Kepala Pelaksana Harian BPBD Karanganyar, Bambang Jatmiko, menunjukkan rekomendasi dan hasil penelitian PVMBG pada 2017 di wilayah rawan longsor. (Solopos/Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Retakan tanah terdeteksi di dua dusun wilayah Karanganyar yakni Dusun Potrojalu, Girimulyo, Ngargoyoso, dan Dusun Guntur, Menjing, Jenawi. Akibatnya kedua dusun itu kini rawan longsor.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan meneliti retakan tanah di kedua dusun itu dalam waktu dekat. Kedua dusun tersebut akan ditelitik bersama Dusun Dederan, Nglegok, Ngargoyoso, yang sebelumnya sudah longsor.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Bambang Jatmiko, menjelaskan pengecekan itu untuk melihat keamanan lahan di desa tersebut bagi hunian warga.

“Potrojalu itu kan sudah ada retakan di tiga rumah. Di Guntur juga ada retakan-retakan, sebenarnya tidak terlalu luas, tapi di bawahnya itu kan ada rumah juga. Jadi berpotensi menimpa rumah di bawahnya. Itu satu rumah di atas dan dua rumah di bawah,” ucap dia ketika ditemui Solopos.com di kantornya, Senin (13/1/2020).

Kisah Darmolam, Warga Sragen Perintis Pasar Ular di Ngadirojo Wonogiri

Menurut Bambang, pengajuan permohonan penelitian di kedua wilayah tersebut bukan berdasarkan jumlah rumah berpotensi terdampak melainkan potensi luas area terdampak. Pengecekan tanah juga berfungsi untuk antisipasi munculnya korban jiwa akibat potensi longsor.

“Nanti kami sampaikan ke pemangku kepentingan wilayah. Ini langkah pemerintah biar nanti informasinya akurat. Nanti PVMBG juga akan memberikan rekomendasi. Ada banyak hasil pengecekannya nanti,” imbuh dia.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar, Hartoko, menjelaskan sebelum memasukkan kedua dusun tersebut ke dalam daftar prioritas pengecekan tanah, BPBD sudah terlebih dulu melihat kondisi lokasi.

Menurutnya area retakan di Dusun Guntur mencapai 50 meter dengan prediksi wilayah terdampak yang lebih luas.

Enaknya Warga Jogja, Bisa Antre Puskesmas hingga Urus Surat Pengantar dari Rumah

“Memang di kedua wilayah tersebut sudah terjadi retakan. Kalau di Potrojalu sudah ada EWS jadi ada alarm dan laporan dari sukarelawan kalau sudah ada retakan. Di Guntur juga ada walaupun cuma satu rumah di atas tapi itu bahaya karena di bawahnya juga ada pemukiman. Itu alasan kami mengikutkan wilayah tersebut untuk sekalian dicek bersama di Dederan,” papar dia.

Sebelumnya, longsor terjadi di Dederan RT 002/RW 005, Nglegok, Ngargoyoso, Karanganyar. Akibatnya dua keluarga yang terdiri atas sembilan jiwa terpaksa mengungsi.

Saat ini mereka menempati gudang kosong tak jauh dari rumah mereka. Mereka masih menunggu hasil penelitian PVMBG mengenai kondisi tanah di area longsor pekan depan untuk melihat apakah rumah mereka masih aman dihuni atau tidak.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten