Wes Angel! Warga Positif Berkeliaran, Satu Kampung Tertular Covid-19

Salah seorang warga di Donokerto yang positif Covid-19 berkeliaran. Akibatnya, 46 warga pun terpapar virus corona atau Covid-19.

 Lurah Donokerto R Waluyo Jati. (Harian Jogja-Abdul Hamid Razak)

SOLOPOS.COM - Lurah Donokerto R Waluyo Jati. (Harian Jogja-Abdul Hamid Razak)

Solopos.com, SLEMAN – Klaster komunitas kembali muncul di Donokerto, Kapanewon (Kecamatan) Turi setelah salah seorang warga yang positif Covid-19 berkeliaran. Akibatnya, 46 warga pun terpapar virus corona atau Covid-19.

Lurah Donokerto, R Waluyo Jati mengatakan lonjakan kasus positif Covid-19 di kelurahannya kembali terjadi setelah perayaan Iduladha. Saat ini tercatat lebih dari 166 warga Donokerto melakukan isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 warga terpapar Covid-19 setelah perayaan Iduladha. Kasus terbanyak, kata Waluyo, terdapat di padukuhan Gading Wetan. Jumlah warga yang terpapar di padukuhan ini sekitar 35 warga. Penyebabnya, kata Waluyo, ada warga yang positif Covid-19 berkeliaran sehingga menulari warga lainnya.

“Ada warga yang positif harusnya isolasi mandiri karena termasuk yang ditracing tidak jujur melakukan isolasi mandiri. Bahkan ia berbaur mengikuti solat jemaah saat Iduladha dan ikut membantu penyembelihan hewan kurban,” katanya saat dikonfirmasi Harian Jogja, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Pertengahan Agustus Rusun Giripeni Jadi Tempat Isolasi Terpusat

Lonjakan kasus baru tersebut, kata Waluyo terjadi sejak 24-25 Juli kemarin. Kondisi tersebut, berdampak pada penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di kelurahannya. Padahal sebelumnya, Satgas dan Kelurahan Donokerto sudah meminta agar warga tidak menggelar solat Iduladha berjemaah sesuai imbauan Bupati Sleman.

“Selama PPKM Darurat diterapkan, sebenarnya kasusnya mulai menurun. Landai. Setelah Iduladha ini mulai naik lagi. Sebelum kasus baru ini ada 120 warga yang isoman, saat ini sudah 166 warga,” katanya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Donokerto, Satgas pun mengambil kebijakan untuk menerapkan PPKM Mikro di Kampung Gading Wetan. Alasannya, kata Waluyo, kampung tersebut sudah masuk zona merah dan agar virus Corona tidak menyebar ke warga lainnya. Mereka saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Warga Positif Covid-19 Isoman

Baca juga: Terjadi Kerumunan, Penyaluran Bansos di Bantul di Beberapa Titik Ditunda

“Sebenarnya orang ini [warga yang positif Covid-19] tidak percaya corona. Dia ke sana ke mari bilang ke warga, tidak ada corona. Padahal warga ini positif Covid-19. Dia sendiri saat ini dalam kondisi kritis,” kata Waluyo.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan per 30 Juli jumlah kasus positif Covid-19 di Sleman bertambah 533 kasus. Adapun jumlah pasien yang sembuh 658 kasus dan yang meninggal 21 kasus.

“Kasus aktif di Sleman turun 246 kasus menjadi 6.852 kasus, yang terkonfirmasi positif total 33.684 kasus, sembuh 25.515 kasus dan yang meninggal 1.317 kasus,” katanya.

 

 

 

Berita Terkait

Espos Premium

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Berita Terkini

Ibu Mertua Mantan Presiden SBY Berpulang di Usia 91 Tahun

Kendati begitu tidak disebutkan secara detail sakit yang diderita almarhumah.

Menggali Nilai-Nilai Pancasila dan Kebajikan Hidup dari Kota Lama Semarang

Direktorat Informasi dan Kominikasi Publik menggelar dialog interaktif menggali nilai-nilai Pancasila dan pelestarian dari Kota Lama Semarang.

Pameran UVO 2021, Perajin : Lebih Praktis, Bisa Promosi dari Rumah

Para perajin usaha kecil menengah (UKM), merasa terbantu dengan gelaran UKM Virtual Expo (UVO) II 2021 yang diselenggarakan Pemprov Jateng.

Puan Maharani Terima Beasiswa PIP, Begini Kisahnya...

Rano Karno mengaku terkejut ketika ada pelajar bernama Puan Maharani dan masuk dalam program PIP.

Alhamdulillah...Tak Ada Lagi PPKM Level 4 di Jawa dan Bali

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan akan dilakukan uji coba pembukaan mal atau pusat perbelanjaan bagi anak usia di bawah 12 tahun.

Dipuji Bank Dunia, Airlangga: Vaksinasi dan Taat Prokes Cara Menangani Pandemi

Menurut Airlangga, pemerintah juga menekankan agar vaksinasi Covid-19 dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Manfaatkan Posisi Jenderal, Napoleon Bonaparte Diduga Bisa Aniaya M Kece di Rutan Bareskrim

Napoleon Bonaparte diduga kuat bisa menganiaya Muhammad Kece di balik jeruji besi karena merasa seorang atasan.

3 Petugas Jadi Tersangka Kebakaran LP Tangerang

Tiga tersangka tersebut merupakan pegawai LP Kelas I Tangerang berinisial RE, S, dan Y.

Jokowi Bubarkan 3 BUMN, Namanya Mungkin Anda Baru Dengar

Presiden Jokowi membubarkan tiga BUMN dan menggabungkannya dengan perusahaan pelat merah lain untuk efisiensi.

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Menpan RB Pastikan Tak Ada Perekrutan CPNS Tahun Depan, Hanya PPPK

Menpan RB, Tjahjo Kumolo, menyebutkan perekrutan CASN tahun depan hanya untuk PPPK tak ada CPNS.

Irjen Napoleon Berdalih Agama untuk Aniaya Muhammad Kece, Polisi: Caper!

Bareskrim Polri menilai yang dilakukan Irjen Napoleon menyebarkan surat terbuka yang menyebut aksinya menganiaya Muhammad Kece berdalih agama sekadar cari perhatian alias caper.

Terbukti Menyelundupkan Harley Davidson, Ari Ashkara Akhirnya Tak Dipenjara, Lho?

JPU mencabut banding atas vonis PN Tangerang terhadap mantan Dirut Garuda, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara, yang membuatnya tak dipenjara.

Tak Benarkan Tindakan Irjen Napoleon Aniaya Muhammad Kece, PBNU: Harusnya Didakwahi

PBNU tidak membenarkan melakukan kekerasan dengan alasan agama sekalipun seperti yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte kepada Muhammad Kece.

10 Berita Terpopuler : Batu Keramat di Sragen Tak Bisa Dipindah - 4 Wilayah di Jateng Rawan Tsunami

Informasi tentang batu keramat di Sragen hingga wilayah rawan tsunami masuk daftar 10 berita terpopuler Solopos.com pagi ini.