Waspada, Tren Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sragen Naik!

Jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di Sragen yang dilaporkan meningkat tiga kali lipat di 2021 dibandingkan 2020. Jumlah riilnya bisa jadi lebih banyak.

 Ilustrasi pencabulan  terhadap anak di bawah umur. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pencabulan terhadap anak di bawah umur. (Freepik)

Solopos.com, SRAGEN — Kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sragen menunjukkan tren yang memprihatinkan. Terjadi peningkatan jumlah kasus kekerasan seksual hingga tiga kali lipat di 2021 dibandingkan 2020.

Berdasarkan data yang disampaikan Kasi Humas Polres Sragen, AKP Suwarso, pada Rabu (20/7/2022), sepanjang 2020 terdapat empat laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak. Semua laporan tersebut diklaim berhasil diselesaikan. Namun pada 2021, jumlah kasus kekerasan seksual pada anak meningkat menjadi 12 laporan dengan sepuluh di antaranya diklaim berhasil diselesaikan.

PromosiBorong Penghargaan, Tokopedia Jadi Marketplace Favorit UMKM

Dari semua kasus itu, anak-anak perempuan di bawah umurlah yang menjadi korban. Pelakunya adalah pria dewasa. Menurut informasi dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sragen, terdapat dua jenis kekerasan seksual pada anak. Pertama adalah pencabulan. Yang kedua lebih parah, yakni pencabulan dengan persetubuhan.

Jika diklasifikasi dari dua jenis kekerasan seksual itu jumlah pencabulan dengan persetubuhan di 2021 angkanya lebih tinggi, yakni tujuh kasus. Sementara lima kasus sisanya berupa pencabulan tanpa persetubuhan.

Baca Juga: Kasus Sukodono Tak Kunjung Tuntas, Ayah Korban akan Mengadu ke Kapolri

Unit PPA Polres Sragen mengungkapkan, angka tersebut belum merepresentasikan kasus yang ada di masyarakat.  Karena tidak semua perkara dilaporkan kepada pihak kepolisian. Artinya, jumlah sebenarnya dari kasus kekerasan seksual dengan anak sebagai korban bisa lebih besar.

“Penyebab meningkatnya jumlah laporan kasus tindak pidana kekerasaan seksual dengan anak sebagai korban adalah tingkat kesadaran masyarakat untuk melapor yang mulai tinggi. Kemudian tingkat kewaspadaan dan kehati-hatian orang tua dan anak juga meningkat,” ungkap Suwarso.

Dalam memproses hukum kasus kekerasan seksual terhadap anak, polisi menggunakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Ini Pengakuan Bocah SMP di Sragen soal Sosok Pelaku yang Menghamilinya

Anak Berhadapan dengan Hukum

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melalui situsnya, kpai.go.id, yang dikutip pada Senin (25/7/2022),  menyebut jumlah laporan kasus tindak pidana yang melibatkan anak secara nasional pada 2021 mencapai 2.982 kasus.

Tren kasus pada kluster perlindungan khusus anak tahun 2021 didominasi enam kasus tertinggi. Pertama, anak korban kekerasan fisik dan atau psikis mencapai 1.138 kasus. Kedua, anak korban kejahatan seksual mencapai 859 kasus.

Ketiga, anak korban pornografi dan cyber crime berjumlah 345 kasus. Keempat, anak korban perlakuan salah dan penelantaran mencapai 175 kasus. Kelima, anak dieksploitasi secara ekonomi dan/atau seksual berjumlah 147 kasus. Keenam, anak berhadapan dengan hukum sebagai pelaku sebanyak 126 kasus.

Baca Juga: Bocah SMP di Sragen yang Lahirkan Bayi Laki-Laki Sebut Nama Pelaku

Aduan tertinggi kasus kejahatan seksual terhadap anak berasal dari jenis anak sebagai korban pencabulan sebanyak 536 kasus (62%). Kemudian anak sebagai korban kekerasan seksual pemerkosaan/persetubuhan 285 kasus (33%), anak sebagai korban pencabulan sesama jenis 29 kasus (3%), dan anak sebagai korban kekerasan seksual pemerkosaan/persetubuhan sesama jenis 9 kasus (1%).

at dua jenis kekerasan seksual dengan anak sebagai korban dengan pelaku dewasa, ungkapnya saat ditemui solopos.com pada Senin (25/7/2022) di kantornya.

Dua jenis kekerasan seksual tersebut adalah pencabulan dengan persetubuhan dan pencabulan. Berdasarkan keterangan dari Unit PPA Polres Sragen, terdapat tujuh kasus pencabulan dan persetubuhan pada 2021, sedangkan lima kasus pencabulan.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      + PLUS Dilema Hak Asasi Manusia, Destinasi Wisata Prioritas, dan Investasi

      Konflik antara pelaku wisata di Taman Nasional Komodo dengan aparat kepolisian pada Senin (1/8/2022) adalah akibat kebijakan pemerintah yang mementingkan urusan investasi dibanding mendengar aspirasi masyarakat yang langsung terdampak kebijakan.

      Berita Terkini

      Bakar Daun Siang-Siang, Warga Perumahan di Jaten Karanganyar Waswas

      aksi bakar-bakar daun kering oleh warga di Desa Papahan, Tasikmadu, bikin warga lain di Perumahan, Desa Jati, Jaten, Karanganyar waswas. Mereka lantas meminta bantuan pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

      Ada Raden Bagus Munyul di Situs Pringgoloyo Zaman Megalitikum Klaten

      Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten diyakini menyimpan kawasan diduga situs peninggalan zaman megalitikum atau masa prasejarah.

      Pasar Hewan di Karanganyar Belum Juga Dibuka, Ada Apa?

      Disdagnakerkop UKM Karanganyar belum ada rencana membuka kembali pasar hewan yang sudah ditutup sejak Juni lalu.

      Upacara Detik-Detik Proklamasi di Karanganyar Digelar di Alun-Alun

      Pemkab Karanganyar memastikan menggelar upacara detik-detik proklamasi di Alun-Alun Karanganyar.

      Karanganyar Imbau Peternak Jaga Kebersihan Kandang Babi, Ini Tujuannya

      Pemkab Karanganyar mengimbau peternak babi memperhatikan kebersihan kandang mencegah penularan wabah PMK

      Kenapa Orang Solo Doyan Makan Sate Kambing & Tengkleng?

      Tahukah Anda kenapa orang Solo doyan makan aneka olahan kuliner kambing?

      Wow, Ada 9 Pasangan Suami-Istri di Sragen Maju di Pilkades 2022

      Ada 18 orang yang merupakan pasangan suami-istri yang maju dalam Pilkades serentak di Sragen.

      Kabar Duka, Kades Gladagsari Boyolali Meninggal Dunia

      Setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama sepekan, Kades Gladagsari Edy Suryanto meninggal dunia di rumahnya.

      Ada Senjata Api di Daftar Aset Pemkot Solo, Ini Kenyataannya

      Laman resmi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Solo menyebutkan ada dua senjata api yang menjadi aset Pemkot Solo.

      Karyawan Pabrik Pergoki Api Menyala dari Rumah Warga Jetak Sragen

      Sumber api diduga berasal dari obat nyamuk yang menyalat kain di sekitar lokasi.

      Ditinggal Pergi, Dapur Rumah Warga Mandong Klaten Terbakar

      Kapolsek Trucuk AKP Sarwoko menjelaskan saat kejadian pemilik rumah tidak berada di tempat

      Sego Trondol Mbok Kam Boyolali Rp5.000, Beri Penasaran Pengunjung

      Sego Trondol Mbok Kam itu mirip nasi kucing dengan menu bandeng, mi, sambal, dan cap jay.

      Dari Pecandu Kini Jadi Pengedar Narkoba, Warga Baki Dibekuk Polisi

      Tersangka sudah membeli obat-obatan terlarang sebanyak lima kali melalui online.

      Vaksinasi PMK di Sukoharjo Masuki Dosis Kedua

      Jumlah vaksin dosis kedua yang diterima Kabupaten Jamu sebanyak 2.100 dosis. Dari jumlah tersebut telah disuntikkan 1.000 dosis.

      KKN UGM Rintis 3 Desa Wisata di Sambungmacan Sragen, Ini Lokasinya

      3 Desa yang dirintis menjadi desa wisata di Kecamatan Sambungmacan, Sragen memiliki potensi yang berbeda untuk mendatangkan pengunjung menikmati desa wisata.