40 km dari pusat pemerintah Kabupaten Wonogiri.

PromosiPerempuan dalam Pusaran Terorisme

Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Wonogiri, objek wisata ini terdapat mata air yang mengalir cukup deras hingga membentuk sungai. Tak hanya itu, objek wisata ini juga menyajikan pemandangan bukit dengan pepohanan besar yang menjulang tinggi.

Baca Juga: Penasaran? Kira-Kira Ada Apa di Alun-Alun Ngawi Terbesar se-Jawa Timur

Objek Wisata Kahyangan di Wonogiri ini menjadi tempat untuk bermeditasi atau bersemedi untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Suara gemercik dari mata air Kahyangan yang dapat mententramkan hati pengunjung.

Konon, Kahyangan Wonogiri ini menjadi tempat pesinggahan Penembahan Senopati Mataram. Di tempat inilah, senopati tersebut bersemedi untuk satu keinginan, yakni menjadi raja.

Panembahan Senopati pun kemudian bertemu Penguasa Laut Selatan Kanjeng Ratu Kidul untuk menjalin komunikasi setelah beberapa tahun bersemedi. Konon, Ratu Kanjeng Kidul akan mewujudkan keinginan Penembahan Senopati menjadi Raja Mataram.

Baca Juga: Inilah Pantai Gondo Mayit Blitar, Seram Seperti Namanya?

Pertemuan antara Panembahan Senopati dan Penguasa Laut Selatan pun membuah hasil. Panembahan Senopati yang telah bersemedi bertahun-tahun akhirnya menjadi Raja Mataram Pertama tanpa ada pertumpahan darah.

Berdasarkan keterangan di akun @buminusantara.id, kisah Panembahan Senopati Mataram tersebut masih dipercaya sebagian masyarakat Jawa hingga kini. Objek Wisata Kahyangan Wonogiri ini kerap dijadikan tempat untuk bermeditasi dan mencari berkah. Mereka biasanya bertapa dan melakukan ritual lain pada Selasa Kliwon, Jumat Kliwon, dan malam sura.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

IPAL Terpadu Limbah Ciu di Sukoharjo Diharapkan Segera Dibangun

Dampak yang dirasakan dari pembuangan limbah ciu yakni bau yang menyengat. 

Pedagang di Pasar Mebel Gilingan Solo Kesulitan Cari Lokasi Penyimpanan

Para pedagang Pasar Mebel Gilingan, Solo, mengaku bingung dan kesulitan mencari lokasi penyimpanan barang-barang dagangan mereka setelah kios dibongkar.

Ssttt... Rektor UNS Solo Beri Bocoran Kapan PTM Penuh Dimulai

Rektor UNS Solo, Jamal Wiwoho, memberikan bocoran kapan perkuliatan tatap muka atau PTM secara penuh akan dimulai setelah dua kuliah daring dan hybrid.

Teka-Teki Bantuan Hukum Rp795 Juta yang Jerat BUMDes Berjo Ngargoyoso

Dana bantuan hukum Rp795 juta dalam proyek pemugawan Telaga Madirda diduga jadi sumber penyimpangan di BUMDes Berjo yang merugikan negara. Kasus ini sedang ditangani Kejari Karanganyar.

Di Balik Mistis Alas Donoloyo Wonogiri dan Pohon Jati Ratusan Tahun

Alas Donoloyo Wonogiri yang telah berstatus Cagar Alam memiliki cerita mistis, salah satunya pantangan menebang pohon jati ratusan tahun di kawasan itu.

Revitalisasi Rawa Jombor Jalan Terus, Ini Harapan Penjaring Ikan

Revitalisasi Rawa Jombor, Kecamatan Bayat, Klaten, masih berjalan hingga sekarang, Selasa (17/5/2022).

Peserta Membeludak, Kejurkab Bulu Tangkis Sragen Diperpanjang

PBSI Sragen menggelar Kejurkab Bulu Tangkis yang diikuti 405 peserta dari berbagai daerah di Soloraya. Kejurkab ini memperebutkan piala Bupati Sragen.

Siswa SMP di Sukoharjo Bikin Eco Enzyme untuk Netralkan Limbah Ciu

Aksi penuangan eco enzyme untuk menetralisasikan lingkungan, mengingat aliran sungai di persawahan itu tercampur limbah ciu dari pabrik etanol setempat.

Warga Klaten Pemilik 9 Bidang di 5 Desa Terima UGR Tol Solo-Jogja

Proses pembayaran uang ganti rugi (UGR) lahan terdampak proyek tol Solo-Jogja di Klaten terus bergulir.

Kendaraan Listrik Wisata Solo Dan Sepur Kelinci Boleh Jalan, Tapi...

Kendaraan wisata berbasis listrik dari Pemkot Solo maupun sepur keinci sebenarnya boleh boleh beroperasi namun ada syarat yang harus dipenuhi.

Ternyata Banyak Juga, Ini Jumlah Kereta Kelinci di Klaten

Usaha mengoperasikan kereta kelinci di Klaten terus menjamur. Hingga sekarang, jumlah kereta kelinci di Klaten sudah lebih dari 200 unit.

Waspadai PMK, Disnakkan Sragen Gandeng Polisi Awasi Hewan Ternak

Disnakkan menggandeng Polres Sragen dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di masyarakat untuk mendeteksi ada tidaknya indikasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).

Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

Taman dan area bermain anak-anak di kawasan Mojosongo, Jebres, tepatnya di utara SMAN 8 Solo kini kondisinya tak terawat hingga mirip taman mati.

Kereta Kelinci di Klaten Jadi Transportasi Favorit Warga untuk Tilik

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.

Murah Pol! Segini Tarif Jarak Dekat dan Jauh Kereta Kelinci di Klaten

Keberadaan kereta kelinci alias sepur kelinci dinilai sangat membantu masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah. Di sisi lain, tarif untuk naik kereta kelinci di Klaten ternyata terbilang murah.

Jembatan Jurug: Saksi Modernisasi Masyarakat Kuli di Kota Bandar, Solo

Jembatan Jurug yang bakal direvitalisasi tahun ini menjadi salah satu saksi bisu modernisasi Kota Solo yang semula adalah kota bandar yang dihuni masyarakat kuli, menjadi kota kerajaan.