Wiiii... Mantan Atlet Badminton China Huang Hua Rival Susi Susanti Ternyata Tinggal di Klaten Hlo! Ini Profilnya

Mantan atlet bulu tangkis Timnas China, Huang Hua, menjadi WNI setelah menikah dengan pengusaha asal Klaten dan sudah menetap lama di Kota Seribu Candi tersebut.

 Pebulu tangkis China, Huang Hua yang tinggal di Klaten.(Facebook/Buditjandra)

SOLOPOS.COM - Pebulu tangkis China, Huang Hua yang tinggal di Klaten.(Facebook/Buditjandra)

Solopos.com, KLATEN — Mantan pemain bulu tangkis putri Timnas China, Huang Hua diketahui menjadi Warga Negara Indonesia setelah menikah dengan suaminya Tjandra Budi Dharmawan yang berasal dari Klaten, Jawa tengah. Sosok rival dari Susi Susanti di turnamen bulu tangkis ini  ramai dibicarakan setelah tampil di pementasan ketoprak di Klaten. Lantas seperti profil pebulu tangkis Huang Hua?

Profil Huang Hua

Dikutip dari berbagai sumber, Rabu (4/8/2021), Huang Hua lahir pada 16 November 1969 di Guanxi, Republik Rakyat Tiongkok. Dia menjadi pemain bulu tangkis profesional pada era 1980-an dan 1990-an. Berbagai gelar telah dia dapat pada masa keemasannya. Pencapaian tertingginya yakni dua kali meraih Piala Uber bersama China. Dia juga menjadi juara dunia serta mendapatkan emas Asian Games hingga perunggu Olimpiade.

Baca Juga: Cantik Bak Super Model, Ini Profil Zehra Gunes Pemain Voli Asal Turki yang Curi Perhatian

Huang kemudian menikah dengan pengusaha Indonesia, Tjandra pada 1993. Dari hasil pernikahannya, mereka dikaruaniai tiga anak. Anaknya sempat dilatih Huang dari kecil untuk menjadi penerusnya sebagai atlet bulu tangkis. Namun tidak satupun yang berminat meneruskan dunia atlet ibunya.

Dia memutuskan menikah setelah pensiun menjadi atlet bulu tangkis. Padahal saat itu dia sedang berada di masa kejayaan. Namun dia justru memilih mundur dan enggan ditunjuk sebagai pelatih.

Banyak yang menyayangkan keputusan Huang untuk penisun dini. Alasan Huang  pensiun saat masa jayanya tidak seperti kebanyakan atlet. Huang memilih pensiun dari dunia bulu tangkis setelah ditinggal sang ayah tercinta. Dia menyesal tidak bisa bertemu dengan ayah untuk terakhir kalinya lantaran sedang berlaga di sebuah turnamen internasional.

Baca Juga: Profil Dodit Mulyanto, Komika Sukses Lulusan UNS Solo

Dia beranggapan setelah ayahnya tiada, kariernya sebagai pebulu tangkis kelas dunia saat itu sudah berakhir. Dia pun akhirnya bertemu dengan pria yang sekarang menjadi suaminya, Tjandra Budi, yang merupakan saudara dari pelatihnya. Mereka berdua berkunjung ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah untuk menjalani pendekatan.

Hubungan Huang dan Tjandra pun berlanjut hingga saat kuliah di negara yang sama, Amerika Serikat. Mereka berdua akhirnya menikah pada 1993. Selang satu tahun Huang akhirnya memutuskan untuk menjadi WNI dan menetap di Klaten pada 1994.

Baca Juga: Spesifikasi Infinix INBook X1 Pro, Laptop Kekinian dengan Tampilan Kece


Berita Terkait

Berita Terkini

Lahan Tak Jadi Digusur BPSMP Sangiran, Dua Warga Bukuran Malah Protes

Dua warga Desa Bukuran memprotes Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran karena lahannya tak jadi dgusur. Mereka mengaku sudah lama mengikuti proses pembebasan lahan.

Owner Banana Garden Resto Sukoharjo Bantah Tudingan Soal Kera Liar

Pemilik Banana Garden Resto membantah kera liar di permukiman penduduk Desa Laban, Mojolaban, Sukoharjo, berasal dari kebun binatang mini di resto itu.

Pemkot Solo Siapkan Gedung Isolasi Terpusat Pelajar, Ini Lokasinya

Pemkot Solo mewacanakan ada tempat isolasi terpusat khusus pelajar menyikapi bertambahnya jumlah kasus Covid-19 dari lingkungan sekolah yang menggelar PTM.

Pokja Bunda PAUD Sragen Dikukuhkan Bupati, Apa Sih Tugasnya?

Pokja Bunda PAUD Sragen yang dikukuhkan berisi perwakilan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Klaten Hari Ini: 26 Oktober 2010, Wedus Gembel Turun, Warga Dievakuasi

Sebelas tahun lalu, tepatnya pada 26 Oktober 2010, awan panas atau biasa disebut wedus gembel mulai meluncur ke arah selatan dari Gunung Merapi, pada sore hari.

Hindari Emak-Emak, Mobil Pikap Terguling di Telukan Sukoharjo

Mobil pikap pengangkut semen terguling di jalan Sukoharjo-Wonogiri wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo, gara-gara menghindari emak-emak naik motor jalannya tidak stabil.

10 Kasus Pembunuhan Paling Sadis di Klaten, Korban Ada yang Lagi Hamil!

Sejak 2010, terdapat belasan kasus pembunuhan yang terjadi di Klaten, namun Solopos.com hanya menyajikan informasi terkait 10 kasus pembunuhan paling sadis sejak 11 tahun terakhir.

Bupati Sragen Minta Semua Pelayanan Publik Wajib Pakai PeduliLindungi

Bupati Sragen mengaku sulit untuk bisa memasang aplikasi PeduliLindungi karena harus mendapatkan izin dari Kemenkominfo.

Lampaui Target, Transaksi SGS 2021 Hampir Rp1 Triliun

Nilai transaksi selama pelaksanaan Solo Great Sale atau SGS 2021 sudah melampaui target yang ditetapkan senilai Rp800 miliar.

1.556 Keluarga di 4 Kecamatan di Sragen Krisis Air Bersih

Empat dati tujuh kecamatan langganan kekeringan di Sragen mengalami krisis air bersih. Tiga kecamatan lain sudah mentas.

Buntut Mahasiswa Meninggal, UNS Solo Bekukan Sementara Kegiatan Menwa

UNS Solo membekukan sementara kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa) setelah ada satu mahasiswa yang meninggal seusai diklat Menwa.

Hampir 2 Tahun Tutup, Pasar Mbatok Kemuning Akhirnya Buka Lagi Lur

Pasar Mbatok di Kemuning, Ngargoyoso, sudah kembali beroperasi sejak Sabtu dan Minggu (23-24/10/2021) setelah tutup karena pandemi Covid-19.

Waduh! Buruh Sukoharjo Sebut Rumus Baru UMK Beratkan Pekerja

Serikat buruh Sukoharjo menilai penghitungan upah minimum kabupaten atau UMK 2022 mendatang justru memberatkan pekerja.

Kodim dan Polres Wonogiri Pastikan Bansos PKL dan Warung Tepat Sasaran

Kodim Wonogiri mengolah data penerima bansos BTPKLW dengan cara menyandingkannya dengan data induk di sistem.

Salurkan Bansos BTPKLW di Wonogiri, TNI-Polri Jamin Tak Ada Potongan

BTPKLW merupakan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat yang disalurkan kepada sasaran melalui institusi TNI dan Polri.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal, Polisi Periksa Panitia dan Barang Bukti

Polisi belum dapat memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus mahasiswa UNS Solo yang meninggal dunia seusai mengikuti diklat Menwa.