Tutup Iklan

Waspada, Resistensi Antibiotik di Dunia Mengingkat Tajam

 Ilustrasi Antibiotik. (IST/Hellosehat.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi Antibiotik. (IST/Hellosehat.com)

Penemuan antibiotik membutuhkan 20-30 tahun

Harianjogja.com, SLEMAN-Resistensi antibiotika meningkat tajam sampai pada tingkatan yang mengkhawatirkan di seluruh bagian dunia dan mengancam kemampuan kita dalam mengobati penyakit-penyakit infeksi yang umum.

Infeksi yang menular pada manusia termasuk pneumonia, tuberculosis, keracunan darah dan gonorrhoea dan juga resistensi pada hewan sekarang menjadi semakin berat. Kondisi ini terkadang tidak mungkin untuk diobati karena semakin menurunnya efektivitas antibiotika.

Berdasarkan laporan di berbagai negara mencatat adanya peningkatan laju resistensi dalam beberapa dekade terakhir, tetapi di sisi lain penemuan dan pengembangan jenis antibiotik (antimikroba) baru berjalan sangat lambat. Penemuan antibiotik membutuhkan 20-30 tahun, sedangkan resistensinya bisa muncul dengan cepat.

Insiden ketidakkebalan antibiotik pada penicillin G sebesar 100%, diikuti gentamicin dan tetracylin dengan angka yang sama 79,2%, streptomycin 70,8%, enrofloxacin 70,8%, ciprofloxacin 62,5%, trimethoprim-sulfamethoxazole 45,8%, dan polymyxin 16,7%.

Baca juga : Penggunaan Antibiotik yang Berlebihan Mengancam Manusia

“Para ahli di dunia memprediksi bahwa jika masyarakat global tidak melakukan sesuatu dalam mengendalikan laju resistensi ini, maka AMR akan menjadi pembunuh nomor 1 di dunia pada 2050, dengan tingkat kematian mencapai 10 juta jiwa per tahun, dan kematian tertinggi terjadi di kawasan ASIA”, ungkap I Ketut Diarmita selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sabtu (18/11/2017).

Laporan dan rekomendasi global tentang AMR tahun 2016 mencatat Kematian akibat AMR mencapai 10 juta jiwa per tahun. Membawahi kanker 8,2 juta jiwa. Dari 10 juta jiwa tersebut, tingkat kematian tertinggi ada di Asia sebesar 4.730.000 jiwa, menyusul Afrika 4.150.000 jiwa, Amerika Latin 392.000 jiwa, Eropa 390.000 jiwa, Amerika Utara 317.000 jiwa, dan Kepulauan Oceania 22.000 jiwa.

Penanganan AMR membutuhkan pendekatan One Health yang multi dimensi, multi faktor, dan multi stakeholder. “Jika kita tidak menangani ancaman ini dengan aksi yang kuat dan terkoordinasi, maka resistensi antimikroba akan membawa kita kembali ke waktu di mana orang takut terhadap infeksi umum dan mempertaruhkan nyawa hanya karena operasi ringan”, ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Rencana Aksi Nasional untuk AMR yang disusun secara multi sektoral di mana sektor-sektor yang berbeda bekerja sama dibawah payung One Health untuk menangani ancaman-ancaman kesehatan. One Health adalah upaya kolaborasi praktisi kesehatan (dokter manusia, dokter hewan, petugas kesehatan masyarakat, ahli epidemiologi, ahli ekologi dan lainnya), dengan lembaga-lembaga terkait untuk mencapai kesehatan yang optimal bagi masyarakat, pertanian dan hewan, satwa liar serta lingkungan.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sejarah Hari Ini : 1 Desember 1941, Jepang Putuskan Perang Lawan AS

Keputusan Jepang berperang melawan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II menjadi salah satu peristiwa yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 1 Desember.

Catat! Objek wisata Kawasan Gunung Rinjani Tutup Sampai Maret 2022

Objek wisata alam di kawasan Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat, ditutup dari 29 November 2021 sampai 31 Maret 2022.

Jambret Dibekuk Berkat Aksi Berani Pemotor Nabrak dari Belakang

Pengendara sepeda motor itu menabrak kendaraan kedua pelaku yang baru saja merampas handphone milik seorang pelajar yang berjalan ke sekolah.

Jalan di Jember yang Diblokade Cakades Kalah Dibongkar Polisi

Polisi akhirnya membongkar jalan yang diblokade oleh seorang calon kepala desa yang kalah dalam Pemilihan kepala desa di Jember.

Djaran Goyang-Magbul, Ini Merek Rokok Ilegal Dimusnahkan di Sukoharjo

Ribuan bungkus rokok ilegal hasil sitaan Kantor Bea dan Cukai Surakarta dalam ratusan kali operasi penegakan selama 2020-2021 dimusnahkan di Sukoharjo.

Tragedi Bekasi: Dendam lalu Memutilasi Teman Jadi 10 Bagian

Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang jasadnya dibuang di Kabupaten Bekasi, bermotif dendam.

Peredaran Sabu-Sabu 100 Kilogram Digagalkan Polda Aceh

Peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 100 kilogram digagalkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh.

UMK Wonogiri Naik 0,07%, SPSI: Harusnya Lebih dari Inflasi 1%

UMK Wonogiri naik sekitar 0,07% disbanding tahun lalu.

Masalah Adminduk Persulit Advokasi Orang dengan HIV/AIDS di Wonogiri

Masalah administrasi kependudukan mempersulit Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Wonogiri untuk mengadvokasi orang dengan HIV/AIDS.

5 Tempat Ini Berjuluk Negeri Matahari Tengah Malam, Kok Bisa?

Tempat ini berjuluk negeri Matahari tengah malam, kok bisa?

Sukses di Bendosari, Bazar Tani Ditiru 11 Kecamatan Lain Se-Sukoharjo

Kecamatan Bendosari dianggap sukses menggelar bazar tani sehingga Distankan Sukoharjo meminta semua kecamatan mengadakan kegiatan serupa.

Naik Kelas Tipe C, RS Waras Wiris Andong Boyolali Berbenah

Saat ini, RS memiliki kapasitas 101 tempat tidur, fasilitas CT Scan 128 slide, rontgen panoramic hingga USG 4 Dimensi.

Ketahui Penyebab Masa Menstruasi Tiba-Tiba Lebih Singkat dari Biasanya

Lantas, bagaimana jika masa menstruasi yang biasa tiba-tiba menjadi lebih singkat dari bulan sebelumnya?

Jalan Setapak ke Situs Watu Genuk Kragilan Boyolali bakal Dicor

Hasil ekskavasi yang digelar Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah lalu membikin peluang pengembangan kawasan wisata di sana makin terbuka.

Begini Cara Menanam Monstera Marmorata Seperti Dibeli Warga Sragen

Salah satu jenis tanaman hias ini yang paling disukai adalah monstera marmorata lantaran memiliki corak unik pada daunnya.

Sopir Melawan Arus di Tol Alami Demensia, Ini Penjelasannya

Demensia disebabkan oleh rusaknya sel saraf dan hubungan antar saraf pada otak.