Waspadai Varian Omicron, Ganjar: Tak Boleh Keluar Lewat Pintu Belakang

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menyebutkan sejauh ini belum terdeteksi keberadaan omicron di Jateng.

Newswire - Solopos.com
Senin, 29 November 2021 - 19:51 WIB

SOLOPOS.COM - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat melayani foto penonton di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (20/11/2021). (Suara.com)

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mewanti-wanti warganya untuk waspada akan masuknya Covid-19 varia baru, yakni omicron. Kabar baiknya, sejauh ini virus yang mulai merebak di Afrika Selatan tersebut belum terdeteksi ada di Jawa Tengah.

“Saya minta setiap ambil sampel kita langsung bawa untuk dites dengan whole genome sequencing test. Kenapa menjadi penting, karena ini bisa menjadi deteksi sejak dini. Alhamdulillah sampai akhir kemarin hasil tes semua varian yang ditemukan masih delta, yang baru [omicron] belum ditemukan,” kata Ganjar saat ditemui di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (29/11/2021), seperti dilansir suara.com.

Dinas Kesehatan Jawa Tengah diminta untuk tidak menghentikan pengambilan sampel secara acak untuk di test. Harapannya, jika ada varian omicron masuk, lebih cepat terdeteksi dan bisa segera diambil langkah penanganannya.

Baca Juga: Kecanduan Game Online, Kakak Beradik di Temanggung Nekat Bobol Toko

“Kita sudah punya alat sendiri, sudah beli sendiri. Jadi saya minta untuk diambil sampel-sampel secara random dan terus-menerus. Tidak boleh berhenti sehingga nanti diharapkan kita bisa membantu deteksi (varian baru) secara dini,” jelasnya.

Terkait potensi masuknya varian baru Covid-19, Ganjar mengapresiasi kepada pemerintah pusat yang sudah melakukan langkah pencegahan. Misalnya tidak menerima tamu, kawan, dan mungkin juga keluarga dari daerah atau negara-negara tertentu yang terdapat varian baru.

“Ini tentu saja cara pencegahan yang sangat bagus. Saya berterima kasih kepada pemerintah pusat,” katanya.

Baca Juga: Demo Buruh di Semarang, Singgung Ganjar Nyapres

Pencegahan lain yang harus dilakukan adalah memperketat seluruh pintu masuk. Mulai dari bandara sampai pelabuhan keluar-masuk harus melalui satu pintu yang diawasi dengan ketat.

“Mohon maaf karena ini pernah terjadi sehingga jangan sampai ada orang keluar dari bandara dan pelabuhan dari pintu belakang. Semua harus lewat pintu depan. Kalau ini bisa dijaga, insya Allah kita bisa menjaga agar varian baru tidak masuk ke kita karena ini rentan sekali. Kita harus siaga dan tidak boleh meremehkan,” katanya.

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif