Gubernur Ganjar Pranowo meninjau festival desa wisata di Anggrung Gondok, Desa Reco, Kabupaten Wonosobo, Jateng Jumat (24/11/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa-Dinas Kominfo Wonosobo)

Wisata Jateng didorong Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengoptimalkan media sosial.

Solopos.com, WONOSOBO — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (24/11/2017), meninjau Festival Desa Wisata di Anggrung Gondok, Desa Reco, Kabupaten Wonosobo, Jateng. Dalam kesempatan itu, Ganjar meminta pengelola desa wisata memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan potensi desanya.

Ganjar mengungkapkan sebagian besar wisatawan kini lebih banyak mengakses internet melalui media sosial untuk mengetahui destinasi pariwisata yang mereka ingin kunjungi. "Inilah yang mesti ditangkap sebagai peluang oleh pihak desa yang merasa memiliki potensi pariwisata dan ingin maju," katanya dalam diskusi kepariswisataan lintas sektor pada Festival Desa Wisata itu.

Selain lebih murah, katanya, promosi wisata melalui media sosial kini memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas. Oleh karena itu, dia meminta agar para pengelola desa wisata secepatnya membuat akun di media sosial untuk memperkenalkan potensi desa mereka. "Satu Desa, saya minta untuk membuat minimal satu akun media sosial sehingga memudahkan untuk promosi," katanya.

Gubernur berharap semua pihak bergerak untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata di setiap desa. "Ambil contoh Desa Ponggok, Klaten kini telah mampu menghasilkan pendapatan dari sektor pariwisata desa hingga mencapai Rp10,2 miliar per tahun," katanya.

Keberhasilan Desa Ponggok dalam mengoptimalkan potensi wisata di desanya tersebut, diakui Ganjar merangsang banyak desa di Jawa Tengah untuk berbenah demi menarik perhatian wisatawan. Ia menuturkan kunci sukses Desa Ponggok dan sejumlah desa lain dalam mengoptimalkan potensi pariwisata tidak dapat lepas dari pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan festival desa wisata untuk memperkenalkan secara lebih luas potensi-potensi pariwisata desa di Kabupaten Wonosobo. Selain mengenalkan Wonosobo ke lingkup yang lebih luas, katanya, festival desa wisata juga sebagai wahana edukasi bagi para pengelola desa wisata, agar kelak mereka mampu membenahi potensi di desa masing-masing, termasuk dalam hal strategi promosinya.

"Oleh karena itu dalam acara ini banyak kegiatan yang kami adakan, selain seni budaya juga diskusi yang melibatkan sejumlah pihak terkait seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Wonosobo," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten