Webinar Unipma: Merealisasikan Hobi untuk Mewujudkan Mimpi dengan Bisnis
Bisnis bisa dimulai dari hobi diungkap saat webinar yang digelar Universitas PGRI Madiun (Unipma), Selasa (1/9/2020) dengan tema Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan.

Solopos.com, SOLO— Bisnis bisa dimulai dari hal sederhana seperti hobi yang kita miliki. Dari hobi bila ditekuni bisa menjadi ladang bisnis yang menguntungkan.

"Mulailah dari hobi Anda misalnya ngomong bahasa Inggris, hobin mancing, futsal apapun sampai hobi mendidik bisa menjadi lahan bisnis bila ditekuni,” ujar Dr. Wachyu Hari Haji saat mengisi materi dalam webinar yang digelar Universitas PGRI Madiun (Unipma), Selasa (1/9/2020). Webinar  yang disiarkan melalui kanal Youtube itu mengambil tema Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan.

Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan Universitas Mercu Buana yang juga pengusaha menjelaskan setelah menemukan ide dari hobi, ada beberapa tips yang perlu dillakukan seseorang saat memulai bisnis. "Tips memulai bisnis yang utama adalah Anda harus menjadi manusia yang produktif. Menjadi produktif itu bisa dilakukan di mana saja, baik di rumah, di kantor, dan dalam bisnis," ujar Wachyu.

Langkah selanjutnya adalah mencari celah apa yang masih sulit atau masalah apa dari ide tersebut. Kemudian buatlah solusi dari masalah tersebut melalui bisnis atau wirausaha.

Menurut Wachyu, banyak bisnis yang gampang dilakukan termasuk mahasiswa, antara lain bidang fashion, skin care dan kosmetik, perlengkapan bayi, make up artist (MUA), kuliner, furnitur, penginapan, jasa foto dan video, hingga digital marketing agency.
Wachyu juga menjelaskan beberapa hal penting yang harus diperhatikan saat membangun usaha. Pentingnya memiliki tim yang memiliki passion dan saling menguatkan.

“Kemudian temukan pain dan gain customer. Artinya cari apa yang membuat customer kecewa. Kalau sudah dapat, apa yang bisa dijadikan gain atau harapan bagi customer sehingga mereka puas dengan produk kita,”jelas dia.

Selanjutnya satu hal yang tak kalah penting adalah memiliki mimpi besar dan bergerak cepat. “Karena siklus bisnis saat ini sudah sangat pendek dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Jadi kita harus berinovasi agar ketemu dengan produk yang diinginkan pelanggan,” jelas Wachyu.

Gegara Rawan Ambruk, Orang Tua Pindahkan Anak Dari Sekolah Di Sragen Ini

Guru Honorer yang Sukses Beternak Burung

Webinar itu juga menghadirkan nara sumber seorang guru honorer asal Kebumen yang juga peternak burung, Ibnu Nadziir MPd. Sebelum beternak burung, guru BK SMPN 3 Kebumen itu memiliki bisnis lain, seperti boneka, clothing, hingga toko sembako.

“Saya menekuni bisnis burung karena keuntungannya lumayan besar, bisa 100% bahkan lebih,” ujar Nadziir.  Selain karena hobi, menurutnya, beternak burung relatif mudah dan tidak memerlukan perawatan dan waktu yang banyak.

Dia juga memberikan hal yang perlu disiapkan oleh orang yang ingin mengikuti jejaknya. “ Yang pertama adalah dengan mencari ilmu tentang beternak. Bisa dengan membaca buku, mencari di Internet, bertanya dari orang yang sudah melakukan dan berdiskusi,” ujar pria yang juga mendirikan sebuah SMK itu.

Selain itu beternak burung juga harus menyiapkan modal, meskipun bisa dilakukan dengan modal sedikit. Selain itu, menyiapkan tempat atau lokasi yang memenuhi syarat untuk beternak.

Ini Tanda Anak Jenius, Nomor 4 Enggak Nyangka Kan?

Menyiapkan Alumni yang Memiliki Jiwa Wirausaha

Nara sumber lain yang menjadikan hobi sebagai ladang bisnis adalah Dwi Ernawati, SPd. Dengan kesenangannya membimbing anak-anak usia dini, Erna kini memiliki bimbingan belajar atau les privat, Gool.  Bimbel miliknya telah memiliki 67 murid dan lima guru pembimbing.

Webinar itu juga menghadirkan pembicara yang juga merupakan alumnus Universitas PGRI Madiun, Alfi Hafizd Izhaqro, M.Pd, M.Hum. Pada kesempatan itu Alfi yang merupakan staf Dewan Komisaris salah satu BUMN itu berbagi semangat kepada para mahasiwa yang akan lulus untuk percaya diri menatap masa depan, dengan menjadi apa dan siapa pun yang mereka impikan.

Pada kesempatan itu, Rektor Unipma, Dr.H. Parji, M.Pd menyambut baik pelaksanaan webinar tersebut.  "Saya menyambut gembira kegiatan ini, karena pembakalan alumni menjadi tradisi yang baik. Temanya sangat relevan dengan visi besar universitas yaitu menghasilkan lulusan yang cerdas, berdaya saing dan memiliki kemampuan berwirausaha,” ujar Parji.

Apalagi, lanjut Panji, saat ini dalam kondisi Pandemi Covid-19, mau tak mau kemampuan berwirausaha sangat penting.  “Kreativitas sangat penting untuk menjadi orang yang mandiri, menjadi pribadi yang tak hanya mencari kerja tapi bisa menciptakan lapangan kerja,” ujar Parji.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom