WISATA INDONESIA : Jokowi Kritik Pengelolaan Candi Borobudur, dari Manajemen hingga Toilet

Redaksi Solopos.com - Solopos.com
Jumat, 29 Januari 2016 - 22:00 WIB

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Wisata Indonesia belum sepenuhnya dikelola dengan standar bintang 4, bahkan di salah satu destinasi wisata ternama, Candi Borobudur.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar pengelolaan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, disatukan sehingga bisa mendongkrak sektor pariwisata. Jokowi mengatakan pengelolaan kawasan Candi Borobudur harus diperbaiki manajemennya.

Meski belum mendengar secara jelas, Presiden mengatakan secara sayup-sayup mendengar ada empat manajemen yang terlibat. “Kalau kapal nahkodanya empat, biasanya memutuskannya bingung. Nah ini yang harus kita putuskan, juga masalah yang berkaitan dengan zonasi dan lain-lainnya,” katanya dalam keterangan resminya yang diterima Bisnis/JIBI, Jumat (29/1/2016).

Padahal, Jokowi menyebutkan potensi pasar wisatawan mancanegara yang mengunjungi Candi Borobudur sangat besar, terutama dari Malaysia, Taiwan, Singapura, Jepang, USA, Inggris, Hongkong, Belanda, Jerman, dan Brunei, serta Tiongkok. Oleh karenanya, dia meminta pengembangan Borobudur disiapkan dengan baik dan terintegrasi antarkementerian dengan provinsi. Hal itu terkait aksesibilitas dan integrasi dengan kawasan wisata yang lain–seperti Prambanan–yang juga merupakan warisan budaya.
?
Bahkan, standar fasilitas dan pelayanan kawasan wisata itu harus ditingkatkan dan disesuaikan dengan standar internasional, termasuk juga mempersiapkan toilet dengan standar bintang 4. “Meskipun itu untuk umum, tapi bintang 4. Tapi juga dijaga, dirawat, harian harus dikontrol. Standar-standar itu yang kita ingunkan,” jelasnya.

Adapun, kedatangan Presiden ke Candi Borobudur menyangkut diselenggarakannya rapat terbatas (ratas) tentang Percepatan Pembangunan Daerah Pariwisata Nasional Candi Borobudur. Ratas ini dihadiri oleh sejumlah menteri.

Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri PAN dan) Yuddy Chrisnandi, Menteri Koperasi Dan UKM AAGN Puspayoga, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, hadir di sana.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif