Objek wisata Gancik Hill Top di Selo, Boyolali, Jawa Tengah. (Istimewa)

Solopos.com, BOYOLALI – Objek wisata Gancik Hill Top di Desa Selo, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah, ditutup sementara. Penutupan dilakukan lantaran proyek pelebaran jalan menuju objek wisata Boyolali tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Selo, Sumarno Dwi Suprapto, mengatakan wisata Gancik Hill Top ditutup sejak beberapa bulan lalu. Pemerintah Desa (Pemdes) sedang melakukan renovasi akses masuk lokasi wisata.

“Insyallah kalau sudah aksesnya jalannya diperbaiki, wisata Gancik Hill Top buka kembali. Saat ini, aset-aset wisata masih ada, namun kunjungan wisatawan masih pasif,” kata dia saat ditemui Solopos.com, Sabtu (18/1/2020).

Sumarno Dwi Suprapto belum bisa memastikan kapan wisata Gancik Hill Top dibuka kembali. “Saya belum bisa pastikan kapan wisata itu dibuka kembali. Untuk detailnya silakan bertemu dengan Kelompok Sadar Wisata [Pokdarwis],” kata dia.

Salah satu koordinator wisata Gancik Hill Top, Suyitno, mengatakan akses menuju tempat tersebut memang sedang diperbaiki. Jalan masuk ke objek wisata itu akan diperlebar agar mobil bisa melintas.

“Pak Bupati Boyolali, Seno Samodro, sering berkunjung ke Gancik Hill Top. Beliau meminta akses jalan di wisata Gancik Hill Top bisa dilewati mobil miliknya,” kata Suyitno.

Selain perbaikan akses masuk wisata, ada beberapa faktor yang lain yang melatarbelakangi penutupan sementara objek wisata Boyolali Gancik Hill Top. Di antaranya yakni Pemdes Selo belum mengeluarkan peraturan desa [Perdes] dan belum adanya kesepakatan kembali antara pemdes dan warga.

“Jika sudah ada kesepakatan baru kemungkinan wisata Gancik Hill Top akan dibuka kembali. Karena adanya kepala desa [kades] baru, harusnya peraturan–peraturannya baru. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan walaupun sudah dua kali rembukan,” kata dia.

Penutupan objek wisata Gancik Hill Top dibenarkan oleh Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Boyolali, Susilo Hartono.

“Memang wisata Gancik Hill Top tutup sementara sejak beberapa bulan lalu. Kabar yang saya ketahui pihak pemerintah desa belum bisa menyatukan suara dengan masyarakat desa. Wisata tersebut kan di kelola masyarakat desa, ya sewajarnya mereka harus menyatukan suara,” ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini wisatawan masih bisa masuk ke area Gancil Hill Top. Namun, mereka tidak ditarik retribusi untuk memasuki kawasan wisata tersebut.

“Untuk saat ini wisata masih tetap jalan, namun sudah tidak dikenakan tarif. Awalnya saat pengunjung masuk dikenakan biaya Rp5.000 per orang. Alhamdulilah dari biaya retribusi itu bisa menambahkan dana pendapatan asli desa [PAD],” jelas Suyitno.

Ia mengatakan, wisata Gancik Hill Top dibangun warga sejak 2016. Awalnya seluruh warga di Desa Selo swadaya mengumpulkan bambu untuk membuat menara pandang setinggi empat meter.

“Baru mendirikan menara pandang setinggi 4 meter. Sudah ada siswa sekolah menengah pertama [SMP] yang mengabadikan foto di atas sana. Akhirnya baru muncul satu menara sudah banyak warga yang berdatangan,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten