Kelapa Staf Presiden Moeldoko (kiri) berbincang dengan Menkopolhukam Wiranto dan Kepala BIN Budi Gunawan di Istana Negara Jakarta, Rabu (16/5/2018). (Antara - Wahyu Putro A)

Solopos.com, SOLO -- Pernyataan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto yang menyebut pemerintah telah mendeteksi pihak yang menjadi provokator dalam kerusuhan di Papua mendapat kritik. Wiranto diminta tidak menebar tuduhan yang berpotensi menimbulkan rasa saling curiga.

Kritik muncul di akun Twitter Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil A Simanjuntak, @Dahnilanzar. Menurutnya, pernyataan Wiranto tersebut justru memperkeruh suasana.

"Mhn maaf dg segala hormat, Statement Pak Wir justru memperkeruh suasa a. Bila ada yg menunggangi tangkap saja Pak Wir, jng kemudian menebar tuduhan, ini saat kita bergandengan tangan saling tolong menolong apa pun sikap politiknya,demi kepentingan NKRI," kicau pengguna akun @Danilanzar, Sabtu (31/8/2019).

Karena itu, dia meminta Wiranto dan pejabat lain tidak memberikan pernyataan soal Papua yang menimbulkan prasangka baru. "Jadi ada baiknya, Pak Wiranto dan pejabat lainnya tdk justru mengeluarkan statement terkait Papua, yg justru memecah belah dan menimbulkan saling sakwasangka.Ini saatnya bergandengan tangan untuk saling menguatkan demi keutuhan NKRI. kita bantu Pak @jokowi agar NKRI tetap utuh," kicaunya.

Dia menyarankan agar Wiranto belajar dari peristiwa Mei 1998 dan penanganan pergolakan di Timor Timur yang berujung referendum serta pemisahan dari NKRI. Saat itu, Wiranto juga memegang jabatan penting sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), yaitu 16 Februari 1998 – 26 Oktober 1999.

"Saya kira Pak Wiranto sdh banyak belajar dr peristiwa 98, Tim-Tim, dll dimana pada saat2 genting peristiwa-peristiwa tsb, Pak Wiranto selalu dlm posisi sedang menjadi pejabat yg sangat berpengaruh, jadi jangan biarkan hal yg sama terjadi lagi kali ini. Kita bahu membahu jaga NKRI."

Sebelumnya, Wiranto mengaku telah mendeteksi adanya pihak yang menjadi provokator dalam kerusuhan di Papua.

"Saya sudah terima laporan dari Kapolri, Panglima TNI dan kepala BIN, memang kerusuhan ini ada yang menunggangi, mengompori, memprovokasi, ada yang sengaja mendorong agar terjadi kekacauan," kata Wiranto dalam konferensi pers seusai rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (30/8/2019) malam.

"Kita tahu siapa yang akan dapat keuntungan dari kerusuhan dan kita peringatkan, siapa pun dia, hentikan itu! Karena tindakan itu hanya ingin membuat suasana tidak stabil," tambah Wiranto.

Wiranto mengaku sudah mengetahui siapa provokator yang mempengaruhi kondisi Papua tersebut, namun enggan menyebutkan siapa provokator tersebut. "Kita tahu [siapa], jadi kita minta agar [provokasi] dihentikan," ucap Wiranto.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten