Tutup Iklan
Ilustrasi pembegalan. (liputan6.com)

Solopos.com, JAKARTA -- Polisi mengeluarkan imbauan waspada terhadap https://soloraya.solopos.com/read/20181005/489/944014/cegah-judi-online-satpol-pp-solo-sulit-intip-bilik-warnet" target="_blank" rel="noopener">modus baru aksi begal cabut kunci kendaraan bermotor. Kini polisi menyelidiki percobaan begal modus cabut kunci yang dialami pemotor sekaligus vloger Reza di Gandaria, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Polisi menyebut begal cabut kunci adalah modus baru.

"Saat ini memang kita baru melihat ada orang mengambil pas kita (korban, red) lagi jalan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib kepada wartawan di kantornya, Jalan Wijaya II, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2019) sebagaimana dikutip Detik.com.

Pelaku tidak berhasil mengambil motor saat itu. Beruntung korban juga tidak dilukai oleh para pelaku. "Seketika korban kabur, si pelaku juga tidak diketahui mengejar atau tidak," imbuh Andi.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/5) lalu. Kejadian itu terekam https://soloraya.solopos.com/read/20180531/489/919533/terinspirasi-pidato-jokowi-warga-dawung-tengah-solo-hidupkan-siskamling" target="_blank" rel="noopener">kamera yang dipasang di dashboard motor korban dan wajah pelaku sempat tergambar jelas.

"Ya kita masih dalam proses menyelidiki dan mengungkap pelakunya," katanya.

Untuk mengantisipasi begal ini, Polres Jaksel meningkatkan patroli di titik-titik rawan. Sementara polisi juga mengimbau warga untuk tidak bepergian di malam hari.

"Fungsi preemtif itu dari Binmas sudah berikan penyuluhan agar masyarakat jika bepergian malam tetap waspada, perhatikan lingkungan sekitar, kalau ada yang mencurigakan segera laporkan," katanya.

Andi melanjutkan, pihaknya saat ini masih menyelidiki kasus itu. Dia menyebut adanya 'keterlambatan' dalam penyelidikan karena korban awalnya tidak melapor kejadian itu ke polisi.

"Nah contohnya kejadian ini. Tolong laporkan dulu kepada pihak kepolisian agar bisa teridentifikasi permasalahannya dan kita bisa menangkap pelakunya. Ini karena ada keterlambatan informasi dari pelapor sehingga awalnya kita sulit memahami situasi, karena kita tidak tahu ini orang siapa identitasnya secara jelas, terus apa yang terjadi," jelas Andi.

"Sementara ini memang tidak ada saksi yang melihat pada kejadian saat itu, selain korban sendiri. Tapi kita akan berusaha menyelidiki dan mengungkap pelakunya," lanjut Andi.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten