Kategori: Klaten

Waspada! Puting Beliung Masih Bisa Terjadi Lagi di Klaten


Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso

Solopos.com, KLATEN – BPBD Klaten kembali mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti puting beliung masih bisa terjadi hingga akhir Maret 2021. Lantaran hal itu, warga tetap diminta meningkatkan kesiapsiagaan mereka meminimalisasi potensi dampak bencana.

Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan ancaman bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang atau puting beliung sepanjang musim hujan. Pemkab sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) bupati ihwal penetapan status siaga darurat banjir, gerakan tanah, dan puting beliung yang ditetapkan mulai 1 November 2020 hingga akhir Maret 2021.

Terkait potensi angin kencang, Nur menjelaskan bisa terjadi di wilayah mana saja di Kabupaten Bersinar. “Tergantung potensi pembentukan awannya dimana sehingga harus diwaspadai di seluruh wilayah,” kata Nur saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (14/12/2020).

Pawartos Kartasura Bantu Rehab Rumah Warga Sukoharjo

Lantaran hal itu, Nur mengimbau warga Klaten meningkatkan kesiapsiagaan mereka terhadap ancaman bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu sepanjang musim hujan. Upaya pengurangan risiko bencana bisa dilakukan dengan memangkas ranting serta dahan pohon tua dan tinggi yang rawan menimpa rumah, manusia, maupun jaringan listrik.

Pasalnya, dampak bencana angin ribut seperti kerusakan pada jaringan listrik maupun rumah banyak yang disebabkan lantaran tertimpa pohon tumbang. “Ini yang menjadi perhatian kami. Pohon yang berada di dekat bangunan atau jaringan listrik bisa dipangkas beberapa ranting atau dahan yang mengarah ke rumah,” jelas dia.

Selain pemangkasan pohon rawan tumbang, warga juga diwanti-wanti untuk menggelar kegiatan bersih-bersih sampah di sepanjang alur sungai secara rutin. “Selain itu jangan membuang sampah sembarangan. Kalau ada warga dari luar lingkungan yang membuang sampah dan hal lain ke sungai, perlu diperingatkan karena yang akan kena dampak juga warga sekitar sungai sendiri,” ungkap dia.

Nur mengapresiasi sudah banyak kelompok sukarelawan yang terbentuk di tingkat desa terutama di daerah rawan bencana. Keberadaan sukarelawan itu sangat membantu untuk melakukan upaya pengurangan risiko bencana hingga mempercepat proses penanganan bencana.

“Kami mengapresiasi sukarelawan desa dengan cepat dan tanggap menangani kejadian bencana. Mereka juga cepat melaporkan kepada BPBD untuk menyampaikan dampak bencana yang terjadi sehingga bisa mempercepat tindak lanjut penangananannya. Karena kami sadari BPBD tidak bisa bergerak sendiri,” jelas dia.

Bersih-Bersih

Sementara itu, warga di wilayah Desa Japanan dan Balak, Kecamatan Cawas dibantu sukarelawan dari berbagai unsur melanjutkan kegiatan pembenahan rumah dan bersih-bersih dampak angin punting beliung yang menerjang di kedua wilayah tersebut Minggu (13/12/2020) sore. Wilayah terdampak angin puting beliung di kedua desa itu berada di Dukuh Walikukun, Desa Japanan dan Dukuh Walikukun, Desa Balak yang berdampingan.

Kepala Desa (Kades) Japanan, Eko Puji Sarwono, menjelaskan ada 30an rumah yang terdampak angin puting beliung di wilayah Dukuh Walikukun, Minggu sore. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap seperti genteng melorot. Dari puluhan rumah, ada sekitar empat rumah yang mengalami kerusakan cukup parah lantaran tertimpa pohon serta atap rusak karena tak kuat menahan kencangnya terjangan angin.

Beredar Iklan Pre Order Vaksin Covid-19, Ini Kata Bio Farma

“Untuk korban jiwa maupun luka-luka nihil. Setelah kejadian itu kami langsung koordinasi dengan sukarelawan se-Klaten dan dilakukan pembersihan dan perbaikan. Pagi ini dilanjutkan kegiatan penanganan dan dibantu sukarelawan dari berbagai elemen,” kata Eko.

Kades Balak, Wijiyono Margono, mengatakan ada sekitar 19 rumah di Dukuh Walikukun, Desa Balak terdampak angin puting beliung. Dia juga menegaskan tak ada korban jiwa maupun terluka akibat kejadian tersebut.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi