Waspada! Rob Ancam Pesisir Pantura Jateng, Nanti Tenggelam

BMKG mengingatkan ancaman rob di pesisir pantura Jateng.

 Sejumlah anak menggunakan rakit melewati jalan di sekitar rumahnya yang tergenang banjir rob di Degayu, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (16/11/2021). (Antara/Harviyan Perdana Putra)

SOLOPOS.COM - Sejumlah anak menggunakan rakit melewati jalan di sekitar rumahnya yang tergenang banjir rob di Degayu, Pekalongan, Jawa Tengah, Senin (16/11/2021). (Antara/Harviyan Perdana Putra)

Solopos.com, SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan warga di pesisir terhadap potensi rob dan kondisi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia. Seperti diketahui, saat ini sebanyak 228 warga di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi akibat rob di pesisir pantura Jateng.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Dimas Arga Yudha mengatakan, intensitas curah hujan masih cukup tinggi sehingga sebagian warga korban banjir terpaksa harus mengungsi di sejumlah tempat pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

“Saat ini kondisi kesehatan korban banjir baik-baik saja karena tim medis terus melakukan patroli dan layanan kesehatan pada mereka. Setiap dua hari sekali, kami bersama dinas kesehatan melakukan patroli maupun memberikan layanan kesehatan pada sebagian warga yang memilih bertahan di tempat tinggalnya,” kata Dimas dikutip dari Antara di Pekalongan, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Pesisir Pantura Jateng Terancam Tenggelam, Apa Solusinya?

Selain Kota Pekalongan, rob juga mengancam warga di Kampung Nelayan Tambak Lorok, Kota Semarang. Tingginya air laut ditambah dengan genangan air saat hujan memperparah banjir yang setiap hari merendam jalan kampung hingga ke rumah warga.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengungkapkan kondisi cuaca saat musim hujan ini dipengaruhi berbagai faktor, seperti La Nina, Angin Muson, serta Sirkulasi Siklonik.
Dikabarkan Okezone.com, kecepatan angin di laut akan bertambah menjadi 46-56 km/jam yang akan meningkatkan tinggi gelombang laut menjadi 4-6 meter. Selain itu, pasang surut air laut juga dipengaruhi posisi bulan yang berada dekat dengan Bumi.

“Saat ini, posisi bulan berada sangat dekat dengan Bumi. Ini akan menyebabkan volume air laut meningkat dan terjadi pasang naik. Terlebih nanti tanggal 18 sampai 22 Desember saat bulan purnama,” paparnya.

Baca juga: Selat Muria & Asale Kota Pantura Jateng

Mengingat adanya ancaman rob tersebut, BMKG meminta masyarakat lebih waspada. Ketua DPD Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sekaligus warga Tambak Lorok, Slamet Ari Nugroho, menyebut rob telah dirasakan warga kampungnya selama dua tahun terakhir.

Pantura Tenggelam

Sayangnya, hingga saat ini banjir rob masih belum masuk ke dalam kategori bencana alam. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Safrudin, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Harian (Plt. Kalakhar) BPBD Provinsi Jawa Tengah.

“Memang secara tekstual [banjir rob] belum [masuk kategori bencana]. Tetapi menurut saya, secara kontekstual sudah masuk. Karena itu mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat,” jelasnya saat dihubungi Bisnis, Senin (6/12/2021).

Baca juga: 4 Penyebab Semarang Langganan Banjir Rob hingga Diprediksi Tenggelam

Meski selalu terjadi setiap tahun, rob belum termasuk kategori bencana alam versi BPBD Jawa Tengah. Rob bukan hanya terjadi di kampung nelayan Tambak Lorok, Semarang, tetapi juga daerah lain di Jawa Tengah, khususnya di pesisir pantura.

Mengingat ancaman tersebut, pihak BPBD Jawa Tengah pun tetap berupaya memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak rob. Sampai saat ini setidaknya ada tiga wilayah di pesisir pantura Jateng yang selalu terdampak rob dan terancam tenggelam, yaitu Semarang, Demak, dan Pekalongan. Salah satu penyebabnya adalah land subsidence atau penurunan muka tanah.

“Di Pekalongan itu lajunya berdasarkan kajian antara 2-11 centimeter per tahun. Seperti di Demak, malah sudah ada kampung yang hilang karena abrasi itu. Di Pati itu juga ada, tinggal dampaknya apakah cukup di pantai atau sampai permukiman,” jelas Safrudin.

Berita Terkait

Espos Plus

Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

+ PLUS Volume Kubah Lava Merapi Bertambah 400 Bak Truk/Hari

Aktivitas erupsi efusif Gunung Merapi membentuk kubah lava yang salah satunya di bagian barat daya dengan volume mencapai 1.670.000 m3. dan pada bagian tengah mencapai 3.007.000 m3.

Berita Terkini

Polda Jateng Raih Nilai Tertinggi ETLE Nasional, Ini Penyebabnya

Ditlantas Polda Jateng meraih nilai tertinggi dalam program ETLE Nasional Presisi, yakni program yang menjaring pelanggar lalu lintas melalui tilang elektronik.

Kejam! Pria di Semarang Bunuh Istri dan Kabur Bawa Anak

Peristiwa pembunuhan yang melibatkan suami terhadap istri terjadi di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (15/1/2022).

Kisah TKI asal Kudus, Gaji Tak Diberi Hingga Kena Deportasi

Kisah sedih berasal dari seorang perempuan asal Kabupaten Kudus yang menjadi TKI melalui agen penyaluran ilegal di Malaysia.

Tepergok Pemilik Rumah Saat Curi Uang, Kurir di Grobogan Ditangkap

Berdalih sedang tertilit utang, seorang kurir barang nekat mencuri uang di rumah pemilik paketan barang di Desa Bendoharjo, Kecamatan Gabus, Grobogan.

Berikut Prakiraan Cuaca Berbagai Daerah di Jateng Selama Sepekan

BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang merilis prakiraan cuaca di berbagai daerah di Jateng selama sepekan terkait cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Geger! Mayat Misterius Ditemukan di Pantai Pungkruk Jepara

Penemuan sesosok mayat tanpa identitas atau misterius menghebohkan warga di Pantai Pungkruk, Kabupaten Jepara.

Borobudur Edupark Mulai Dibuka Hari Ini, Ada Promo Tiket

Borobudur Edupark mulai Sabtu (15/1/2022) dibuka untuk umum. Pengelola memberikan disko harga tiket masuk selama masa promo.

Dibakar Api Cemburu, Pemuda Magelang Tebas Kepala Selingkuhan Pacar

Seorang pemuda di Kabupaten Magelang nekat melakukan penganiayaan dengan membacok kepala korban yang merupakan selingkuhan pacarnya.

Pemekaran Banyumas Jadi 3 Kabupaten/Kota Terganjal Pandemi Covid-19

Usulan pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas menjadi tiga daerah otonom atau tiga kabupaten/kota telah diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tak Kapok! Ganjar Kembali Beri Bantuan ke Kader PDIP

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, kembali membagi-bagikan bantuan untuk renovasi rumah kepada kader PDIP.

Kronologi Meninggalnya Mahasiswa IAIN Salatiga Usai Kegiatan Mapala

Mahasiswi IAIN Salatiga meninggal dunia seusai mengikuti kegiatan mahasiswa pencinta alam (mapala) di Gunung Telomoyo, berikut kronologi kematiannya.

Dua Terpidana Mati Dipindah ke Nusakambangan, Salah Satunya WNA Nigeria

Dua napi terpidana mati kasus narkoba dipindahkan ke LP Nusakambangan yang memiliki penjagaan ekstra ketat dan supermaksimum.

Ditangkap, Perampok di Kudus yang Bacok Tangan Korban Hingga Putus

Aparat polisi meringkus kawanan perampok atau begal yang melukai tangan korban hingga putus di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng).

Kemenparekraf Perkuat Pemasaran Homestay Masyarakat di Borobudur

UpayaKemenparekraf ini diharapkan dapat menambah daya tarik Destinasi Super Prioritas (DSP) Borobudur sehingga lebih banyak wisatawan yang datang.

Bejat! Santriwati di Magelang Disekap dan Dirudapaksa, Pelaku 3 Orang

Seorang santriwati sebuah pondok pesantren (ponpes) di Magelang menjadi korban rudapaksa dan disekap selama beberapa hari.