WHO Tetapkan Virus Corona Pandemi Global, Apa Maknanya?
Suasana di salah satu sudut Kota Roma, Itala, Selasa (10/3/2020) setelah pemerintah melarang warganya keluar rumah akibat wabah virus corona. (Reuters-Remo Casilli)

Solopos.com, SOLO – Covid-19 atau penyakit yang disebabkan virus corona telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh WHO. Alasan Covid-19 ditetapkan menjadi pandemi adalah lantaran telah menginfeksi lebih dari 118.000 orang di 110 negara termasuk Indonesia.

Direktur World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (11/3/2020), mengumumkan virus corona sebagai pandemi global. pandemi diputuskan setelah ada gelombang infeksi dari orang ke orang di seluruh komunitas.

Kisah Perawat Pasien Virus Corona di Indonesia Melawan Risiko

Meski statusnya meningkat menjadi pandemi global, WHO tak akan mengubah standar penanganan virus corona.

Pandemi adalah wabah penyakit yang terjadi pada geografis yang luas atau menyebar secara global.

Menurut WHO, pandemi tidak ada hubungannya dengan tingkat keparahan penyakit, jumlah korban atau infeksi, namun pada penyebaran geografisnya.
Pandemi mengacu pada epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, biasanya mempengaruhi sejumlah besar orang.

Anies Baswedan & Ridwan Kamil Kompak, Minta Kewenangan Tangani Virus Corona

Sementara Center for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut pandemi mengacu pada epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, biasanya mempengaruhi sejumlah besar orang.

Pandemi Adalah

Pandemi dinyatakan saat penyakit baru yang orang-orang tidak memiliki kekebalan akan penyakit itu, menyebar di seluruh dunia di luar dugaan.

Laman worldometers.info mencatat secara real time pada Kamis (12/3/2020) pukul 08.45 WIB, bahwa ada sebanyak 126.273 total kasus infeksi.

KRL Jabodetabek Rawan Virus Corona, Ini Penyebabnya

Dari total kasus infeksi tersebut, angka kesembuhan masih tinggi, yakni 68.286 di seluruh dunia. Sementara angka kematian tercatat di angka 4.633, dengan China yang menjadi pusat penyebaran sebagai negara yang memiliki angka kematian tertinggi.

Kemudian disusul dengan Italia yang semakin naik angka kasusnya dari hari ke hari. Pada 12 Maret, dilaporkan ada 2.313 kasus dan 196 kematian baru di negara tersebut.

Belakangan, Honduras, Bolivia, Pantai Gading, dan La Reunion melaporkan kasus pertama. Sedangkan kematian pertama juga terjadi di Irlandia, Albania, Swedia, dan Bulgaria.

Pasien Corona Indonesia Meninggal di RSUP Sanglah Bali

Di Indonesia, kematian pertama juga tercatat pada pasien corona dengan kode 25 yang meninggal dunia pada Rabu (11/3/2020) sekitar pukul 02.00 dini hari. Pasien tersebut merupakan perempuan dari Warga Negara Asing (WNA) berusia 53 tahun.

Peringatan: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya segera hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho