Wisata Baru Temanggung: Situs Liyangan, Peninggalan Mataram Kuno

situs ini tenggelam dalam lapisan lahar sekitar 5 hingga 12 meter dan berhasil ditemukan ileh penambang pasir pada 2008 silam.

Yesaya Wisnu - Solopos.com
Minggu, 28 November 2021 - 11:11 WIB

SOLOPOS.COM - Situs Liyangan, Kabupaten Temanggung (Sumber: Okezone.com)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Situs Liyangan di Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah merupakan salah satu bukti peradaban kuno di Nusantata. Terletak di lereng timur Gunung Sindoro dan berjarak sekitar 20 kilometer dari arah barat laut Kota Temanggung, situs bersejarah ini diperkirakan terkubur akibat letusan Gunung Sindoro yang tepat berada di belakangnya.

Dilansir dari Okezone.com, Kamis (25/11/2021), situs ini tenggelam dalam lapisan lahar sekitar 5 hingga 12 meter dan berhasil ditemukan ileh penambang pasir pada 2008 silam. Situs ini berasal dari abad ke-6 Masehi dan merupakan perkambungan kuno yang mengembangkan sistem pertanian dan pengairan.

Kolam Cinta 

Di situs tersebut juga terdapat sumber mata air Jumprit yang setiap tahunnya dimanfaatkan untuk upacara Waisak oleh umat Buddha. Menariknya lagi, situs ini memiliki objek wisata kolam cinta, kolam renang alam yang menawarkan kesehatan mata air Sindoro. Dinamakan kolam cinta karena bentuknya mirip dengan lambang hati.

Baca Juga: Bruk! Wagub Jateng Jatuh saat Buka Pelatihan Siaga Tanggap Bencana

Untuk mencapai kolam cinta, Anda harus menuruni lebih anak tangga yang terbuat dari tanah. Letaknya berada lebih rendah dibanding situs Candi Liyangan. Jika berenang di tempat ini, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan situs purbakala dan keindahan Gunung Sindoro yang indah dan mempesona.

Dihimpun dari Wikipedia, pada 2010 hingga 2011 lalu, dilakukan penelitan dan penggalian lebih lanjut yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta dan dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa situs tersebut bukan merupakan candi besar tetapi sebuah perdusunan dari masa Mataram Kuno. Berdasarkan gambaran hasil survei penjajakan, Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks dan memiliki  indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian

Baca Juga: Gandatapa, Peninggalan Majapahit di Lereng Gunung Slamet

Situs Liyangan memiliki kekhasan yang tidak ditemukan pada situs temuan lainnya dari masa Hindu di Jawa: di situs ini ditemukan sisa-sisa kayu dan bijian serealia (gabah) yang hangus. Penggalian lanjutan menemukan struktur saluran kuno yang diduga telah dibangun pada masa pra-Hindu. Sejak 2015, situs liyangan telah menjadi wisata sejarah yang banyak dikunjungi wisatawan.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif