Kategori: Klaten

Waspada Longsor Susulan, Penambangan Galian C di Jatinom Klaten Diminta Disetop Dulu


Solopos.com/Ponco Suseno

Solopos.com, KLATEN - Pemerintah Desa (Pemdes) Beteng, Kecamatan Jatinom, Klaten, meminta ke para penambang menyetop aktivitas penambangan di daerahnya terlebih dahulu guna menghindari musibah longsor susulan.

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, tebing setinggi 10 meter di area galian C di Mojoduwur, Beteng, Jatinom, Klaten, mengalami longsor, Selasa (9/2/2021) pukul 09.30 WIB. Longsoran tersebut menimpa dua truk galian C yang ada di bawahnya sehingga truk-truk tersebut mengalami kerusakan lumayan parah.

Baca Juga: Tutupi Kayu Curian dengan Sekam Untuk Kelabui Polisi, Pembalak Liar di Ponorogo Akhirnya Terciduk Juga

Material longsoran menutup kali yang ada di dasar jurang. Saat diguyur hujan deras pascalongsor, aliran sungai tak berjalan normal. Hal itu mengakibatkan banjir di kawasan penambangan tersebut.

Alhasil, sejumlah truk terhanyut dan terhantam material longsoran yang terbawa aliran sungai. Totak truk yang rusak mencapai 11 unit. Tak ada korban jiwa atau pun korban luka dalam kejadian tersebut.

Evakuasi truk berlangsung, Rabu (10/2/2021) pagi. Truk terakhir yang dievakuasi dengan memanfaatkan backhoe, yakni truk yang berada di bawah tebing. Truk tersebut terkena longsoran tanah dan material lainnya.

Baca Juga: Dikeruk 7 Meter Hingga Undang Orang Pintar, 3 Luweng di Pracimantoro Wonogiri Belum Juga Ditemukan

"Kami meminta ke para penambang, baik yang manual atau pun yang pakai alat agar menghentikan sementara aktivitas penambangan. Soalnya, curah hujan saat ini masih tinggi. Takutnya nanti akan ada musibah tanah longsor lagi, kata Kepala Desa (Kades) Beteng, Kecamatan Jatinom, Prapto Sugiyarto, saat ditemui Solopos.com, di lokasi tanah longsor di desa setempat, Rabu (10/2/2021).

Hal senada dijelaskan Camat Jatinom, Wahyuni Sri Rahayu. Para penambang diminta selalu mewaspadai cuaca ekstrem akhir-akhir ini. "Kami imbau agar selalu waspada dan hati-hati. Curah hujannya masih tinggi. Semuanya harus perlu diantisipasi," katanya.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi