WHO Bakal Punya Aplikasi Pemantau Gejala Covid-19
Logo WHO saat ini. (Reuters)

Solopos.com, GENEWA – Badan Kesehatan Dunia WHO bakal meluncurkan aplikasi pemantau virus corona Covid-19. Aplikasi tersebut akan menanyakan kepada orang-orang tentang gejala mereka dan menawarkan panduan tentang apakah mereka mungkin memiliki Covid-19.

Sembunyikan Sabu-Sabu di Bungkus Rokok Bekas, Pria Kiringan Boyolali Ditangkap

Dilansir CDR Info, Sabtu (9/5/2020) Kepala Petugas Informasi untuk WHO, Bernardo Mariano mengatakan bahwa aplikasi tersebut juga akan memiliki fitur pelacakan kontak berbasis Bluetooth. Teknologi ini akan bergantung pada ponsel yang memiliki jarak beberapa kaki satu sama lain selama setidaknya lima menit.

Ponsel nantinya menyimpan catatan pertemuan semacam itu yang dianonimkan, yang memungkinkan seseorang yang kemudian dites positif untuk secara anonim mengirim pemberitahuan ke kontak terbaru tentang kemungkinan paparan virus.

Apple dan Google mengatakan sistem mereka tidak akan menggunakan data apa pun untuk keperluan lain dan akan dihentikan ketika pandemi berakhir.

Auman dan Bayangan Misterius di Lereng Merapi Gegerkan Warga Klaten

Aplikasi pemantau Covid-19 ini akan tersedia di toko aplikasi secara global, dan pemerintah mana pun akan dapat mengambil teknologi yang mendasari aplikasi, menambahkan fitur dan merilis versinya sendiri di toko aplikasi, kata Mariano.

Bakal Dirilis Resmi

“Nilainya benar-benar untuk negara-negara yang tidak memiliki apa-apa. Kami akan membantu negara yang tidak mampu menyediakan aplikasi,” kata Mariano.

India, Australia, dan Inggris telah merilis aplikasi virus resmi menggunakan teknologi mereka sendiri, dengan fitur-fitur umum termasuk memberi tahu orang-orang apakah akan diuji berdasarkan gejala mereka dan mencatat pergerakan orang untuk memungkinkan pelacakan kontak yang lebih efisien.

Pasien Positif Covid-19 Kabur dari Jakarta ke Banyumas Naik Travel

Beberapa negara memilih untuk menggunakan pelacakan kontak, atau proses menemukan, menguji, dan mengisolasi individu yang berpapasan dengan individu yang menular.

Mariano mengatakan dia ingin memasukkan alat tambahan di luar pemeriksa gejala, termasuk panduan mandiri untuk perawatan kesehatan mental.

WHO berencana untuk merilis panduan segera minggu depan mengenai masalah yang harus dipertimbangkan oleh negara-negara saat mereka mempertimbangkan aplikasi penelusuran kedekatan mereka sendiri. Dengan begitu aplikasi pemantau Covid-19 dapat bermanfaat.

Sumber: Okezone


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho