Waspada Virus Corona, 10.000 Umat Hindu Tetap Nyepi di Prambanan
Ilustrasi Candi Prambanan. (Reuters)

Solopos.com, KLATEN — Di tengah kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona (Covid-19), sebanyak 10.000 umat Hindu akan menghadiri peringatan Nyepi yang dipusatkan di Candi Prambanan.

Hal itu dipastikan Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klaten, Wisnu Hendrata. "Itu [peringatan Nyepi di Prambanan] justru tingkat nasional. Sesuai rencana, dihadiri juga menteri dan gubernur. Di situ, juga disiapkan dua pintu [pintu masuk dilengkapi tempat mencuci tangan]," katanya.

Namun berdasarkan update terbaru, Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan sebagai rangkain dari peringatan Nyepi dipastikan tak akan dihadiri 10.000 orang. Hal itu tak lepas dari imbauan pemerintah terkait kewaspadaan penularan virus corona.

Waspada Corona, Tawur Agung Kesanga Prambanan Hanya Libatkan Petugas Pelaksana Upacara

Selain itu, di tengah kewaspadaan virus corona, umat Hindu juga tetap menggelar peringatan selain Nyepi di Candi Prambanan.

Wisnu mengatakan sebanyak 2.000 hingga 3.000 umat Hindu di Klaten dan sekitarnya tetap menggelar upacara Melasti di Umbul Geneng, Pluneng, Kebonarum, Kabupaten Klaten, Minggu (15/3/2020).

Update: Tawur Agung Kesanga Prambanan Tak Dihadiri 10.000 Orang

Di upacara tersebut, umat Hindu memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kesucian diri dan lingkungannya sebelum memasuki tahun baru saka.

Perawat Positif Corona Meninggal Dunia, Pasiennya Ditelusuri

"Upacara Melasti tetap kami gelar sesuai saran bupati. Upacara ini setiap tahun digelar di Umbul Geneng. Ini sudah berlangsung selama 14 tahun. Nantinya disiapkan tempat mencuci tangan di dua pintu masuk. Kirab juga tetap digelar," katanya.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, ada 32 orang dalam pemantauan (ODP) virus corona di Kabupaten Klaten. Seperti diketahui, Kabupaten Klaten sangat dekat dengan kawasan Candi Prambanan.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho