Tim BPBD Kabupaten Banyumas menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak kekeringan. (Antara-BPBD Kabupaten Banyumas)

Solopos.com, PURWOKERTO — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hingga Minggu (15/9/2019) telah menyalurkan 1.062 tangki atau sekitar 5.307.000 liter air bersih ke wilayah yang menghadapi kekeringan dan kekurangan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Ariono Poerwanto di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, mengatakan bahwa bantuan air bersih itu disalurkan kepada 14.521 keluarga yang terdiri atas sekitar 51.585 orang. Menurut dia, kekeringan dan kekurangan air bersih melanda 60 desa di 19 kecamatan di Kabupaten Banyumas.

Ia memerinci, kecamatan yang menghadapi kekeringan terdiri atas Patikraja, Sumpiuh, Karanglewas, Rawalo, Kalibagor, Jatilawang, Purwojati, Cilongok, Tambak, Kebasen, Gumelar, Somagede, Lumbir, Kemranjen, Banyumas, Pekuncen, Kedungbanteng, Ajibarang, dan Wangon. Tahun 2019 ini, menurut dia, wilayah Kabupaten Banyumas yang menghadapi kekeringan lebih luas ketimbang tahun 2018, ketika kekeringan hanya meliputi sembilan kecamatan.

Kekeringan tahun 2018 menurut data BPBD meliputi wilayah Kecamatan Tambak, Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, Kebasen, dan Karanglewas. Ariono mengatakan bahwa musim kemarau tahun 2019 lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kami sudah memulai distribusi air bersih pada akhir bulan Mei 2019 sementara pada tahun lalu kami baru memulai penyaluran air bersih pada pertengahan bulan Juli," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian wilayah di Jawa Tengah, termasuk sebagian Kabupaten Banjarnegara dan Banyumas, akan memasuki awal musim hujan pada bulan Oktober 2019.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten