Waspada, Penipuan Investasi Marak Ditawarkan di Aplikasi Pesan!

Asosiasi Fintech Indonesia yang biasa disingkat Aftech mengingatkan masyarakat tentang maraknya penipuan berkedok penawaran investasi. 

 Ilustrasi. (chip.co.id)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi. (chip.co.id)

Solopos.com, JAKARTA — Asosiasi Fintech Indonesia yang biasa disingkat sebagai Aftech mengingatkan masyarakat tentang masih maraknya penipuan berkedok penawaran investasi di tengah masyarakat. Bahkan penipuan melakukan investasi ilegal itu belakangan hari ini marak disampaikan melalui melalui grup pesan singkat.

Wakil Ketua Umum I Aftech Karaniya Dharmasaputra mengatakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut menduplikasi dan mencatut atau mengatasnamakan penyelenggara fintech berizin untuk mengelabui masyarakat. Nyatanya tawaran itu penipuan investasi atau investasi ilegal.

Sekadar informasi, pada April 2021, Otoritas Jasa Keuangan mencatat kerugian masyarakat akibat investasi ilegal mencapai Rp114,9 triliun sejak 2011—2020. Tindakan penipuan ini juga tentu saja sangat merugikan penyelenggara fintech yang telah berizin.

Baca Juga: Jepang Pertimbangkan Pembatasan Sosial Intensif di Tokyo

“Kami melihat ujung pangkal [penipuan] di era fintech yang makin besar, literasi dan edukasi masih jadi pekerjaan rumah untuk semua karena banyak masyarakat yang belum paham sehingga mudah untuk ditipu oleh akun palsu dan bodong yang mengatasnamakan sebagai pemain fintech resmi,” ujarnya lewat diskusi virtual, Kamis (15/7/2021).

Lebih lanjut, dia mengatakan penipuan saat ini sudah jauh dari sekadar memalsukan merek dan logo, tetapi turut memalsukan dokumen izin yang dikeluarkan oleh pemerintah dan regulator.

Tawaran Via Telegram

Karaniya melanjutkan modus penipuan banyak terjadi di aplikasi pesan instan, khususnya Telegram. Hal ini dikarenakan aplikasi tersebut masih belum memiliki fitur verifikasi akun.

“Namun, mereka sudah responsif untuk menutup akun-akun ilegal setelah kami melakukan pelaporan dan menghubungi secara langsung,” ujarnya.

Baca Juga: Thailand Sulap Terminal Bandara Jadi Rumah Sakit Darurat

Dia menambahkan modus yang terjadi saat ini adalah penipu yang ada membuat grup pesan di media sosial yang mencatut nama dan logo perusahaan fintech yang mereknya sudah dikenal masyarakat dan turut menggunakan bot.

Selanjutnya, pemberi penawaran investasi ilegal diyakini turut memberikan iming-iming keuntungan bila meminjam sehingga masyarakat yang literasinya masih rendah mudah untuk dikelabui. Kemudian, nasabah akan diminta mentransfer ke rekening pribadi pelaku yang bukan atas nama korporasi yang bersangkutan dan terjerat penipuan investasi.

“Kami tekankan bahwa kami tidak pernah melakukan dan tidak mungkin terjadi untuk meminta masyarakat transfer, apalagi ke rekening pribadi atau ke perusahaan yang tidak terdaftar ke regulator,” katanya.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos


Berita Terkait

Berita Terkini

Cara Download Video di Instagram atau IG Tanpa Aplikasi, Cuma 4 Step!

Berikut ini cara download mengunduh video di Instagram atau IG tanpa perlu menggunakan aplikasi. Simpel cuma empat langkah!

Cara Download Video TikTok ke Mp3

Berikut ini langkah-langkah agar Anda bisa download audio Mp3 ataupun lagu dari video yang ada di TikTok.

Siaran TV Digital: Tenang! Warga Miskin Dapat STB Gratis, Cek Caranya

Warga miskin bakal dapat set top box (STB) gratis untuk membantu menerima siaran TV digital.

2 SmartTV Baru dari Redmi Dirilis, Ada yang Rp6 Jutaan

2 Smart TV dari Xiaomi dirilis di China.

Duh! Aplikasi Pemantau Banjir Bengawan Solo Bikinan ITB Nonaktif

Aplikasi bikinan peneliti ITB untuk pantau potensi banjir Sungai Bengawan Solo sudah tak bisa diakses.

Twitter Spaces Mirip Zoom Tapi Tanpa Video

Twitter Spaces diciptakan untuk pertemuan virtual seperti Zoom namun tanpa video.

Jos! Upload Foto-Video Instagram Bisa via Laptop dan Komputer

Upload foto dan video Instagram bisa dari laptop atau komputer sekarang.

Ini Analisa Peneliti atas Basal yang Dibawa Chang’e dari Bulan

Sampel basal yang dibawa misi Chang'e-5 dari bulan ke bumi dibagikan ke para peneliti.

Sehari, Ada 13 Juta Pengguna Snapchat

Penghasilan Snapchat mencapai US$1 Miliar tapi masih meleset dari target.

Beri Solusi Toilet&Sanitasi, Wanita Indonesia Ini Menang Hadiah $15.000

Wanita peneliti dari Indonesia menangi The Science Prize for Woman berbekal penelitian masalah sanitasi dan toilet.

Biak Papua Bakal Jadi Lokasi Peluncuran Satelit

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) survei lokasi bandar antariksa di Biak, Papua.

Peneliti Temukan Fosil Bayi Dinosaurus di China

Peneliti China temukan fosil bayi Dinosaurus.

Seperti Meteror Jatuh, Satelit Mata-Mata Rusia Gagal Ngorbit

Satelit mata-mata Rusia gagal ngorbit dan jatuh seperti bola api di langit Amerika.

Gabut? Yuk Coba Mainkan Game Google dari Browser

Game Google bertajuk Doodle Champion Island Games Begin menawarkan tujuh permaianan pengusir rasa suntuk.

Nova 9, HP Baru Huawei yang Segera Beredar

Smartphone baru dari Huawei, Nova 9 bakal segera beredar di tanah air.