Prajurit Korps Marinir TNI AL berjaga di Pelabuhan Jayapura, Papua, Minggu (1/9/2019), pascaunjuk rasa warga Papua Kamis (29/8/2019). (Antara-Zabur Karuru)

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menegaskan jumlah korban jiwa akibat kerusuhan Papua sebanyak empat orang dari masyarakat sipil dan satu anggota TNI.

"Saya sampaikan di sini, sampai dengan hari ini hasil pantauan masyarakat yang meninggal dunia empat orang," katanya, saat konferensi pers situasi terkini di Papua dan Papua Barat, di Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Empat korban meninggal dari kalangan sipil itu berasal dari Papua ditambah 15 korban luka-luka. Sementara itu, korban meninggal dunia dari pihak TNI ada satu orang. Untuk wilayah Papua Barat, kata dia, tercatat tidak ada korban meninggal, baik dari masyarakat sipil maupun aparat TNI-Polri.

"Di Papua Barat malah yang meninggal dunia nihil, luka-luka juga nihil. Luka ringan ada tapi tidak begitu. TNI-Polri enggak ada yang meninggal tapi yang luka-luka ada dua orang," katanya.

Namun, Wiranto mengatakan situasi dan kondisi di Papua dan Papua Barat sudah semakin kondusif sehingga beberapa aktivitas bisa kembali berjalan seperti sedia kala. Bahkan, aktivitas sekolah di Papua dan Papua Barat akan dibuka kembali mulai 5 September 2019 seiring situasi yang kian kondusif.

Wiranto menambahkan aktivitas masyarakat di Papua dan Papua Barat sudah kembali normal, demikian pula pelayanan publik di perkotaan, seperti transportasi, pelabuhan, bandara, terminal yang sudah berjalan seperti semula.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten