WISATA BOYOLALI : Pengelolaan Umbul Tirto Mulyo Tak Jelas, Warga Kemasan Risau
Seorang warga kecele tidak bisa masuk Umbul Tirto Mulyo, di DEsa Kemasan, Sawit, Boyolali, yang pintunya tutup, Kamis (28/7/2014). (Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI - Sejumlah warga mengeluh pengelolaan Umbul Tirtomulyo, Dusun Umbul, Desa Kemasan, Kecamatan Sawit, Boyolali pascarevitalisasi tidak jelas.

Akibatnya warga tidak lagi leluasa memanfaatkan umbul yang dibangun oleh Paku Buwono X tersebut.

Salah seorang abdi dalem Kasunanan Hadiningrat Keraton Surakarta yang bertempat tinggal di Kemasan, Raden Tumenggung Gito Hastonodipuro, 83, berharap umbul yang direvitalisasi sejak 2012 lalu itu bisa segera memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pengelolaan umbul tidak jelas jadi warga belum bisa memperoleh manfaat. Warga belum bisa mandi di umbul lagi,” kata dia saat dijumpai solopos.com di rumahnya, Kamis (28/8/2014).

Pantauan solopos.com, dua pintu utama untuk masuk Umbul Tirtomulyo tertutup rapat dengan diberi gembok dan rantai. Terlihat juga sejumlah warga kecele akibat tidak bisa maksuk di kawasan umbul tersebut.

“Sebelum perbaikan, pengunjung hanya berasal dari orang tertentu yang mau ritual kungkum. Warga ingin perbaikan umbul berdampak segera terhadap peningkatan jumlah pengunjung. Apabila semakin ramai pengunjung, warga kan ikut senang," kata dia.

Dia menambahkan warga bisa membangun warung dan usaha kecil lain untuk menunjang fasilitas umum umbul itu.

Warga RT 003/RW 002 Desa Gombang, Sawit, Hadi Rejo Utomo, 56, mengatakan pengelolaan Umbul Tirtomulyo lebih baik diserahkan kepada pemerintah desa (pemdes) atau Pemerintah Kecamatan Sawit.

“Tentu saya yakin warga akan siap menjadi tenaga teknis pengelolaan. Namun lagi-lagi, kami tetap harus menunggu kepastian kapan umbul mulai dibuka. Warga juga ingin bisa bekerja selain mengandalkan pertanian di sawah,” ujar Hadi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho