SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta–Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto mengatakan, Partai Hanura memilih sikap sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono, selama lima tahun ke depan.

“Dengan sikap oposisi tersebut sehingga Hanura bisa menjadi penyeimbang dan melakukan pengawasan terhadap pemerintah,” kata Wiranto, usai pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono di Gedung MPR RI Senayan Jakarta, Selasa (20/10).

Promosi Simak! 5 Tips Cerdas Sambut Mudik dan Lebaran Tahun Ini

Dikatakan Wiranto, sebagai penyeimbang Hanura akan melakukan kritik membangun jika kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan hati nurani rakyat. Sebaliknya, jika kebijakan pemerintah sesuai dengan hati nurani rakyat, maka Hanura akan mendukung kebijakan tersebut.

Ditanya soal kebijakan pemerintah yang akan dilaksanakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wiranto  berharap, kebijakan pemerintah, baik program 100 hari, satu tahun, maupun lima tahun, seluruhnya untuk memajukan bangsa dan negara serta mensejahterakan rakyat.

Wiranto juga mengajak semua pihak agar bisa bersama-sama melakukan pengawasan dan mengkritisi kebijakan pemerintah, agar semua program dan kebijakannya bisa berjalan baik.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Hanura, Akbar Faizal mengatakan, Partai Hanura memutuskan memposisikan diri berada di luar pemerintahan atau oposisi, yakni dalam hal kebijakan pemerintah.

“Kita akan bersikap kritis tapi tetap konstruktif,” kata Akbar Faizal.

Sikap kritis dan konstruktif yang dimaksudkannya, yakni mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat. Namun sebaliknya, jika kebijakan pemerintah dinilai pro-rakyat, Hanura  akan mendukungnya.

“Hanura sempat mendapat ditawari kursi di kabinet oleh Presiden, tapi Hanura memilih berada di luar pemerintahan,” katanya.

Menurut Akbar, sikap Hanura berada di luar pemerintah untuk memelihara konsistensi karakter partai.

Ia mengkritik banyak parpol di Indonesia tidak memiliki karakter, seperti parpol dalam koalisi parpol pendukung pemerintah yang memilih bersikap pragmatis.

ant/fid

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya