Waspada Leptospirosis! Air Kencing Tikus Memicu Kematian
Ilustrasi tikus. (Solopos-dok)

Solopos.com, KARANGANYAR – Leptospirosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri leptospira interrogans. Bakteri ini biasanya menular lewat urine atau darah hewan yang terinfeksi bekteri tersebut, seperti tikus.

Salah satu penularan penyakit tersebut yaitu melalui kencing tikus, baik secara langsung maupun melalui aliran banjir. Adanya kencing tikus, berkaitan dengan kebersihan lingkungan. Maka dari itu warga dianjurkan selalu membersihkan lingkungannya secara rutin.

“Saat membersihkan lingkungan atau rumah harus dilengkapi dengan alat pelindung, seperti sarung tangan, alas kaki dan lain sebagainya. Hal itu bertujuan untuk mencegah masuknya bakteri dari air kencing tikus ke dalam tubuh,” kata Kepala UPT Puskesmas Colomadu, Elisabeth Mardiningtyas Kusumaningsih, saat ditemui Solopos.comn di ruang kerjanya, Selasa (21/1/2020).

Dia mengatakan, masa inkubasi penyakit leptospirosis terjadi selama tujuh hari. Gejala yang dirasakan yaitu suhu badan meningkat, ngilu di bagian tubuh, badan lemas, dan mata menguning. Warna mata menguning disebabkan bilirubin (zat di dalam darah) meningkat.

Elisabeth Mardiningtyas mengatakan, leptospirosis bisa disembuhkan jika ditangani dengan tepat. Dia menilai kematian akibat penyakit ini di Gawanan, Colomadu, Karanganyar, terjadi akibat keterlambatan penanganan.

“Sebenarnya penyakit tersebut bisa disembuhkan jika ada penanganan yang tepat. Kasus yang terjadi di Gawanan tersebut karena keterlambatan penanganan. Meskipun demikian masyarakat harus tetap waspada dengan penyakit tersebut,” kata Elisabeth.

Programer Pencegahan dan Pengendalian Penyakit UPT Puskesmas Colomadu I, Sugi Hartini, mengatakan, leptospirosis merupakan penyakit yang berasal dari perantara dan banyak bersumber dari lingkungan, maka warga diharapkan aktif membersihkan rumah dan sekitarnya.

“Untuk mencegah tikus tidak masuk ke rumah, diusahakan warga tidak membuat rumahnya berantakan. Karena kalau banyak perkakas dan barang berantakan, tikus akan mudah masuk dan bisa kencing di rumah. Sehingga potensi terkena leptospirosis lebih besar,” kata Sugi saat memberi penyuluhan penanganan penyakit leptospirosis di Gawanan, Selasa.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho