Tutup Iklan
Ilustrasi pengisian daya baterai dengan wireless charger (Freepik)

Solopos.com, SOLO – Pengisian baterai nirkabel alias wireless charging menjadi fitur biasa pada smartphone masa kini. Meski praktis, kabarnya metode ini mengurangi usia baterai. Benarkah demikian?

Dikutip dari Phone Arena, Senin (19/8/2019), komunitas American Chemical Society (ACS) mengungkap hasil pengujian perangkat Iphone 8 dengan -tekno">charger berkabel dan wireless charger berstandar Qi.

Hasilnya, pengisian daya baterai ponsel secara nirkabel ternyata menimbulkan panas yang lebih tinggi. Padahal, suhu tinggi merupakan musuh baterai.

“Suhu bisa memengaruhi state-of-health -tekno">baterai. Semakin panas baterai, maka usianya ikut berkurang,” terang ACS.

Lantas, mengapa suhu baterai -tekno">ponsel yang diisi dengan wireless charger justru lebih panas? Wireless charger memang tidak berkontak fisik dengan ponsel. Namun, keduanya sama-sama menghasilkan panas. Itulah yang menyebabkan suhu baterai ponsel meningkat.

Kondisi tersebut semakin buruk jika -tekno">ponsel tidak diletakkan tepat di tengah wireless charger. Misalnya terlalu di pinggir sehingga meleset dari kumparan pengisi daya. Hal ini akan memaksa pengisi daya nirkabel meningkatkan daya yang keluar sehingga menaikkan suhu.

Jadi, sebaiknya letakkan -tekno">ponsel di posisi ideal saat mengisi baterai dengan wireless charger. Jangan memakai ponsel saat proses pengisian baterai dilakukan. Sebab, hal itu justru semakin meningkatkan suhu pada baterai ponsel.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten