Kategori: Bantul

Wheel Loader Rusak, Pantai Parangtritis Terancam Penuh Sampah


Solopos.com/Jumali-Harian Jogja

Solopos.com, BANTUL -- Pantai Parangtritis, Bantul, terancam penuh sampah menyusul rusaknya wheel loader atau alat berat pemindah tumpukan sampah milik Dinas Pariwisata Bantul.

Sekretaris Dispar Bantul Annihayah mengatakan pihaknya memiliki satu wheel loader yang dibeli pada 2017 lalu. Alat ini berfungsi mengangkat sampah sekaligus mendorong untuk dimasukkan ke bak truk.

Namun, baru beberapa tahun beroperasi untuk membantu mengambil sampah-sampah dimensi besar yang ada di objek wisata, alat menyerupai Buldozer senilai Rp400 juta buatan China itu rusak dan tidak bisa dipergunakan.

"Kondisinya berkarat dan kena korosi. Sementara sparepart-nya juga susah dicari. Oleh karena itu, di APBD Perubahan kami ajukan pembelian wheel loader yang baru senilai Rp1 miliar," kata Annihayah, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Ngaku Anggota BIN Demi Menggaet Pujaan Hati, Tiga Pria Diciduk Polisi Sleman

Menurut Annihayah jika pengadaan wheel loader tersebut disetujui, persoalan penumpukan sampah di lokasi wisata, terutama di Pantai Parangtritis, akan teratasi. Sebab, wheel loader yang diajukan tersebut memiliki kapasitas lebih besar dan lebih awet.

"Untuk sementara, karena wheel loader rusak, kami meminta bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup untuk membantu mengangkut sampah yang ada," jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Bantul, Wildan Nafis, mengatakan saat ini proses pembahasan untuk pengajuan anggaran ada di masing-masing organisasi peringkat daerah (OPD). Pihaknya dipastikan mendukung langkah Dispar Bantul dalam pengadaan whell loader.

"Kami mendukung untuk pengadaan alat tersebut. Semoga saja Pemkab punya anggaran," katanya.

Baca Juga: Kantor Notaris di Jogja Dibobol Maling, Satu Unit Brankas Raib

Terpisah, Ketua UPT Sampah Pantai Parangtritis, Suranto mengakui penumpukan sampah sempat terlihat sekitar 10 hari lalu. Penumpukan sampah itu, disebabkan adanya badai Seroja. Dan juga adanya hujan yang lebat dari wilayah Sleman dan Kota Jogja.

"Namun, kondisi itu tidak berlangsung lama. Sebab, petugas sudah mulai membersihkan sampah dan terlihat bersih, Senin (12/4/2021) lalu," katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Kaled Hasby Ashshidiqy