Webinar KKN UNS: Kondisi Pandemi Jadi Momentum Tingkatkan Kreativitas
Webinar mahasiswa KKN UNS kelompok 39 dan 40 dilaksanakan selama 2 hari yaitu Jumat-Sabtu (19-20/2/2021) via aplikasi Zoom Cloud Meeting. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO-- Pandemi  Covid-19 berdampak pada kegiatan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS). Sebelumnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilangsungkan secara tatap muka langsung di desa-desa.

Namun karena kondisi pandemi mengharuskan mahasiswa UNS melaksanakan kegiatan KKN di wilayah domisili masing-masing khususnya kelompok 39 dan 40 KKN UNS 2021 yang mahasiswanya tersebar di 18 provinsi di Indonesia.

Dari berbagai macam daerah yang tergabung dalam kelompok tersebut, dipilih salah satu daerah yang menjadi fokus utama dalam melaksanakan kegiatan KKN yaitu Provinsi Papua.

Baca Juga: Mengemban Tugas Baru, General Manager PLN Pamitan Ke Gubernur Jawa Tengah

Untuk mewujudkan KKN efektif berbasis online, dalam program utamanya kedua tim mengangkat suatu kegiatan webinar nasional dengan tema “Tantangan Membangun Indonesia Timur Saat dan Pasca Pandemi”.

Serangkaian kegiatan webinar dilaksanakan selama 2 hari yaitu Jumat-Sabtu (19-20/2/2021) via aplikasi Zoom Cloud Meeting.

Acara webinar hari pertama dan kedua secara berturut-turut dihadiri oleh 75 dan 55 peserta. Pada kegiatan ini peserta diberi gambaran mengenai kehidupan di Indonesia Timur selama pandemi dan juga diberi edukasi untuk selalu berkreasi dan memiliki sikap positif walaupun ditengah situasi yang memaksa kita harus berada di rumah.

Baca Juga: BPS: Lowongan Kerja Timpang, Karanganyar Kudu Cetak Wirausahawan!

Harus Tetap Produktif

Wakil Rektor Rektor Riset dan Inovasi, Prof. Kuncoro Diharjo, dalam materinya menyampaikan bahwa Covid-19 ini merupakan ujian untuk Indonesia. Namun sebagai mahasiswa dan akademisi Universitas Sebelas Maret harus tetap mencari cara agar tetap produktif.

Senada, pembicara lain, Hivanly Salawane Leha S.Th., M.Pd. yang merupakan Putri Indonesia Papua Barat 2020 mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kreaativitas.

“Apalagi temen-temen semua disini masih muda. Jadikanlah kondisi pandemi ini sebagai peluang untuk meningkatkan kreativitas,” papar Hivanly saat sesi sharing seperti dalam rilis yang diterima Solopos.com, Senin (8/3/2021).

Baca Juga: Keren, Ada Insinyur Indonesia Yang Terlibat Dalam Proyek Roket NASA

Peserta juga diberikan pengetahuan baru oleh Perwakilan MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia) Maluku-Papua, Ahmad Shobirin mengenai kegiatan yang dilakukan di daerah Papua selama pandemi ini.

Dijelaskan, sosialisasi mengenai penerapan 5M pun tak henti-hentinya dilakukan di kalangan masyarakat adat suku Marind-Anim di Papua. 5M ini terdiri atas memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

Pada kesempatan itu, Kaprodi S3 Penyuluhan Pembangunan UNS, Sapja Anantanyu menuturkan pandemi memunculkan banyak pelaku usaha baru. "Maka dari itu pelaku usaha yang lama harus lebih giat berkembang di masa pandemi karena dalam menggerakkan roda ekonomi itu sama saja dengan menggerakkan pelaku usaha," ujarnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Tantang Produsen Gencar Jual Mobil Listrik, Ini Alasannya

Penyuluhan terkait pemberdayaan masyarakat adalah bekerja bersama masyarakat untuk membantunya agar mereka dapat meningkatkan harkatnya sebagai manusia (helping people to help themselves).

Menurutnya, pemberdayaan masyarakat dengan berbagai macam fasilitator di antaranya yakni kualifikasi dan syarat profesional, aktivitas, dan Sertifikat SKKNI tidak akan maksimal jika tidak disediakan pendampingan dan pemberdayaan secara continue dari pemerintah.

Baca Juga: Aturan Longgar, Trafik Pengunjung Mal Di Solo Melonjak

Sementara itu, Dosen IAIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag meminta para peserta tidak patah semangat dalam berkreasi dan berinovasi untuk menambah ilmu mengenai perkembangan di Indonesia Timur.

"Bersyukur di era pandemi ini, teknologi sudah berkembang pesat sehingga kita semua masih tetap dapat produktif meskipun di rumah masing-masing. Bahu-membahu menyemangati dan membantu sesama agar bisa sama-sama maju. Izakod bekai izakod kai, satu hati satu tujuan," ujarnya



Berita Terkini Lainnya








Kolom